Home » Terkini » Divonis Hakim Pengadilan Negeri Kota Probolinggo 5 Bulan Penjara Nahkoda Kapal Menangis Histeris, Keluarga dan Terdakwa Minta Keadilan
Divonis Hakim Pengadilan Negeri Kota Probolinggo 5 Bulan Penjara Nahkoda Kapal Menangis Histeris, Keluarga dan Terdakwa Minta Keadilan (Foto: Risty)

Divonis Hakim Pengadilan Negeri Kota Probolinggo 5 Bulan Penjara Nahkoda Kapal Menangis Histeris, Keluarga dan Terdakwa Minta Keadilan

QARAO.com, Probolinggo – Merasa putusan hakim pengadilan negeri Kota Probolinggo memberatkan, Nasrudin Bin Taulani nahkoda kapal KM Argo Mulyo Putri 2 akhirnya menangis histeris, saat petugas membawanya ke mobil kejaksaan usai menjalani sidang putusan kasus ilegal fishing.

Dalam sidang yang berlangsung sekitar 60 menit itu, Nasrudin diputus 5 bulan dengan denda 500 juta. Sebelumnya Nasrudin sendiri, telah menjalani kurungan penjara sekitar 1 bulan.

Kuasa hukum terdakwa, Binton Sianturi SH kepada wartawan mengatakan, jika putusan yang diambil hakim dianggap memaksakan. Pasalnya dasar hukum yang diambil hakim dinilai keliru, lantaran berdasarkan keterangan ahli Arif Wahyudi.

Baca  Fakta Dibalik Nasabah Bank Mandiri Saldo Yang Tertukar
Divonis Hakim Pengadilan Negeri Kota Probolinggo 5 Bulan Penjara Nahkoda Kapal Menangis Histeris, Keluarga dan Terdakwa Minta Keadilan (Foto: Risty)

Arif Wahyudi menurut Binton, bukanlah ahli pendapat yang kafabel dan memiliki keahlian di bidang ilmu hukum pidana untuk dimintai interpretasi hukumnya atas Pasal 93 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) UU RI No. 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan atas UURI No. 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan.

“Dimana bisa memberikan kesaksian yang kafabel, Arif Wahyudi merupakan pegawai kesyabandaran yang kalo dilihat dari lulusan sekolahnya dia sarjana perikanan dan masternya managemen dan mempunya sertifikat Nautika, yang tidak ada relefansi atas perkara ini ,”ujar Binton, Jum’at (15/02/19).

Divonis Hakim Pengadilan Negeri Kota Probolinggo 5 Bulan Penjara Nahkoda Kapal Menangis Histeris, Keluarga dan Terdakwa Minta Keadilan (Foto: Risty)

Menurut Binton, ahli menyatakan SIPI (Surat Ijin Penangkapan Ikan) yang habis masa berlakunya, disamakan dengan tidak memiliki SIPI. Padahal sebelumnya, prinsip dasar telah dipenuhi kapal KM Argo Mulyo Putri 2 yaitu dengan memiliki SIUP khusus Perikanan, dan SIPI adalah bagian yang tak terpisahkan dengan SIUP.

Baca  VIDEO: Mengaku Keluarga Besar TNI, Preman Kaleng-Kaleng Beringas Peras Pedagang Ayam, Namun Kini Loyo

Atas putusan hakim itu, Binton pun memilih banding lantaran dianggap belum menyentuh rasa keadilan. Binton menyebut, jika majelis hakim tidak pernah mempertimbangkan bahwa SIPI kapal KM Argo Mulyo Putri 2 sedang dalam proses.

“Saya melihat hakim masih tersandra dengan kesaksian ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum, dimana bukanlah ahli hukum pidana,”pungkasnya.

. (Risty)

Jum'at, 20 September 2019