Home » Inform » Dua Bangunan Sembahyang Warga Hindu Tengger Bromo Dirusak Orang Tidak Dikenal
Dua Bangunan Sembahyang Warga Hindu Tengger Bromo Dirusak Orang Tidak Dikenal. (Foto: Risty)
Dua Bangunan Sembahyang Warga Hindu Tengger Bromo Dirusak Orang Tidak Dikenal. (Foto: Risty)

Dua Bangunan Sembahyang Warga Hindu Tengger Bromo Dirusak Orang Tidak Dikenal

QARAO.com, Pasuruan – Dua bangunan tempat persembahyangan dan menaruh sajian bagi umat Hindu, Suku Tengger yang berlokasi di lereng Gunung Bromo dikabarkan mengalami kerusakan.

Bangunan setinggi sekitar 3 meter dan lebar 2,5 meter itu, rusak parah di bagian ujung atas bangunan. Sementara dua bangunan bernama Padmasana tersebut, terletak di titik yang berbeda .

Ketua PHDI Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto membenarkan, adanya informasi bangunan Padmasana di Lereng Gunung Bromo yang mengalami kerusakan.

Rusaknya bangunan sendiri, baru diketahui Sabtu siang sekitar pukul 01. 00 WIB, saat ada umat hendak melakukan persembahyangan.

“Kalau kerusakan karena apa, kita masih belum tau penyebabnya. Apa karena faktor alam atau lainnya. Yang jelas saya sendiri baru besok, akan cek langsung ke lokasi,”terang Bambang, via selulernya, Minggu (8/12/19).

Baca  Kepedulian Koramil 0820/ 17 Pakuniran Terhadap Kehidupan Umat Beragama
Dua Bangunan Sembahyang Warga Hindu Tengger Bromo Dirusak Orang Tidak Dikenal. (Foto: Risty)
Dua Bangunan Sembahyang Warga Hindu Tengger Bromo Dirusak Orang Tidak Dikenal. (Foto: Risty)

Bambang berharap, Umat Hindu yang ada di sekitar lereng Gunung Bromo, agar tetap tenang dan menjalankan aktifitas seperti biasanya. Serta tak mudah terprofokasi, dengan informasi yang masih belum jelas kebenarannya.

Lanjut Bambang, bangunan Padmasana sendiri yang mengalami kerusakan, satu terletak di lereng Gua Widodaren dan laimnya di lereng Widodaren. Untuk bangunan Padmasana sendiri, masuk bangunan baru atau bukan bangunan sejarah.

Terpisah Kapolsek Sukapura, Iptu Sugeng Hariono mengatakan, belum mendapat laporan adanya kerusakan tempat persembahyangan Umat Hindu Suku Tengger tersebut.

[risty] — via qarao-post

Rabu, 22 Januari 2020