Home » Terkini » Berkampanye Di Luar Jadwal KPU, Ketua PA 212 Jadi Tersangka
Berkampanye Di Luar Jadwal KPU, Ketua PA 212 Jadi Tersangka (Foto: istimewa)
Berkampanye Di Luar Jadwal KPU, Ketua PA 212 Jadi Tersangka (Foto: istimewa)

Berkampanye Di Luar Jadwal KPU, Ketua PA 212 Jadi Tersangka

QARAO.com, Jakarta – Polisi ternyata sudah menetapkan Slamet Maarif, Ketua Umum Persaudaraan Alumni atau Ketua PA 212 jadi tersangka dalam perkara pelanggaran Undang-Undang Pemilu tentang kampanye.

Berkampanye Di Luar Jadwal KPU, Ketua PA 212 Jadi Tersangka (Foto: istimewa)
Berkampanye Di Luar Jadwal KPU, Ketua PA 212 Jadi Tersangka (Foto: istimewa)

Status tersangka Slamet diketahui setelah beredar foto surat perintah penyidikan dengan kop surat Kepolisian Resor Kota Surakarta dan bertanggal 9 Februari 2019. 

Surat itu ditandatangani oleh Komisaris Besar Polisi Fadli, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Surakarta.

Dalam surat itu tertulis perintah kepada Slamet untuk menghadiri agenda pemeriksaan sebagai tersangka pada Posko Gakkumdu Polres Surakarta, Jalan Adi Sucipto Nomor 2, Surakarta, pada pukul 10.00 WIB, Rabu, (13/2/2019).

Baca  Tak Gentar Amien Rais, KPK Tetapkan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan Jadi Tersangka Korupsi

Slamet diminta menemui tiga penyidik polisi, yakni Iptu Catur Agus, Ipda Supran Yogatama, atau Aiptu M Ichwan “… untuk dimintai keterangan selaku tersangka.” 

Dalam surat itu tertulis identitas Ustaz Slamet Maarif, MA, bekerja sebagai dosen dan guru.

Kepala Polres Kota Solo Komisaris Besar Polisi Ribut Hari Wibowo membenarkan surat pemanggilan pemeriksaan untuk Slamet itu. 

“Betul, kami panggil sebagai tersangka,” katanya melalui pesan singkat, Minggu malam, (10/2/2019).

Slamet disangka melakukan tindak pidana pemilu, yakni berkampanye di luar jadwal yang ditetapkan KPU, KPU provinsi, dan kabupaten/kota, sebagaimana diatur dalam Pasal 280 ayat (1).


Pada Kamis, (7/2/2019), Slamet diperiksa di Markas Polres Kota Surakarta atas kasus dugaan pelanggaran tindak pidana kampanye berkaitan ceramahnya dalam kegiatan acara tablig akbar 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019.

Baca  Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Datangi Mapolres Probolinggo Kota, Tangani Kasus Pawai TK Bercadar dan Menenteng Replika Senjata

Slamet menolak tuduhan bahwa ceramahnya itu bermuatan kampanye politik. Dia berdalih bahwa itu hanyalah visi dan misi atau program salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. (viva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TerkiniLeft Menu Icon