Home » Pilihan » Indonesia Surga Olahraga Bahari
Indonesia Surga Olahraga Bahari. (Foto: Charles)
Indonesia Surga Olahraga Bahari. (Foto: Charles)

Indonesia Surga Olahraga Bahari

QARAO.com, Raja Ampat – Membangun pariwisata berarti harus pula mengembangkan daya tarik wisata (attractions). Umumnya daya tarik wisata kekinian adalah buatan manusia.

Padahal, Indonesia telah memiliki banyak destinasi yang memiliki daya tarik alamiah.

Destinasi yang memiliki pesona alamiah ini salah satunya adalah Raja Ampat, Papua Barat, Labuan Bajo, NTT, Pulau Weh, Aceh dan masih banyak lagi.

Untuk kawasan yang memiliki daya tarik alamiah ini diperlukan penataan termasuk kebijakan yang sesuai untuk mejaga kelestarian alamnya dan pengemasan paket wisatanya.

Jarak dan waktu tempuh menuju destinasi juga harus mendapat perhatian agar ada akses yang sesuai menuju destinasi wisata (accessible), sementara fasilitas pendukung pariwisata (amenities) seperti hotel, penginapan, homestay dan restoran juga harus disiapkan.

Daya tarik wisata di negara maritim seperti Indonesia adalah pariwisata maritim. Pariwisata bahari atau maritim banyak dikaitkan dengan kegiatan olahraga seperti memancing, berlayar, menyelam, kano, kayak, dayung serta snorkeling. Wisatawan menikmati rekreasi baik di atas permukaan maupun di bawah air.


Indonesia Surga Olahraga Bahari. (Foto: Charles)
Indonesia Surga Olahraga Bahari. (Foto: Charles)

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mengungkap hampir semua pengunjung kawasan wisata minat khusus seperti Raja Ampat, adalah peminat olahraga bahari.

Hal ini ditegaskan Asisten Deputi Bidang Olahraga, Seni dan Budaya Maritim Kosmas Harefa dalam Pembahasan Fasilitasi Pengembangan Atraksi Wisata Berbasis Olahraga Bahari (1-2 Desember 2018).

Baca Juga  Menko Maritim: Dunia Akan Lebih 'Mengenal' Indonesia Lewat AM IMF-WB

“Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari pulau Weh sampai Raja Ampat bisa dikatakan surganya olahraga bahari. Pulau Weh di Aceh memiliki diving site yang luar biasa, Nias digemari peselancar seluruh dunia, Labuan Bajo, sampai Raja Ampat yang telah menjadi geopark nasional ini, semuanya alami dan semuanya luar biasa” ujar Kosmas.

Nah, atraksi wisata yang dapat dikembangkan tentunya adalah atraksi wisata berbasis olahraga bahari, kenapa? Karena selain secara alamiah potensinya sudah ada, kita juga harus mengutamakan kelestarian lingkungannya karena yang dimiliki kawasan ini bukanlah man made marvel but God made marvel yang harus kita jaga bersama.

Indonesia Surga Olahraga Bahari. (Foto: Charles)
Indonesia Surga Olahraga Bahari. (Foto: Charles)

Olahraga Rekreasi

Olahraga bahari di kawasan wisata perlu dikembangkan sebagai olahraga rekreasi yang menyenangkan, aman dan berkesan agar wisatawan memperpanjang masa tinggal dan datang berkali-kali.

Muhammad Hanif Fikri mewakili Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, memaparkan, setidaknya ada 200 lokasi selam di Raja Ampat dari Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool.

Indonesia Surga Olahraga Bahari. (Foto: Charles)
Indonesia Surga Olahraga Bahari. (Foto: Charles)

“Jadi memang tidak cukup sekali atau dua kali untuk menikmati Raja Ampat,” tuturnya.

Agus Widayanto mewakili Kementerian Kelautan Perikanan, aktivis Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), dan assessor sertifikasi pemandu wisata maritim menekankan bahwa pemandu wisata lokal harus dibina dan disertifikasi dengan sertifikat yang diakui Internasional.

Baca Juga  Permudah Publik Sampaikan Aspirasi, Kemenko Maritim Luncurkan Aplikasi PESAN

Pada beberapa daerah yang telah mengembangkan sektor pariwisata, terbukti bahwa sektor pariwisata berkontribusi nyata terhadap penciptaan peluang kerja. Mulai dari usaha akomodasi, transportasi, souvenir hingga pemandu wisata.

“Pemandu wisata adalah ujung tombak wisata minat khusus. Tidak hanya di Raja Ampat, tapi di seluruh dunia” tuturnya,

Indonesia Surga Olahraga Bahari. (Foto: Charles)
Indonesia Surga Olahraga Bahari. (Foto: Charles)

Sertifikasi ini untuk menegaskan kemampuan pemandu wisata kita memenuhi standar internasional, mengingat wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat, umumnya wisatawan mancanegara.

Pesona Indonesia khususnya Raja Ampat tidak bisa disamakan dengan tempat lain. Di Raja Ampat saja bawah lautnya memiliki 553 Jenis Karang.

Raja Ampat adalah rumah dari 70 persen jenis karang yang ada didunia. 1456 Jenis ikan karang, yang paling kaya didunia, 699 Jenis Molusca, 5 Jenis Penyu, 16 Jenis Mamalia Laut (Cetacean).

Indonesia Surga Olahraga Bahari. (Foto: Charles)
Indonesia Surga Olahraga Bahari. (Foto: Charles)

“Ini surga di bawah laut. Di atas laut, pesona geopark Raja Ampat dengan bukit-bukit karst, aktivitas susur gua, tracking dan hiking, aktivitas cruising dengan kapal Phinisi benar-benar luar biasa. Yang bukan penyelam pasti akan mencoba snorkeling untuk bisa melihat indahnya bawah laut ini.”

Baca Juga  Kisah Aldi 'Life of Pi' dari Manado, Bertahan Hidup 49 Hari Terombang-Ambing di Laut

“Di sini pemandu wisata lokal harus berperan aktif, atau bahkan pemerintah daerah dapat mewajibkan adanya pendampingan pemandu wisata lokal untuk keamanan dan kenyamanan juga sebagai garis depan penjaga kelestarian lingkungan.”

Kosmas menuturkan baru-baru ini, Pantai teluk Maya pulau Kho Phi Phi, Thailand harus ditutup karena mengalami kerusakan lingkungan yang diakibatkan aktivitas mass tourism.

“Raja Ampat sebagai kawasan wisata minat khusus harus dijaga dari mass tourism yang merusak,” tuturnya.

Pariwisata Berkelanjutan

Asdep Kosmas menegaskan terkait pengambil kebijakan mengenai betapa pentingnya keberlanjutan dalam aktivitas perencanaan, pembangunan dan pengelolaan suatu kawasan wisata.

“Kita menghindari eksploitasi yang berlebihan,” ujar Kosmas.

Ia menambahkan, Kemenko Kemaritiman sangat memperhatikan kebijakan yang mengembangkan pariwisata berkelanjutan.

Kemenko Kemaritiman berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Daerah dan pihak-pihak lain yang diperlukan demi pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Terkait olahraga bahari, aktivitas seperti selam, snorkeling hingga memancing perlu diwajibkan ada pendampingan dari pemandu bersertifikat.

Pemandu harus memiliki referensi yang sangat baik tentang lingkungan, tentang biota yang ada, memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan juga kelestarian alam.

“Ini semua demi menyejahterakan masyarakat. Masyarakat juga harus dilibatkan untuk menjaga dan mengawasi.” pungkas Kosmas.

(Charles)

PilihanLeft Menu Icon