Home » Terkini » Diduga Ada Penyelewengan Dana Bumdes, Puluhan Warga Desa di Probolinggo Ngeluruk Kantor Desa
Diduga Ada Penyelewengan Dana Bumdes, Puluhan Warga Desa di Probolinggo Ngeluruk Kantor Desa (Foto: Risty)

Diduga Ada Penyelewengan Dana Bumdes, Puluhan Warga Desa di Probolinggo Ngeluruk Kantor Desa

QARAO.com, Probolinggo – Dengan mengendarai kendaraan bermotor, puluhan masyarakat Desa Pakuniran, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo melurug kantor desa setempat, Senin (24/6/2019).

Kedatangan warga hendak memprotes keberadaan badan usaha milik desa atau BUMdes setempat yang dinilai tak berjalan maksimal. Tiba di pendopo desa, warga langsung melakukan audensi bersama Muspika yang dihadiri juga oleh Camat Pakuniran, M Yasin.

Selian memprotes BUMdes yang dinilai tak berjalan maksimal, warga juga mempertanyakan tranparansi penggunaan dana desa, dimana menurut sebagain warga tidak jelas wujud penggunannya.

Koordinator aksi Sabri mengungkapkan, dengan keberadaan BUMDes yang tak berjalan maksimal, warga meminta agar kepengurusan BUMDes saat ini dibubarkan dan diganti kepengurusan yang baru.

Baca  Tak Gentar Amien Rais, KPK Tetapkan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan Jadi Tersangka Korupsi

Apalagi dana yang digelontorkan untuk BUMdes menurut Sabri, jumlahnya tak main-main yakni sekitar Rp 40 juta pertahun.

Diduga Ada Penyelewengan Dana Bumdes, Puluhan Warga Desa di Probolinggo Ngeluruk Kantor Desa (Foto: Risty)
Diduga Ada Penyelewengan Dana Bumdes, Puluhan Warga Desa di Probolinggo Ngeluruk Kantor Desa (Foto: Risty)

Sabri mewakili warga, juga mempertanyakan soal penggunaan dana desa yang kurang transparan. Dimana dalam proyek infrastruktur pembangunan jalan desa setempat, tidak dipasang papan informasi anggaran yang digunakan.


“Kita kesini meminta BUMdes diperbaharui, dan adanya transparansi soal anggaran. Karena kita sinyalir ada penyelewengan dana BUMDes dilakukan pihak desa,” ungkap Sabri.

Menyikapi protes warga, Camat Pakuniran, M Yasin mengatakan, akan mengakomodir semua yang menjadi tuntutan warganya. Soal pembentukan BUMdes, pihaknya akan memusyawarahkan pada 27 Juni mendatang.

Baca  Perawat Bunuh Ayah Kandung Gara-gara Kesal Dibangunkan Sholat

“Kita akan akomodir tuntutan warga, termasuk soal BUMdes. Untuk dugaan penyelewengan oleh pihak desa, tentu kita akan kroscek dulu kebenarannya,” jelas Yasin.

Usai menyampaikan tuntutannya dalam audensi bersama Muspika, dimana berjalan alot sekitar 2 jam. Warga kemudian memilih membubarkan diri, dengan meninggalkan pendopo desa setempat secara bersama-sama.

. (Risty)


TerkiniLeft Menu Icon