Home » Peristiwa » Berbagai Penghargaan Bergengsi Aung San Suu Kyi Yang Telah Dicabut
Berbagai Penghargaan Bergengsi Aung San Suu Kyi Yang Telah Dicabut. (Foto: Reuters)
Berbagai Penghargaan Bergengsi Aung San Suu Kyi Yang Telah Dicabut. (Foto: Reuters)

Berbagai Penghargaan Bergengsi Aung San Suu Kyi Yang Telah Dicabut

QARAO.com, Myanmar – Satu demi satu gelar Perdamaian yang disandang Aung San Suu Kyi dicabut. 

Banyak yang menilai, gelar yang dimiliki oleh Pemimpin De Facto Myanmar ini tak sepadan dengan yang dilakukan pada Myanmar, khususnya Muslim Rohingya.

Aung San Suu Kyi dinilai hanya sedikit melakukan tindakan untuk menyelesaikan konflik antara penduduk Rohingya dengan militer Myanmar. 

Berbagai Penghargaan Bergengsi Aung San Suu Kyi Yang Telah Dicabut. (Foto: Reuters)
Berbagai Penghargaan Bergengsi Aung San Suu Kyi Yang Telah Dicabut. (Foto: Reuters)

Namun tindakan Suu Kyi tak menghasilkan apapun. Tidak ada penyelesaian konflik, malah semakin banyak Etnis Rohingya yang lari menyelamatkan diri. 

Tak sedikit pula muslim Rohingya mengungsi di kamp pengungsian di perbatasan Bangladesh-Myanmar. Sementara, rencana pemulangan pengungsi muslim Rohingya dari kamp Cox’s Bazar ke Myanmar pun terancam gagal. 

Tak hanya itu, tentara Myanmar makin memperkuat penjagaan di perbatasan, tempat dimana pengungsi Rohingya berada, dengan mengirim 200 pasukannya. Pemerintahan Myanmar di bawah kendali Aung San Suu Kyi berdalih pengiriman pasukan ini untuk operasi anti terorisme.


Hal ini dilakukan karena militer Myanmar menganggap muslim Rohingya sebagai gerakan terorisme. Langkah Myanmar ini pun langsung menuai dikritik dari Bangladesh. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa Untuk Urusan Pengungsi (UNHCR) juga khawatir dengan adanya peningkatan jumlah militer Myanmar di sana.

Akibat ulah militer Myanmar terhadap warga muslim Rohingya, dan sikap tak peduli dari Aung San Suu Kyi, mengakibatkan beberapa gelar perdamaian yang telah diraih Aung SanbSuu Kyi dicabut karena tidak bisa mengatasi kasus Rohingya.

Baca Juga  Istri Muda Para Pejabat Dalam Pusaran Korupsi Sang Suami

1. Universitas Oxford Cabut Gelar Kehormatan Aung San Suu Kyi

Dewan kota Oxford telah bersepakat dan memberikan suara untuk menghapus gelar kehormatan tersebut dari Aung San Suu Kyi secara permanen pada Senin (27/8/2017).

Berbagai Penghargaan Bergengsi Aung San Suu Kyi Yang Telah Dicabut. Aung San Suu Kyi saat menerima penghargaan dari Universitas Oxford, Inggris
Berbagai Penghargaan Bergengsi Aung San Suu Kyi Yang Telah Dicabut. Aung San Suu Kyi saat menerima penghargaan dari Universitas Oxford, Inggris

Dewan Kota Oxford mencabut penghormatan tertinggi untuk Pemimpin De Facto Myanmar Aung San Suu Kyi karena dia dinilai tak layak menjadi penerima penghargaan pejuang kemanusiaan. Selasa (28/8/2017).

Hal ini terkait sikap Suu Kyi yang terkesan membiarkan konflik berdarah terjadi di Myanmar, antara militer Myanmar dengan warga muslim Rohingya.

2. Pencabutan Gelar Perdamaian Oleh Dewan Kota Newcastle di Inggris

Dewan Kota Newcastle di Inggris juga mencabut gelar Perdamaian untuk Aung San Suu Kyi, pada (10/2/2017). 

Berbagai Penghargaan Bergengsi Aung San Suu Kyi Yang Telah Dicabut. (Foto: Reuters)
Berbagai Penghargaan Bergengsi Aung San Suu Kyi Yang Telah Dicabut. (Foto: Reuters)

Mereka menggelar sidang untuk mencabut gelar kehormatan Aung San Suu Kyi pada (7/2/2017) lalu. 

Pencabutan gelar kehormatan ini pun terkait dengan aksi mematikan tentara Myanmar terhadap muslim Rohingya. Ini merupakan kali pertama Dewan Kota mencabut gelar kehormatan yang sudah diberikan.

Mereka menilai Aung San Suu Kyi sebagai Pemimpin Myanmar tak pantas menyandang anugerah sebagai Tokoh Perdamaian karena sikapnya yang membiarkan pembantaian terus terjadi terhadap muslim Rohingya di Rakhine.

