Home » Terkini » Djoko Santoso Nilai Terdakwa Buni Yani Cocok di Tim Medsos Prabowo-Sandiaga
Djoko Santoso Nilai Terdakwa Buni Yani Cocok di Tim Medsos Prabowo-Sandiaga. (Foto: Istimewa)
Djoko Santoso Nilai Terdakwa Buni Yani Cocok di Tim Medsos Prabowo-Sandiaga. (Foto: Istimewa)

Djoko Santoso Nilai Terdakwa Buni Yani Cocok di Tim Medsos Prabowo-Sandiaga

QARAO.com, Jakarta – Calon ketua tim sukses Prabowo-Sandi yang juga mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso bicara tentang peluang Buni Yani masuk ke dalam tim sukses pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

Djoko menyebut kemungkinan Buni Yani dimasukkan ke dalam tim media sosial (medsos) untuk membantu mensosialisasikan program Prabowo-Sandiaga.

“Insyaallah lah yah. Insyaallah tak suruh (saya) masuk (timses),” kata Djoko di kediamannya, Jl. Bambu Apus Raya, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (8/9/2018).

Djoko Santoso Nilai Terdakwa Buni Yani Cocok di Tim Medsos Prabowo-Sandiaga. (Foto: Istimewa)
Djoko Santoso Nilai Terdakwa Buni Yani Cocok di Tim Medsos Prabowo-Sandiaga. (Foto: Istimewa)

Djoko mengatakan kemungkinan Buni Yani masuk ke dalam tim medsos Prabowo-Sandiaga, setelah dia melihat Buni Yani cocok di tim medsos karena latar belakangnya seorang dosen di salah satu Perguruan Tinggi.

Baca Juga  34 Provinsi Pastikan Ikut Musabaqah Tilawatil Quran Nasional XXVII

“Dia belum minta apa-apa, tapi beliau adalah seorang penulis. (Divisi timses) Medsos lah, dia kan dosen juga kalau nggak salah,” imbuh dia.

“Dia sudah biasa di sini yah, waktu dia di sidang juga kalo nggak salah dosen komunikasi,” sambungnya.


Djoko mengaku mengenal Buni Yani sejak kasus ITE terkait video pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dimana video pidato Ahok diedit oleh Buni Yani lalu diunggah di Facebook, yang akhirnya viral di masyarakat.

Djoko juga mengaku bahwa ia sering bertukar pikiran dengan Buni Yani, yang kini berstatus terdakwa dalam kasus ITE.

Baca Juga  Cepat Tanggap Anggota DPR RI, Dave Laksono Beri Bantuan Korban Puting Beliung Cirebon

“(Kenal) Ya mulai di sidang-sidang itu. Dia datang diskusi-diskusi, kita saling tukar-menukar lah, ya kita sebagai orang tua ya sabar, ikuti saja sidang dengan baik kan gitu,” jelasnya.

Diketahui, Buni Yani dihukum pidana penjara 1 tahun 6 bulan karena terbukti melawan hukum mengunggah video di akun Facebook-nya tanpa izin Diskominfomas Pemprov DKI. Unggahan itu berupa potongan video mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada 27 September 2016.

Djoko Santoso Nilai Terdakwa Buni Yani Cocok di Tim Medsos Prabowo-Sandiaga. (Foto: Istimewa)
Djoko Santoso Nilai Terdakwa Buni Yani Cocok di Tim Medsos Prabowo-Sandiaga. (Foto: Istimewa)

Di dalam potongan video unggahan Buni Yani, berisi tentang pidato Ahok yang menyinggung ayat Al Quran, yaitu Surat Al Maidah ayat 51, yang berakhir vonis bersalah di meja hijau.

Baca Juga  Direktur Relawan TKN Minta Relawan Pertebal Kemenangan Jokowi-Amin

Dalam kasus Ahok ini, Buni Yani pun dianggap bersalah, menurut Hakim Buni Yani terbukti mengubah durasi video dari 1 jam 48 menit 33 detik menjadi hanya 30 detik. (rnd)

TerkiniLeft Menu Icon