Home » Global » Indomie Jadi Makanan Favorit Tahanan di Australia, Inilah Sebabnya
Indomie dan Permen Jadi Makanan Favorit Tahanan di Australia, Ini Sebabnya. "Indomie Special Fried Curly Noodles" (Foto: seriouseats.com)
Indomie dan Permen Jadi Makanan Favorit Tahanan di Australia, Ini Sebabnya. "Indomie Special Fried Curly Noodles" (Foto: seriouseats.com)

Indomie Jadi Makanan Favorit Tahanan di Australia, Inilah Sebabnya

QARAO.com, Jakarta – Indomie, makanan cepat saji buatan Indonesia, ternyata menjadi makanan favorit para penghuni rumah tahanan di Australia. Para tahanan ini dilaporkan ketagihan makan Indomie.

Pemerintah negara bagian Victoria di Australia sampai-sampai harus mengeluarkan anggaran lebih dari 500 ribu dollar Australia atau setara Rp 5,3 miliar untuk membeli Indomie dalam dua tahun ini.

Indomie dan Permen Jadi Makanan Favorit Tahanan di Australia, Ini Sebabnya. "Indomie Special Fried Curly Noodles" (Foto: seriouseats.com)
Indomie dan Permen Jadi Makanan Favorit Tahanan di Australia, Ini Sebabnya. “Indomie Special Fried Curly Noodles” (Foto: seriouseats.com)

Menurut laporan Nine News secara khusus menyoroti adanya jatah indomie buat napi sebagai pemborosan. Uang dari wajib pajak Negara Bagian Victoria setahun terakhir dihabiskan lebih dari 500.000 Dollar Australia (setara Rp5,3 miliar) untuk memborong Indomie jatah napi. Sedangkan satu juta dollar Australia lainnya (setara Rp10,6 miliar) habis buat membeli permen dan cokelat.

Baca  VIRAL.. Balerina Gemuk Ini Buktikan Semua Bentuk Tubuh Itu Indah

Berdasarkan respons yang muncul di Twitter soal liputan tersebut, pemerintah Victoria dinilai terlalu memanjakan napi. Kementerian Kehakiman Australia serta Menteri Utama (setara gubernur) Victoria, Daniel Michael Andrews, dituding lalai menjalankan tugasnya.

“Mengapa pemerintah menghabiskan lebih 1,5 juta dollar (setara Rp16 miliar-red) untuk membeli makanan instan dan permen?” kata Jaksa Agung Victoria John Pesutto.

Dalam pembelaannya, pemerintah setempat mengklaim mi instan Indomie dan manisan tersebut sangat populer karena rasanya enak, tapi mereka tidak dapat jatah begitu saja. Indomie tersebut hanya akan diberikan pada napi yang berkelakuan baik.


Setelah mendapatkannya, para napi di penjara Australia itu diizinkan menjual jatah mi instan dan permen mereka kepada napi lain. Praktik ini dianggap bisa menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan napi. 

Setiap tahanan dibolehkan membeli Indomie dan makanan ringan lainnya dengan uang yang mereka dapatkan dari bekerja di dalam penjara.

Baca  Bayi Bernama Google di Bekasi dan Cerita di Baliknya

“Ini bagian penting untuk menyakinkan masyarakat yang mau bekerja dan belajar tentang mengelola dana secara tepat dan ini bagian dari mekanisme manajemen tahanan dan penjara,” kata Brett Collins, Grup Aksi Tahanan, organisasi advokasi bagi tahanan.

Mie instan telah menjadi berperan sentral dalam budaya rumah tahanan. Di Amerika Serikat, Indomie sebagai makanan ringan bagi para tahanan bahkan telah digunakan sebagai alat tukar, menggantikan rokok. Ini metode pembayaran yang lebih menyenangkan bagi para tahanan.

Selain itu, harga sebungkus Indomie sekitar setengah dolar Australia, membuat makanan ini menjadi hidangan termurah dan makanan favorit tahanan di penjara negara itu.

Baca  VIDEO: Tak Terima Ditegur Karena Merokok di Dalam Kelas, Siswa Persekusi Guru

Realitasnya, ongkos pembelian mi instan itu mencapai 5,49 Dollar Australia atau Rp80 ribu per hari untuk membeli makanan ini. Biaya tersebut menurut publik lebih tinggi dari pengeluaran sehari-hari ($1.90 atau Rp27 ribu) kebanyakan orang di dunia yang hidup di bawah garis kemiskinan. Biaya makan yang tinggi bagi napi di Australia dikhawatirkan membuat mereka betah di penjara.


 

— Indomie dan Permen Jadi Makanan Favorit Tahanan di Australia, Ini Sebabnya —

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GlobalLeft Menu Icon