Home » Inform » Begini Cara Warga Probolinggo Selamatan Laut, Agar Hasil Tangkapan Meningkat
Begini Cara Warga Probolinggo Selamatan Laut, Agar Hasil Tangkapan Meningkat. (Foto: Risty)
Begini Cara Warga Probolinggo Selamatan Laut, Agar Hasil Tangkapan Meningkat. (Foto: Risty)

Begini Cara Warga Probolinggo Selamatan Laut, Agar Hasil Tangkapan Meningkat

QARAO.com, Probolinggo – Guna mengharap hasil tangkapan ikan melimpah, setelah selama sepekan terakhir nelayan mengalami sepi tangkapan ikan.

Nelayan pesisir di Desa Dringu, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo menggelar Ritual “Rokat Tasek” di tepian pantai desa setempat, Selasa (10/9/2019).

“Rokat Tasek” yang berarti selamatan laut, digelar Minggu siang dengan mengarak 9 sesajen berupa tumpeng, menempuh rute sejauh 1 kilometer dari rumah tokoh desa dan berhenti di tepian pantai.

Arak-arakan sesajen, diwarnai dengan bebunyian gamelan diikuti penampilan para gadis Desa Dringu, yang menari bersama Reog Ponorogo. Sementara dibarisan pertama, dua nelayan masing-masing membawa payung ala Bali, sebagai simbol kesakralan.

Baca  Ipda Erwin Tewas, Mahasiswa Bakar Polisi Terancam Hukuman Berat

Sampai di tepian pantai, 9 sesajen kemudian diarak melintasi 3 janur melengkung, lalu diletakkan ditempat yang sudah disediakan. Setelahnya tokoh desa setempat, kemudian membacakan doa-doa.

Selesai pembacaan doa, para nelayan Desa Dringu kemudian menaburkan bunga 7 rupa, dimana diikuti pula penampilan tarian oleh para gadis desa setempat.

Usai acara menabur bunga, 9 sesajen kemudian dimakan secara bersama-sama oleh para nelayan Desa Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Tokoh masyakarat Dringu, Samse mengatakan, ritual di pinggir laut merupakan cara nelayan Dringu, mengharap rejeki dari melimpahnya tangkapan ikan.

Begini Cara Warga Probolinggo Selamatan Laut, Agar Hasil Tangkapan Meningkat. (Foto: Risty)
Begini Cara Warga Probolinggo Selamatan Laut, Agar Hasil Tangkapan Meningkat. (Foto: Risty)

Ritual Rokat Tasek sendiri menurut Samse, sudah dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat nelayan Desa Dringu.

Baca  Mahasiswa Baru STIH Zainul Hasan Probolinggo Menerima Wasbang dari Dandim 0820 Probolinggo

“Doa bersama di pantai adalah harapan para nelayan, agar hasil tangkapan ikan menjadi melimpah. Karena sejak beberapa bulan terakhir nelayan mengeluh merugi terus,”ujarnya

Lanjut Samse, doa bersama di pinggir pantai bagi nelayan Desa Dringu, merupakan cara melestarikan budaya Nusantara. “Doa dipinggir laut seperti ini, merupakan cara nenek moyang kami, sehingga terus dijaga sampai kini,”tandasnya.

Senada dijelaskan, Kepala Desa Dringu, Bukhori Subhan. Di Desa Dringu, mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai nelayan. Oleh karenanya, Ritual Roka Tasek kata Subhan, sangat penting dan dianggap sakral oleh masyarakat sekitar.

“Warga sini kebanyakan nelayan, dari pada petaninya. Sehingga doa di pinggir pantai, menjadi pilihan utama warga berharap rejeki,”pungkasnya.

Baca  Gerak Jalan Lucu Hibur Pelajar Asal Papua, Pesannya: Akhiri Konflik Papua, Kami Ditanah Rantau Hidup Dengan Baik

Semenatar seorang nelayan, Herman mengungkapkan, usai Ritual Rokat Tasek diharapkan hasil tangkapan ikan menjadi banyak. Pasalnya sudah beberapa hari terakhir, nelayan sepi tangkapan.

“Semoga saja nanti tangkapan ikan kembali banyak, setelah melakukan ritual ini.

[risty]

— via qarao-post

Senin, 27 Januari 2020