Diketahui, Aung San Suu Kyi pernah dianugerahi gelar Tokoh Perdamaian Newcastle tahun 2011 atas perjuangan panjangnya menegakkan demokrasi di Myanmar. 

Namun kini, saat dia menjadi Pemimpin Myanmar, Suu Kyi malah bungkam dan menutup mata, saat seisi dunia berteriak keras mengecam pembantaian militer Myanmar atas muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar. 

“Dia tidak melakukan apa pun untuk menghentikan genosida pada Muslim Rohingya di negaranya,” kata Nick Forbes, Ketua Dewan Kota seperti dikutip media lokal ITV.

Baca Juga  Kisah Pencipta Black Box Pesawat, Kehilangan Ayah Karena Kecelakaan Pesawat

3. Museum Memorial Holocaust Amerika

Museum Memorial Holocaust Amerika juga mencabut pemberian gelar perdamaian kepada Aung San Suu Kyi. 

Hal ini dilakukan karena mereka menilai Suu Kyi hanya bungkam dan tidak berusaha menghentikan pembantaian terhadap muslim Rohingya. Selain itu, Suu Kyi juga tidak mengakui pembersihan warga Rohingya di Myanmar, (8/3/2017).

Berbagai Penghargaan Bergengsi Aung San Suu Kyi Yang Telah Dicabut. Saat Aung San Suu Kyi berkunjung ke Rakhine. (Foto: AFP Photo/STR)
Berbagai Penghargaan Bergengsi Aung San Suu Kyi Yang Telah Dicabut. Saat Aung San Suu Kyi berkunjung ke Rakhine. (Foto: AFP Photo/STR)

Dalam pernyataan tertulis, Museum Memorial Holocaust mengatakan, di bawah kepemimpinan Aung San Suu Kyi, Liga Nasional Untuk Demokrasi menolak bekerja sama dengan badan dunia, PBB. 

Mereka juga menilai Suu Kyi mendorong pidato bernada kebencian terhadap muslim Rohingya. Suu Kyi juga dianggap telah secara aktif mencegah wartawan mengungkap peristiwa berdarah yang terjadi di negara bagian Rakhine.

4. Bob Geldof kembalikan penghargaan Freedom of the City of Dublin

Musikus Irlandia penggagas konser Live Aid yang legendaris, Bob Geldof, akan mengembalikan penghargaan Freedom of the City of Dublin sebagai protes atas pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi.

Baca Juga  Riwayat Gempa Bumi dan Tsunami yang Mengguncang Palu dan Donggala Dari Masa ke Masa

Keputusan itu terpaksa ia lakukan karena penghargaan serupa juga dianugerahkan kepada Aung San Suu Kyi.

Berbagai Penghargaan Bergengsi Aung San Suu Kyi Yang Telah Dicabut. Musisi dan aktivis Irlandia, Bob Geldof
Berbagai Penghargaan Bergengsi Aung San Suu Kyi Yang Telah Dicabut. Musisi dan aktivis Irlandia, Bob Geldof

Geldof mengatakan “keterkaitan Suu Kyi dengan kota kita adalah hal yang memalukan”.

5. Petisi pencabutan kembali Nobel Perdamaian di situs change.org

Dengan judul ‘Ambil Kembali Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi sebanyak 439.205 orang di situs change.org telah menandatangani petisi ini. 

Berbagai Penghargaan Bergengsi Aung San Suu Kyi Yang Telah Dicabut. Rumah Aung San Suu Kyi
Berbagai Penghargaan Bergengsi Aung San Suu Kyi Yang Telah Dicabut. Rumah Aung San Suu Kyi

Sebelum diajukan ke Komite Nobel bila telah mencapai angka 500.000 tanda tangan. Masyarakat meminta Komite Nobel mencabut hadiah untuk Aung San Suu Kyi, namun permintaan itu tak bisa dipenuhi berdasarkan anggaran dasar komite.

6. Penerima hadiah Nobel kritik sikap Aung San Suu Kyi

Dua peraih Nobel yakni Malala Yousafzai dan jurnalis perempuan asal Yaman, Tawakkul Karman mengkritik sikap Aung San Suu Kyi yang dianggapnya telah menutup mata dan telinganya atas penderitaan warga Rohingya.

Berbagai Penghargaan Bergengsi Aung San Suu Kyi Yang Telah Dicabut. (Malala Yousafzai, Foto: lakesideconnect.com)
Berbagai Penghargaan Bergengsi Aung San Suu Kyi Yang Telah Dicabut. (Malala Yousafzai, Foto: lakesideconnect.com)

Bahkan Malala menuliskan kritikannya melalui akun Twitter-nya, “Dalam beberapa tahun terakhir, saya berulang kali mengecam perlakukan tragis dan memalukan (terhadap Muslim Rohingya). 

Saya masih menunggu rekan penerima Hadiah Nobel Aung San Suu Kyi untuk melakukan hal yang sama. Dunia menunggu dan Muslim Rohingya juga menunggu,” tulisnya. (prm)

PeristiwaLeft Menu Icon