Home » Terkini » HIPMI Lumajang Target 10.000 Binaan UKM
HIPMI Lumajang Target 10.000 Binaan UKM (Foto: Fuad)

HIPMI Lumajang Target 10.000 Binaan UKM

QARAO.com, Lumajang, Di Tahun 2019 ini, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Lumajang, akan ciptakan pengusaha pengusaha muda di Kabupaten Lumajang, lebih dari ribuan orang.

Seperti disampaikan Ketua HIPMI Kabupaten Lumajang, Achmad Dahlan Al Muchlish, menyontohkan bahwa owner Batik Notonegoro, yang berawal dari pengusaha start up.

“Saat ini, anggota HIPMI Lumajang masih ada 114 anggota dan 750 binaan UKM. Karena seringnya mengikuti acara fashion week. Oleh pemerintah diberikan peluang seperti Bupati Jember,” kata Alan panggilan akrabnya.

Owner Batik Notonegoro sendiri, Indi Wulandari, dirinya sering juga di buli.

“Tapi percaya diri, yang diwarisi orang tua kita, menjadi diri sendiri. Jangan menyianyikan keinginginan tersebut,” ucap Indi ketika memberikan paparan terhadap peserta.

Baca  Anak Korban Tsunami Selat Sunda Asal Indramayu Dibantu Belajar di Pesantren

Sebagai pengusaha, kata Indi tidak boleh memilih-milih teman. Semua harus dirangkul. Tidak boleh gengsi. Peluang sekecil apapun wajib diambil.

“Pengusaha pengusaha muda dapat menimba ilmu kepada siapapun tanpa pandang mereka itu siapa agar menjadi maju,” tambahnya.

HIPMI Lumajang Target 10.000 Binaan UKM (Foto: Fuad)

Selain itu, kehadiran Kapolres Lumajang, AKBP Muhamad Arsal Sahban SH SIK MM MH, dalam sambutannya juga berharap Kapolres akan memberikan pengamanan untuk segala segi.

“Keamanan akan di jaga, semua bisa menjadi pengusaha. Banyak potensi yang bisa dikembangkan di Kabupaten Lumajang,” papar AKBP Arsal.

Dan kata AKBP Arsal, Bupati Lumajang pun siap mendukung pengembangan potensi wisata atau potensi lainnya demi Kabupaten Lumajang.

“Seperti kelor, dapat dikembangkan sebab saat ini lagi viral,” bebernya.

Baca  Ngamuk Bawa Sajam ODGJ di Kota Probolinggo Ditangkap Petugas Satpol PP dan TNI/ Polri

Tidak perlu kecil hati, kata Kapolres Lumajang yang baru. Kita wajib percayakan kepada orang lain.

“Cara mengolahnya, produk lokal bisa disinergikan dengan TNI atau Polri,” pungkasnya.

. (Fuad)

Selasa, 12 November 2019