Home » Terkini » Ahok Tolak Hak Asimilasi Demi Hindari Kegaduhan di Masyarakat
Ahok Tolak Hak Asimilasi Demi Hindari Kegaduhan di Masyarakat. (Foto: Istimewa)
Ahok Tolak Hak Asimilasi Demi Hindari Kegaduhan di Masyarakat. (Foto: Istimewa)

Ahok Tolak Hak Asimilasi Demi Hindari Kegaduhan di Masyarakat

QARAO.com, Jakarta – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mendekam di balik jeruji besi karena menjadi terpidana kasus penistaan agama, menolak asimilasi yang telah menjadi haknya.

Penolakan hak asimilasi itu dilakukan demi menghindari terjadinya kegaduhan di masyarakat jika asimilasi itu dilakukan di akhir masa hukumannya.

Asimilasi adalah proses pembinaan terhadap narapidana sebelum dinyatakan bebas dengan cara berbaur dalam kehidupan masyarakat.

I Wayan Sudirta selaku pengacara Ahok mengatakan bahwa Ahok berhak mendapatkan asimilasi pada bulan Agustus lalu. Namun Ahok lebih memilih menjalani masa hukuman penjara sepenuhnya, agar tidak ada kegaduhan di masyarakat.

Ahok Tolak Hak Asimilasi Demi Hindari Kegaduhan di Masyarakat. (Foto: Istimewa)
Ahok Tolak Hak Asimilasi Demi Hindari Kegaduhan di Masyarakat. (Foto: Istimewa)

“Langkah apapun dia perhitungkan jika menimbulkan kontroversi, silang pendapat, kegaduhan yang merugikan masyarakat, dia berusaha tidak lakukan. Itu pengorbanan dirinya,” kata Sudirta. Selasa (4/9/2018).

Baca  VIDEO: Heboh, Ular Piton Raksasa Masuk Rumah Warga

Sudirta mengatakan keputusan Basuki Tjahaja Purnama menolak asimilasi karena tak ingin mengorbankan kepentingan negara dan masyarakat. Dalam hal ini, untuk menghindari silang pendapat yang berujung pada keresahan masyarakat.

Sudirta mengatakan pengorbanan yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama bukan kali ini saja. Diketahui sebelumnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga memilih mencabut banding demi menghindari kegaduhan di masyarakat.

Sudirta menuturkan bahwa dirinya telah menemui kliennya, Basuki Tjahaja Purnama di penjara untuk membahas hak asimilasi tersebut. Dia mengatakan kliennya tersebut percaya bahwa setiap kejadian yang dialaminya atas seizin Tuhan.

“Semestinya Agustus kalau dia mau ambil, tapi sampai hari ini tidak dia lakukan,” kata Sudirta.

Baca  Kiriman Karangan Bunga Ucapan HUT Bhayangkara Unik, Satlantas Polres Probolinggo Mari Tertib Berlalu Lintas Hindari Tilang

Sudirta juga mengatakan bahwa Basuki Tjahaja Purnama sedang berusaha memastikan bahwa tidak ada dendam lagi di dalam dirinya. Karena itu, Basuki tidak terlalu memikirkan asimilasi yang sudah menjadi haknya agar rasa dendam itu bisa dihilangkan.

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bahkan merasa gagal lama mendekam di Mako Brimob jika dendam masih menyelimuti dirinya.

“Yang dia tekankan, bagaimana dia berusaha memastikan tidak ada dendam dalam dirinya, dia merasa gagal kalau begitu lama di Mako Brimob, masih ada dendam,’ kata Sudirta.

Diketahui, Basuki Tjahaja Purnama divonis hukuman 2 tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan penodaan agama pada 9 Mei 2017.

Baca  VIDEO: Kapal Ferry Terbakar di Merak, Seluruh Penumpang Selamat Dievakuasi
Ahok Tolak Hak Asimilasi Demi Hindari Kegaduhan di Masyarakat. Ahok Saat Menjalani Sidang Kasus Penodaan Agama. (Foto: kompas.com)
Ahok Tolak Hak Asimilasi Demi Hindari Kegaduhan di Masyarakat. Ahok Saat Menjalani Sidang Kasus Penodaan Agama. (Foto: kompas.com)

Kasus ini bermula dari pernyataan Ahok soal Surat Al-Maidah 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu yang kemudian menyeretnya ke penjara.

Mantan Bupati Belitung itu mendapatkan remisi atau pengurangan masa hukuman selama 2 bulan pada 17 Agustus 2018 silam. Ahok bisa bebas pada awal 2019 mendatang. (rnd)

Jum'at, 20 September 2019