Home » Inform » Banyak Cara Peningkatan Ekonomi, Pemkot Probolinggo Gelar Pasar Tradisional Jajanan Dan Minuman Tempo Dulu Laris Manis
Banyak Cara Peningkatan Ekonomi, Pemkot Probolinggo Gelar Pasar Tradisional Jajanan Dan Minuman Tempo Dulu Laris Manis. (Foto: Risty)
Banyak Cara Peningkatan Ekonomi, Pemkot Probolinggo Gelar Pasar Tradisional Jajanan Dan Minuman Tempo Dulu Laris Manis. (Foto: Risty)

Banyak Cara Peningkatan Ekonomi, Pemkot Probolinggo Gelar Pasar Tradisional Jajanan Dan Minuman Tempo Dulu Laris Manis

QARAO.com, Probolinggo – Guna peningkatan ekonomi, banyak cara dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo, seperti yang dilakukan Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, mengajak UKM lokal untuk berjualan jajanan tradisional dan minuman tempo dulu, yang digelar di Blok Kongsi, Dusun Grajakan, Kelurahan Wonoasih di penghujung Weekend. Minggu (1/12/2019).

Selain acara Posyandu Award untuk sektor kesehatan, guna meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia) unggul menuju Indonesia Sehat. Pihak Kecamatan Wonoasih untuk sektor perekonomian, menggelar pasar tradisional tempo dulu di alam terbuka.

Para UKM menjual jajanan tradisional seperti Ogal Agil, Ketan Sambel, Ketan Kratok, Klepon, Getuk dan Nduk Sonduk Pohong, untuk minumannya yang dijual seperti Sinom, Kencur dan Pokak.

Baca  Mahasiswa Baru STIH Zainul Hasan Probolinggo Menerima Wasbang dari Dandim 0820 Probolinggo

Uniknya, para pembeli tidak bisa membayar pakai uang pada umumnya, melainkan uang ditukar terlebih dulu dengan coin bambu yang sudah disediakan panitian, coin berstempel Noasih Sae Ongguh, yang merupakan jargon kecamatan dibawah pimpinan Deus Nawandi ini.

Selain itu makanan jajanan yang sehat dan higienis, tanpa ada campuran kimia seperti jajanan modern, yang sangat membahayakan ke kesehatan.

Peningkatan ekonomi dengan cara unik, sangat diminati para penjual maupun pembeli, dengan sekejap barang dagangan para UKM ini habis terjual, mendapat antusias masyarakat, rencananya pasar tradisional Barongan akan di gelar setiap minggu pagi kedepannya.

Baca  Dua Remaja di Probolinggo Ditangkap Polisi Gara - Gara Cabuli Gadis Dibawah Umur

Seperti dikatakan Aulia, salah satu penjual di pasar tradisional ini, alhamdulillah jualan sangat laku dan cepet habis, kegiatan positif ini bisa terus dikembangkan agar perekonomian usaha kecil menengah bisa maju.

“Alhamduliallah jualan laku di pagelaran pasar tradisional dengan cara bayar dengan koin bambu, sangat membantu bagi perekonomian usaha kecil menengah, semoga terus dilanjutkan acara seperti ini” jelas Aulia saat ditemui setelah acara Posyandu Award ini.

Deus Nawandi, Camat Wonoasih, acara pasar tradisional dengan menjual makanan, jajanan dan minuman tradisional tempo dulu, mendapatkan antusias masyarakat, semoga kedepan akan kami fasilitasi pasar tradisional setiap hari minggu.

Baca  Gelar Apel Operasi Zebra 2019, Tekan Pelanggaran Lalin Dan Jaga Keamanan Kondusifitas di Kota Probolinggo

“Sangat memuaskan acara Posyandu Award dengan diselingi pasar tradisional di alam terbuka, membantu para UKM kecil untuk berjualan, alhasil jualan laku keras dalam hitungan jam sudah ludes terjual, akan kami rencanakan setiap hari Minggu akan ada kegiatan serupa, guna peningkatan ekonomi usaha kecil menengah” tegas Deus.

Para UKM kecil menengah berharap, Pemerintah Kota Probolinggo, menyediakan lahan pasar tradisional tempo dulu, dengan menjual makanan, jajanan, cemilan dan minuman kuno warisan leluhur.

[risty]

— via qarao-post

Minggu, 8 Desember 2019