Home » Inform » Angin Kencang Landa Lautan Pasir, Debu Berterbangan
Angin Kencang Landa Lautan Pasir, Debu Berterbangan. (Foto: Risty)
Angin Kencang Landa Lautan Pasir, Debu Berterbangan. (Foto: Risty)

Angin Kencang Landa Lautan Pasir, Debu Berterbangan

QARAO.com, Probolinggo – Rutinitas tahunan sepanjang musim kemarau, Wisata Gunung Bromo Probolinggo sering dilanda badai pasir. Namun, keadaan itu tak membuat Gunung Bromo sepi. Wisatawan diminta untuk tetap menjaga jarak aman dan selalu mengenakan masker.

Pada Minggu (20/10/2019) pagi, kaldera lautan pasir Gunung Bromo, nampak diselimuti debu tebal. Debu itu berasal dari pasir vulkanik yang terbawa angin kencang dan terbang menyerupai badai pasir. Selain itu cuaca di kawasan tersebut masih dingin menggigil. Wisatawan yang belum terbiasa dengan suhu minus, mengenakan jaket tebal berlapis. Pangunjung pun diwajibkan selalu mengenakan masker dan selalu menjaga jarak aman.

Baca  Ratusan Pengungsi Wamena Asal Kabupaten Probolinggo Datang, Pengungsi Wamena Masih Mencekam

Namun, lagi-lagi kondisi itu tak mampu mengurungkan niat wisatawan untuk terus melangkahkan kaki menikmati keindahan alami Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) itu.

Salah satu pengunjung, Nurhayati (25) menyampaikan, dirinya sudah mengetahui kondisi demikian. Angin kencang dan debu tebal, sudah diantisipasi sebelum menginjakkan kaki disitu.

Angin Kencang Landa Lautan Pasir, Debu Berterbangan. (Foto: Risty)
Angin Kencang Landa Lautan Pasir, Debu Berterbangan. (Foto: Risty)

“Di bawah badai pasir, saya nggak lupa bawa masker, jaket, dan kacamata,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Syavinka Algis (30) wisatawan mancanegara itu menuturkan, kecantikan panorama Gunung Bromo sudah membuat jatuh cinta. Bagaimanapun kondisi dan resikonya, gadis ini justru ingin menantangnya.

“Sangat indah dan luar biasa. Meski suhunya dingin sekali,” katanya dengan berbahasa Inggris.

Baca  Bakar Sampah, 2 Rumah di Probolinggo Ludes Terbakar

[risty]

— via qarao-post

Senin, 27 Januari 2020