Home » Terkini » Harga Bawang Putih Mahal Pedagang Dan Penjual Resah
Harga Bawang Putih Mahal Pedagang Dan Penjual Resah (Foto: Risty)

Harga Bawang Putih Mahal Pedagang Dan Penjual Resah

QARAO.com, Probolinggo – Selama sepekan terakhir harga Bawang Putih di Kota Probolinggo, mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Naiknya harga tersebut, membuat sejumlah pedagang bawang putih kelimpungan.

Seperti yang terjadi di Pasar Wonoasih, Kota Probolinggo. Tak sedikit pedagang setempat mengaku resah, atas tingginya harga jual di pasaran. Sementara permintaan pembeli kian menurun, seiring mahalnya harga bawang putih.

Dikatakan salah seorang pedagang setempat, Firda saat ini harga bawang putih di pasaran menyentuh angka Rp 45 perkilogram. Angka tersebut naik signifikan dari sebelumnya, yakni Rp 21 ribu perkilogram.

Tingginya harga bawang putih, membuat berkurangnya daya beli pelanggan di pasaran, dimana biasanya laku terjual sekitar 1 sampai 2 kwintal, namun saat ini hanya 0,5 kwintal saja.

Baca  Rem Blong, Truk Pengangkut Tebu Masuk Jurang Sedalam 15 Meter

“Kalo mahal begini pembeli menurun, sudah harga tinggi pembeli sedikit. Saya harap harganya bisa normal lagi,”ungkap Firda, Rabu (24/04/2019).

Harga Bawang Putih Mahal Pedagang Dan Penjual Resah (Foto: Risty)

Hal sama diungkapkan Hidayati, pedagang bawang putih lainnya. Ia berharap dinas terkait segera menormalkan harga bawang putih dipasaran, tingginya harga bawang putih saat ini berdampak pada penghasilannya berjualan.

Menurutnya kenaikan harga bawang putih saat ini, bisa dikatakan lebih dari angka 100 persen. “Dulu saya kulaknya sekitar Rp 18 — 20 ribu perkilogram, tapi sekarang naik jadi Rp 41 ribu perkilogram.

“Semoga harganya lekas kembali normal, saya harap ada langkah serius dari dinas terkait mengatasi tingginya harga ini. Kalo seperti ini terus, bisa-bisa pedagan merugi karena sedikit terus yang beli,”harap Hidayati.

Baca  Makam Kakek dan Cucu Terpaksa Dipindahkan Karena Beda Pilihan Caleg

Namun demikian saat ditanya terkait stok bawang putih di pasaran, Hidayati mengaku ketersediaannya mencukupi, bahkan normal. Hanya saja harganya selangit, yang membuat pedagang menjerit.


“Untuk pasokan sih tercukupi, tapi harganya yang tinggi. Saya gak tau juga kenapa kok bisa naik, padahal biasanya tak begini. Ya semoga segera turun saja, sebentar lagi kan mau bulan ramadan, takutnya harga bawang putih semakin melambung,”tandasnya.

. (Risty)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TerkiniLeft Menu Icon