Home » Inform » Hendak Serang Polsek, Pemuda di Probolinggo Diamankan
Hendak Serang Polsek, Pemuda di Probolinggo Diamankan. (Foto: Risty)
Hendak Serang Polsek, Pemuda di Probolinggo Diamankan. (Foto: Risty)

Hendak Serang Polsek, Pemuda di Probolinggo Diamankan

QARAO.com, Probolinggo – Anggota Kepolisian Sektor Krejengan, Kabupaten Probolinggo diserang seorang pemuda menggunakan celurit, Kamis malam (05/9/19). Beruntung secara sigap, petugas bisa melumpuhkan pelaku hingga tak sampai jatuh korban.

Informasi dihimpun, peristiwa terjadi sekitar pukul 18. 15 WIB atau selepas azan maghrib. Pelaku yang diketahui bernama Mohamad Sukri (29) warga Dusun Bawaan, Desa Kedung Caluk, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo mengendarai motor, masuk ke Mapolsek secara ugal-ugalan.

Tak hanya itu, pelaku bahkan memainkan gas motornya jenis Honda GL Max warna ungu berulang-ulang, hingga akhirnya ditegor petugas. Merasa tak terima, pelaku bahkan masuh ke ruang piket lalu marah-marah, sembari menggebrak meja.

Baca  Pengedar Sabu Ditangkap Dijalur Pantura Probolinggo

Pelaku akhirnya terpaksa dilumpuhkan, setelah mencoba mencabut sajam yang dibawanya, dimana diselipkan dipinggang. Guna proses lebih lanjut, pelaku kemudian diserahkan ke Mapolres Probolinggo.

Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto membenarkan ditangkapnya pemuda yang hendak menyerang Mapolsek Krejengan. Dari pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti.

Hendak Serang Polsek, Pemuda di Probolinggo Diamankan. (Foto: Risty)
Hendak Serang Polsek, Pemuda di Probolinggo Diamankan. (Foto: Risty)

Di antaranya sebilah senjata tajam (celurit), 1 unit sepeda motor GL max, dan 2 unit ponsel. Kemudian ada 1 lembar karpet warna hitam, 1 botol kosong minuman keras jenis drum wiski, 1 bungkus rokok dan 1 buah korek gas.

“Pelaku sudah diamankan, namun pelaku belum bisa kami periksa lantaran ada beberapa faktor, yang menjadi kendala,”kata Riyanto, Jum’at (06/9/19).

Baca  Dua Curanmor Dihadiahi Timah Panas Petugas Satreskrim Polres Probolinggo

Lanjutnya, soal motif Riyanto menduga pelaku marah-marah karena dibawah kendali minuman keras dan pengaruh obat-obatan terlarang.

Sementara dari catatan polisi, pelaku sebelumnya pernah terlibat perkara penganiayaan berat pada tahun 2014 dan divonis 8 bulan di Pengadilan Negeri Kraksaan.

[risty]

— via qarao-post

Jum'at, 20 September 2019