BPBD Kabupaten Probolinggo Beri Pelatihan Ke Pelajar SD Saat Terjadi Bencana Alam. (Foto: Risty)
BPBD Kabupaten Probolinggo Beri Pelatihan Ke Pelajar SD Saat Terjadi Bencana Alam. (Foto: Risty)

BPBD Kabupaten Probolinggo Beri Pelatihan Ke Pelajar SD Saat Terjadi Bencana Alam

QARAO.com, Probolinggo – Mendengar suara sirine bencana gempa berbunyi kencang, ratusan siswa sekolah dasar negeri, Sumberkerang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo berhamburan mencari tempat.

Para siswa yang sebelumnya tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar, menjadi panik dan ketakutan setelah mendengar suara tanda bahaya bencana berbunyi. Ada yang langsung sembunyi dibawah meja, serta juga masuk ke dalam lemari.

Sempat terjadi saling tabrak antar siswa, hingga membuat beberapa siswa terjatuh dan terluka, sehingga harus dievakuasi guna mendapati pertolongan medis.

Mendapati siswanya panik, guru setempat langsung mengarahkan para murid ke luar kelas guna menghindari bahaya. Selanjutnya para siswa dibawa ke titik kumpul, agar keselamatan mereka tetap terjaga.

Baca  VIDEO: Hore Kader Posyandu Senang, Dana CSR PT Berdikari Jaya Bersama (BJB) Kota Probolinggo Disalurkan Ke Bidang Kesehatan Guna Perbaikan Gizi Balita

Kepanikan tersebut merupakan simulasi tanggap dan siaga bencana, yang digelar badan penanggulangan bencana daerah, Kabupaten Probolinggo. Dalam simulasi kali ini, tidak hanya berkaitan kesiapsiagaan antisipasi bencana gempa bumi, namun juga bencana lainnya. Seperti kebakaran, angin kencang, tanah longsor dan banjir.

Salah seorang siswa, Febira Shavara mengatakan, adanya simulasi bencana membuatnya tahu apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi. Mulai menyelamatkan diri sendiri, hingga membantu orang lain.

BPBD Kabupaten Probolinggo Beri Pelatihan Ke Pelajar SD Saat Terjadi Bencana Alam. (Foto: Risty)
BPBD Kabupaten Probolinggo Beri Pelatihan Ke Pelajar SD Saat Terjadi Bencana Alam. (Foto: Risty)

“Ya bagus ada pelajaran begini, jadi tahu gimana caranya menyelamatkan diri saat bencana terjadi,”ungkapnya, Sabtu (02/11/19).

Sementara Kepala BPBD, Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi menjelaskan, adanya praktek simulasi sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Apalagi menurutnya, sebentar lagi akan memasuki musim penghujan. Dengan kondisi tersebut, rawan terjadinya tanah longsor, angin putting beliung dan banjir.

Baca  58 Anggota Satpol PP Dan Pemadam Kebakaran Pemkot Probolinggo Baru Ikuti Diklatsar

Setidaknya BPBD menggelar simulasi serupa, di 20 sekolah yang rawan bencana.

“Harapannya, melalui kegiatan ini bisa menekan jumlah korban luka dan jiwa, saat terjadinya bencana alam. Untuk itu siswa harus diberi pembekalan, pentingnya melakukan penyelamatan saat bencana datang,”jelas Anggit.

[risty]

— via qarao-post

Selanjutnya

Serangan Ulat Jengkal, Babinsa Desa Randuputih Peduli Situasi Terhadap Wilayahnya Langsung Ikut Memantau Bersama Dinas Pertanian. (Foto: Risty)

Serangan Ulat Jengkal, Babinsa Desa Randuputih Peduli Situasi Terhadap Wilayahnya Langsung Ikut Memantau Bersama Dinas Pertanian

QARAO.com, Probolinggo – Seiring dengan belum datangnya musim hujan hingga pergantian tahun 2020 ini, membuat …

31806711 A337 446A AAE3 A9D28D423335

VIDEO: Memberikan Rasa Aman Malam Tahun Baru, Polres Manggarai NTT Gelar Patroli Skala Besar

Baca  Warga Desa di Kabupaten Probolinggo Pasang Baner Tolak Paham Syiah

Minggu, 16 Februari 2020