Home » Terkini » Hope, Orangutan Ditembak 74 Peluru, Pelaku Dihukum Adzan 1 Bulan, Aktifis: Tidak Ada Efek Jera
Hope, Orangutan Ditembak 74 Peluru, Pelaku Dihukum Adzan 1 Bulan, Aktifis: Tidak Ada Efek Jera. (Foto: Dok. YEL - SCOP)
Hope, Orangutan Ditembak 74 Peluru, Pelaku Dihukum Adzan 1 Bulan, Aktifis: Tidak Ada Efek Jera. (Foto: Dok. YEL - SCOP)

Hope, Orangutan Ditembak 74 Peluru, Pelaku Dihukum Adzan 1 Bulan, Aktifis: Tidak Ada Efek Jera

QARAO.com, Aceh – Dua remaja asal Aceh yang menjadi pelaku penembakan orangutan betina bernama Hope dengan 74 peluru beberapa waktu lalu, dikenai sanksi yang relatif ringan.

Hope, Orangutan Ditembak 74 Peluru, Pelaku Dihukum Adzan 1 Bulan, Aktifis: Tidak Ada Efek Jera. (Foto: Dok. YEL - SCOP)
Hope, Orangutan Ditembak 74 Peluru, Pelaku Dihukum Adzan 1 Bulan, Aktifis: Tidak Ada Efek Jera. (Foto: Dok. YEL – SCOP)

Kedua remaja yang masih berusia 16 dan 17 tahun itu dikenai sanksi sosial berupa kewajiban mengumandangkan adzan Maghrib dan Isya selama satu bulan.

Terkait lokasi, mereka harus membawakan panggilan sholat saat hari sudah petang dan menjelang malam, di masjid atau mushola desa tempat mereka tinggal, yakni Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

Sebagaimana diberitakan ABC, sanksi itu diterapkan kepada dua pelajar SMP itu dengan alasan masih di bawah umur sehingga tidak bisa ditindak secara pidana.

Baca  Tambah Hiburan di Wisata Gunung Bromo Saat Erupsi, Ojek Kuda Gelar Pacuan di Lautan Pasir

Bukan mendapat dukungan, pemberian sanksi sosial jenis ini justru mendatangkan banyak kecaman, karena dinilai tidak mendatangkan efek jera.

Apalagi dengan melihat kondisi Hope yang saat ini mengalami kebutaan permanen akibat puluhan senapan angin yang bersarang di hampir sekujur tubuhnya.

Direktur Center for Orangutan Protection (COP) Ramadhani, begitu menyayangkan mengapa kasus ini dibawa ke jalur hukum, malah kedua pelaku dikembalikan ke orangtua.

“Memang kedua pelaku masih anak-anak saya paham ada UU Perlindungan Anak, tapi tindakan yang mereka lakukan diatas kewajaran anak di bawah umur,” kata Ramadhani.

“Karena mereka cukup berani mengambil anak orangutan dari induknya, kemudian menembaki induknya dengan setidaknya 74 peluru senapan angin lalu mereka juga melanggar aturan penggunaan senapan angina,” lanjutnya.

Baca  Racik Petasan Meledak, Penjaga Gedung SDN Kritis, Rumdin Hancur

Ramadhani menyebut masih ada jalur hukum dapat ditempuh dengan menyesuaikan usia kedua pelaku.

“Jadi demi ada efek jera, seharusnya mereka berdua tetap diadili dan dijerat UU no 5 tahun 1990, baru sanksi hukumnya nanti disesuaikan dengan usia mereka. Kalau hanya dikembalikan ke orangtua seperti ini, seolah-olah UU konservasi SDA itu tidak ada,” ungkapnya.

Ia menyebut penanganan kasus ini menunjukkan ketidakseriusan pemerintah dalam menangani kasus perlindungan satwa langka, termasuk orangutan.

Hope, Orangutan Ditembak 74 Peluru, Pelaku Dihukum Adzan 1 Bulan, Aktifis: Tidak Ada Efek Jera. (Foto: Dok. YEL - SCOP)
Hope, Orangutan Ditembak 74 Peluru, Pelaku Dihukum Adzan 1 Bulan, Aktifis: Tidak Ada Efek Jera. (Foto: Dok. YEL – SCOP)

Induk orangutan itu diberondong 74 peluru pada pertengahan Maret 2019 dan melukai kaki, tangan, mata, dan jari tangannya.

Hope kemudian ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut, karena kondisinya sempat kritis akibat banyaknya peluru senapan angin tersebut. (kompas)

Jum'at, 20 September 2019