Home » Inform » Enam Desainer Indonesia Pamerkan Kekayaan Wastra Nusantara di Slovakia
desainer

Enam Desainer Indonesia Pamerkan Kekayaan Wastra Nusantara di Slovakia

QARAO.com, Jakarta – Enam desainer Indonesia bakal memamerkan karya wastra Nusantara di ajang Indonesia-Slovakia Fashion Day ‘Bratislavske Modne Dny’ pada 17 September mendatang di Slovakia.

Kegiatan ini merupakan pertama kalinya Indonesia turut serta di pekan mode Slovakia. Lewat pameran busana ini diharapkan dapat memperluas pemasaran dan pengenalan kekayaan kain Nusantara di Eropa Timur pada khusunya.

“Banyak desainer memilih tampil di Belanda, Paris dan Milan. Kenapa kita tidak coba menjemput bola di Eropa Timur? Semoga dengan ini bisa semakin memperkenalkan kain dan juga pariwisata Indonesia di sana,” ungkap Emi Chaniago, Promotor Beautiful Indonesia di Jakarta, baru-baru ini.

Baca  VIDEO: Tekab 134 Polresta Palembang Tembak dan Tangkap Kakak Adik Pelaku Pembunuhan

Keenam desainer yang turut ambil bagian di ajang pekan mode Slovakia akan menampilkan koleksi yang mengangkat kain khas Nusantara dari sejumlah daerah. Antara lain Rudy Chandra dengan batik parang, Malik Moestaram dengan batik Jawa Barat, Nita Seno Aji dengan kain Sumba, Ida Guriz dengan Tapis Lampung.

Sementara itu Ariy Arka juga akan menyulap kain tenun Lombok dan Tapanuli Utara menjadi busana milenial.

“Biasanya Abee identik dengan busana pria, tapi nanti saya akan bawa 24 koleksi womenswear bergaya streetstyle yang tengah diminati milenial,” ujar Ariy Arka.

Ariy Arka merupakan salah satu desainer program mitra Binaan Pertamina yang sukses mengibarkan usaha fashion dengan label Abee Indonesia.

Baca  VIDEO: Tumpahan Solar Pertamina di Sungai Gerong Mengganggu Warga, Ikan Mati Mendadak

Nantinya, keenam desainer tersebut juga akan mengenalkan koleksi mereka di Beograd Serbia dan Athena dengan dukungan Pertamina. Ada 7 sektor yang menjadi fokus program mitra Binaan Pertamina, salah satunya adalah fashion. Para mitra tak hanya mendapat bantuan modal, melainkan pelatihan, memperluas pasar hingga mengikuti pekan mode nasional dan dunia.

Model dukungan kolaboratif antar mitra ini, menjadi upaya mempertemukan mitra binaan. Tujuannya, agar bisa saling mendukung satu sama lain dalam menopang keberlanjutan usaha mitra.

“Sehingga mereka bisa menemukan pasar atau pemasok bahan baku dari sesama mitra Binaan Pertamina yang kami rasakan sangat positif dalam keberlanjutan usahanya,” ujar Dewi Sri, Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region III.

Sabtu, 19 Oktober 2019