Home » Inform » BPBD Probolinggo Petakan Rawan Bencana Banjir, Longsor Dan Abrasi Saat Musim Penghujan
BPBD Probolinggo Petakan Rawan Bencana Banjir, Longsor Dan Abrasi Saat Musim Penghujan. (Foto: Risty)
BPBD Probolinggo Petakan Rawan Bencana Banjir, Longsor Dan Abrasi Saat Musim Penghujan. (Foto: Risty)

BPBD Probolinggo Petakan Rawan Bencana Banjir, Longsor Dan Abrasi Saat Musim Penghujan

QARAO.com, Probolinggo — Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Probolinggo mulai memetakan titik mana saja yang rawan terjadinya banjir dan banjir bandang.

Setidaknya ada 7 kecamatan di wilayah Kabupaten Probolinggo, rawan terjadinya bencana alam tersebut.

Ketujuh kecamatan meliputi: Kecamatan Besuk (Desa Bago dan Kecik); Kecamatan Dringu (Desa Randuputih, Tamansari, Kedungdalem dan Dringu): Kecamatan Gending (Desa Seabung): Kecamatan Kraksaan (Desa Kalibuntu, Asembagus, Kelurahan Kraksaan Wetan, Patokan dan Sidomukti): Serta Kecamatan Pakuniran (Desa Gunggungan Lor, Kidul, Patemon Kulon dan Ranon): Kecamatan Sumberasih (Desa Banjarsari dan Pesisir): lalu Kecamatan Tongas (Desa Bayeman, Dungun dan Sumendi).

Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi mengatakan, pemetaan dilakukan menyikapi keluarnya imbuan BMKG, Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Surabaya per tanggal (8/11/2019), tentang puncak musim hujan 2019/ 2020.

Baca  VIDEO: Pagelaran Seni Jaranan Jathilan Bromo 2019 Bisa Meningkatkan Kunjungan Wisata Ke Gunung Bromo

Merujuk informasi BMKG diterangkan, akumulasi curah hujan di Jawa Timur selama November 2019, berkisar 21- 500 mm. Untuk Desember 2019 mendatang, diprediksi akumulasi curah hujan di Jawa Timur menyentuh angka 51-500 mm.

Sedangkan pada Januari 2020 atau tahun depan, yang merupakan puncak musim hujan, akumulasi curah hujan diprediksi mencapai 151-500 mm.

“Kabupaten Probolinggo sendiri, masuk daerah dengan curah hujan tinggi atau sektar 301-500 mm. Maka dari itu, kesiapsiagaan petugas dan kewaspadaan masyarakat, harus mulai ditingkatkan,”terang Anggit, Minggu (10/11/19).

BPBD Probolinggo Petakan Rawan Bencana Banjir, Longsor Dan Abrasi Saat Musim Penghujan. (Foto: Risty)
BPBD Probolinggo Petakan Rawan Bencana Banjir, Longsor Dan Abrasi Saat Musim Penghujan. (Foto: Risty)

Selain memetakan titik daerah rawan banjir dan banjir bandang. BPBD menurut Anggit, juga telah memetakan titik-titik, daerah terjadinya tanah longsor dan abrasi.

Baca  Warga Desa di Kabupaten Probolinggo Pasang Baner Tolak Paham Syiah

Untuk titik daerah rawan longsor sendiri, berada di 9 kecamatan Kabupaten Probolinggo. Meliputi Kecamatan Gading (Desa Batur, Betektaman, Bulu Pandak, Jurang Jero, Keben, Ranuwurung, Renteng dan Sentul): Kecamatan Kotaanyar (Desa Curahtemu, Sidomulyo dan Tambakukir): Kecamatan Krucil (Desa Betek, Bermi, Guyangan, Kaliana, Kertosuko, Krobungan, Krucil, Pandanlaras, Plaosan, Roto, Seneng, Sumberduren, Tambelang dan Watu Panjang).

Lalu Kecamatan Kuripan (Desa Jatisari, Karangrejo, Kedawung, Resongo, Wonoasri dan Wringinanom): Kecamatan Lumbang (Desa Branggah, Negororejo dan Sapih): Kecamatan Pakuniran (Desa Bimo, Blimbing, Gondosuli, Gunggungan Kidul, Kalidandan, Kedungsumur, Kertonegoro, Pakuniran, Patemon Kulon dan Ranon): Kecamatan Sukapura (Desa Jetak, Kedasih, Ngadas, Ngadirejo, Ngadisari, Pakel, Sapikerep, Sariwani, Desa Wonokerto dan Wonotoro): Kecamatan Sumber (Desa Cepoko, Gemito, Ledokombo, Pandansari, Rambaan, Sumber, Sumberanom, Tukul dan Wonokerso): Kecamatan Tiris (Desa Andungbiru, Andungsari, Jangkang, Pedagangan, Racek, Ranuagung, Ranugedang, Rejing, Segaran, Tiris, Tlogoargo, Tlogosari dan Wedusan).

Sementara titik daerah rawan abrasi, berada di 5 kecamatan Kabupaten Probolinggo. Meliputi Kecamatan Kraksaan (Desa Kalibuntu, Asembagus, Kelurahan patokan dan Kebonagung): Kecamatan Paiton (Desa Randutatah dan Jabung Sisir): Kecamatan Pajarakan (Desa Sukokerto): Kecamatan Sumebrasih (Desa Banjarsari dan Giliketapang); serta Kecamatan Tongas (Bayeman, Dungun, Tongas wetan dan Curahdringu).

Baca  VIDEO: Palembang Terpapar Kabut Asap Ekstrem, 500 Sekolah di Palembang

Anggit berharap, seiring meningkatnya curah hujan beberapa bulan kedepan, masyarakat diimbau waspada dan aktif memberikan informasi kepada BPBD, apabila terjadi bencana di daerah tempat tinggalnya.

[risty]

— via qarao-post

Selasa, 12 November 2019