Home » Peristiwa » Ekspedisi Penemuan Artefak Lingga Yoni Desa Karangtengah
Ekspedisi Penemuan Artefak Lingga Yoni Desa Karangtengah. (Foto: Dodik)
Ekspedisi Penemuan Artefak Lingga Yoni Desa Karangtengah. (Foto: Dodik)

Ekspedisi Penemuan Artefak Lingga Yoni Desa Karangtengah

QARAO.com, Kediri – Petani Desa Karangtengah, dikejutkan dengan temuan benda berbentuk segi empat yang berada di pengairan persawahan, dan benda tersebut diduga artefak lingga yoni.

Penemuan tersebut terjadi kemarin, dan dilakukan bersama tim Damar Panuluh Nusantara saat melakukan eksplorasi jejak peninggalan bersejarah masa lalu. sabtu (13/7/2019).

Ekspedisi Penemuan Artefak Lingga Yoni Desa Karangtengah. (Foto: Dodik)
Ekspedisi Penemuan Artefak Lingga Yoni Desa Karangtengah. (Foto: Dodik)

Saat ditemui Babinsa Koramil Kandangan Sertu Agus Prayogi, salah satu tim Damar Panuluh Nusantara, Rianto, menjelaskan bahwasannya temuan benda berbentuk segi empat tersebut adalah lingga yoni.

Dikatakan Rianto, lingga yoni yang ditemukan itu terbuat dari batu andesit. Hal ini didasari atas karakteristik batu andesit yang sudah ia kenali dari berbagai tempat, dan ia berani memastikan batu tersebut sudah berusia ratusan tahun.

Baca  Temuan Batu Bata Kuno Diduga Struktur Candi, Ini Penjelasan Tim Damar Panuluh

Berdasarkan sumber lain, lingga adalah objek atau benda yang akrab dijadikan sarana persembahyangan dalam ajaran agama tertentu, dan lingga berasal dari kata Siwalingga.

Merujuk latar belakang Siwalingga, berkaitan erat dengan eksistensi Dewa Siwa, dan Siwalingga cenderung mengarah pada “kesuburan”.


Ekspedisi Penemuan Artefak Lingga Yoni Desa Karangtengah. (Foto: Dodik)
Ekspedisi Penemuan Artefak Lingga Yoni Desa Karangtengah. (Foto: Dodik)

Lingga yoni juga erat kaitannya dengan keberadaan candi, dan biasanya ditelakkan diatas atau disamping struktur bangunan. Terkait bentuk, lingga yoni bermacam-macam bentuk maupun ukurannya.

Dari hasil pengukuran panjang lingga yoni yang ditemukan di Desa Karangtengah ini tercatat 35 centimeter, lebar 35 centimeter, tinggi 34 centimeter, dan tebal 24 centimeter.

Ekspedisi Penemuan Artefak Lingga Yoni Desa Karangtengah. (Foto: Dodik)
Ekspedisi Penemuan Artefak Lingga Yoni Desa Karangtengah. (Foto: Dodik)

Pengukuran yang dilakukan berstatus sementara, karena lingga yoni tersebut berwujud tidak utuh alias terpotong sebagian.

Baca  Atlet Tinju Kota Cirebon Raih Enam Perunggu di Porda Jabar XIII 2018

Saat ditemukan, kondisi benda tersebut cukup ironis, lantaran tertutup lumpur secara keseluruhan.

Kendati saat ditemukan bentuknya sudah tidak sempurna, seluruh relief yang tergambar pada lingga yoni masih sangat jelas, dan bisa dikenali karakternya.

Ekspedisi Penemuan Artefak Lingga Yoni Desa Karangtengah. (Foto: Dodik)
Ekspedisi Penemuan Artefak Lingga Yoni Desa Karangtengah. (Foto: Dodik)

Menurut Trimo (54 tahun), petani Desa Karangtengah, ia tidak menyangka kalau dilokasi aktifitasnya menggeluti sektor pertanian, ternyata ada benda purbakala.


Ia sendiri mengakui tidak tahu menahu, mana batu peninggalan masa lalu, dan mana batu biasa.

Demikian juga Mulyono (57 tahun) warga Desa Karangtengah, lokasi temuan benda purbakala tersebut dengan rumahnya hanya berjarak sekitar 200 meter.

Ia cukup kaget kalau areal persawahan yang sudah dikenalinya sejak lahir hingga sekarang, ada benda purbakala.

Baca  Melintas Dan Berjalan di Rel Kereta Api, Pria Asal Probolinggo Tewas Tubuhnya Terbelah 2

Menurutnya, areal persawahan dilokasi penemuan lingga yoni itu, diketahuinya tidak memiliki riwayat adanya benda-benda purbakala, dan baru kemarin, ia mengetahuinya.

Belum dapat dipastikan, lingga yoni tersebut dibuat pada masa pemerintahan siapa, dan tahun berapa benda itu dibuat.

Hal ini disebabkan pihak otoritas yang menanganinya, dalam hal ini Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, belum menentukannya. (dodik)

PeristiwaLeft Menu Icon