Home » Opini » H. Asep Syaripudin, NU Jawa Barat dan DPD RI

H. Asep Syaripudin, NU Jawa Barat dan DPD RI

Oleh: Adlan Daie

Wakil Sekretaris PWNU JBR

 

H. Asep Syaripudin, NU Jawa Barat dan DPD RI

 

Pemilu serentak 2019, bukan hanya memilih pasangan capres-cawapres dan anggota DPR RI/DPRD melainkan juga memilih anggota DPD RI sebagai representasi daerah di mana masing-masing provinsi di Indonesia diwakili empat orang yang dipilih melalui proses seleksi elektoral dalam pemilu serentak 2019.

Karena itu, memilih anggota DPD RI dan anggota DPR RI sama pentingnya dalam memperjuangkan kepentingan Di daerah dan rakyat di wilayah yang diwakilinya di kedua lembaga negara tersebut yang secara konstitusional setara kedudukannya dengan fungsi-fungsi yang saling menguatkan satu sama lain.

Dalam kontestasi pemilu serentak 2019, calon tetap anggota DPD RI dari Provinsi Jawa Barat dengan jumlah pemilih terbesar dibanding provinsi lain di Indonesia terdaftar berjumlah 80 orang dari beragam latar belakang profesi dan organisasi.


Salah satunya, adalah H Asep Syaripudin, Wakil Ketua PWNU Jawa Barat (2017-2022), Ketua Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha Nahdliyyin (PW HPN) Jawa Barat (2017-2022), Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatu Ulama (PP ISNU), Lembaga Kesejahteraan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKK NU) dan sederet organisasi lainnya seperti menjadi Ketua HIPKI (2017-2022) dan Wakil Ketua Sinergi Nawacita Indonesia (SNCI, 2018-2023).

Baca Juga  Korupsi Massal Anggota Dewan dan Matinya Empati

Selain itu rekam jejaknya di dunia usaha dan pengalaman politiknya sebagai Tenaga Ahli (TA) DPR RI selama delapan thn (2009-2017).

Dalam konteks di atas itulah, maka mensukseskan H. Asep Syaripudin (No urut 40 dalam daftar calon tetap) untuk terpilih menjadi anggota DPD RI dari Provinsi Jawa Barat pada pemilu 2019 menjadi ikhtiar politik kita bersama warga Nahdiyin di Jawa Barat.

Pencalonannya meskipun menurut Undang-Undang no 7 Thn 2017 tentang Pemilu, bersifat perorangan akan tetapi dari sisi rekam.

Jejak organisasinya yang panjang di lingkungan organ-organ ke NU-an sebagaimana disebutkan di atas, jelas merepresentasikan sebagai calon DPD RI yang mewaliki rumpun warga NU Jawa Barat.

Dari perspektif ini pula, hemat penulis, memperjuangan H. Asep Syaripudin terpilih menjadi anggota DPD RI dalam kontestasi pemilu 2019 adalah bagian dari cara kita bersama menjaga “marwah politik” warga NU Jawa Barat.

Sebenarnya jika merujuk pada data hasil pemilu sebelumnya terkait kontestasi politik DPD RI yang dimulai pada Pemilu 2004, peluang H. Asep Syaripudin sangat besar untuk terpilih menjadi anggota DPD RI dari Provinsi Jawa Barat sebagai representasi warga NU Jawa Barat.

Baca Juga  Isu Lingkungan Hidup Buram Dalam Debat Capres Ke-2

Pada pemilu 2004, KH Sofyan Yahya, Ketua PWNU Jawa Barat saat itu dan karena itu merepresentasikan Wlwarga NU Jawa Barat, terpilih menjadi anggota DPD RI Periode 2004 2009.

Selanjutnya, pada pemilu 2009 bahkan dua representasi NU Jawa Barat, terpilih menjadi anggota DPD RI Periode 2009-2014, yakni KH Sopyan Yahya, Mukhtasyar PWNU Jawa Barat dan Hj. Ela Giri Komala, Ketua PW Muslimat Jawa Barat.

H. Asep Syaripudin, NU Jawa Barat dan DPD RI
H. Asep Syaripudin, NU Jawa Barat dan DPD RI

Pada kontestasi pemilu 2014, baik H. Eman Suryaman dan Hj Ela Giri Komala, karena lemahnya soliditas dukungan warga NU Jawa Barat, keduanya sebagai representasi warga NU Jawa Barat, tidak berhasil terpilih menjadi anggota DPD RI, terpaut tipis secara elektoral dari calon calon lain di posisi empat besar yang berhak terpilih menjadi anggota DPD RI.

Karena itu, bercermin dari hasil pemilu untuk DPD RI di atas, adalah tanggung jawab kita bersama untuk. mengembalikan minimal salah satu kursi DPD RI dari Provinsi Jawa Barat ke pangkuan NU Jawa Barat dalam kontestasi pemilu 2019, dengan memilih dan mensukseskan H. Asep Syaripudin, Calon DPD RI nomor urut 40, yang dari sisi rekam jejak organisasinya secara historis dan faktual tak diragukan lagi mewakili penuh representasi NU Jawa Barat.

Baca Juga  Refleksi Hari Pers Nasional

Sudah pasti tanggungjawab kita tidak berhenti semata-mata mensukseskan H. Asep Syaripudin menjadi anggota DPD RI mewakili Provinsi Jawa Barat, tapi istiqamah menjaganya agar posisi politiknya di lembaga DPD RI nanti dengan pengalaman politiknya yang memadai benar-benar tetap dalam koridor representasi politik yang diwakilinya.

Mengutip salah satu fungsi politik dalam kitab Al “Ahkam As sulthoniyah”, karya Imam Al Mawardi, yang mendahului pandangan pakar-pakar politik modern seperri Prof Herbiet Perth dan Prof Williem Liddle serta Prof Meriam Budiardjo, bahwa “Asy syiayah Li Hifdid din Wa syiasyatud dun nya”, maka terpilihnya H. Asep Syaripudin, sebagai anggota DPD RI nanti secara agregasi politik harus mampu menjaga warna “Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah” di Jawa Barat dan “mensiasati” kepentingan “dunia” warga NU Jawa Barat terutama di bidang pesantren, pendidikan kegamaaan dan pemberdayaan ekonominya.

OpiniLeft Menu Icon