Home » Terkini » 30 Tenaga Pendidik Atau Guru Kota Probolinggo Untuk Pembinaan Wawasan Kebangsaan
30 Tenaga Pendidik Atau Guru Kota Probolinggo Untuk Pembinaan Wawasan Kebangsaan (Foto: Risty)

30 Tenaga Pendidik Atau Guru Kota Probolinggo Untuk Pembinaan Wawasan Kebangsaan

QARAO.com, Probolinggo – Sekitar 30 orang tenaga pendidik atau guru yang berdinas di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo, dikumpulkan Dinas Pendidikan dan Olahraga, Selasa 5 Desember 2018.

Sejumlah guru yang berasal dari sekolah dasar (SD) dan menengah pertama (SMP) itu, dikumpulkan Disdikpora di Resto Orin berlokasi jalan Panjaitan, guna mengikuti pembinaan wawasan kebangsaan.

Pembinaan sendiri diberikan oleh Kodim 0820, Kepolisian Resort Kota Probolinggo, dan Kesbangpol.

Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Kota Probolinggo, Muhammad Maskur mengatakan, pembinaan wawasan kebangsaan bagi para guru, dimaksudkan agar mereka terhindar dari paham radikalisme ataupun terorisme.

Disinggung terkait 30 guru yang dikumpulkan, terindikasi faham radikal atau tidak, Maskur secara tegas menolak anggapan tersebut.

Baca  Kapolres Bersama Walikota Probolinggo Pantau Terminal Bus Jelang Mudik Lebaran 2019

Menurutnya langkah yang dilakukan Disdikpora, dengan mengumpulkan para guru tersebut, murni hanya untuk pembinaan.

“Sekali lagi saya sampaikan, ke 30 guru ini kita kumpulkan hanya untuk pembinaan saja. Kalo soal terindikasi atau tidak, yang jelas seorang ASN (aparatur sipil negara) itu memang dilarang ikut-ikutan faham radikalisme ataupun Terorisme,”paparnya.

30 Tenaga Pendidik Atau Guru Kota Probolinggo Untuk Pembinaan Wawasan Kebangsaan (Foto: Risty)

Sementara itu, Maskur sendiri menyebut pembinaan para guru, akan berlangsung selama dua hari yakni mulai tanggal 4 hingga 5 Desember 2018.

Sebagai informasi 5 Mei 2018 lalu, HSA, seorang oknum guru Bahasa Inggris, yang berdinas di SMKN 1 Kotaanyar Kabupaten Probolinggo

Ditangkap Tim Densus 88 Anti Terror, karena disinyalir terlibat dalam kelompok terorisme. HSA sendiri berdomisili di Perum Sumbertaman Indah, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Sementara selang beberapa bulan kemudian, yakni sekitar 18 Agustus 2018 dugaan faham radikalisme kembali menyerang dunia pendidikan di Kota Probolinggo.

Baca  Lomba Baca Kitab Kuning Cara Santri di Kota Probolinggo Rayakan Kemerdekaan RI

Setelah viralnya sebuah foto unggahan di dunia maya yang menampilkan, belasan anak PAUD dan TK mengenakan kostum hijab dan cadar hitam, serta membawa replika senjata dan pedang, saat mengikuti Pawai Budaya yang digelar Disdikpora Kota setempat.

Dan setelah dilakukan investigasi panjang oleh petugas gabungan bersama sejumlah pihak, aksi pawai tersebut nyatanya tak terbukti bahwa ada unsur kesengajaan.

. (Risty)

Selasa, 20 Agustus 2019