Home » Terkini » Indonesia Urutan 2 Penderita TBC di Dunia, Tim Medis Puskesmas Kampanyekan Bahaya Rokok dengan Menukar Nasi Bungkus
Indonesia Urutan 2 Penderita TBC di Dunia, Tim Medis Puskesmas Kampayekan Bahaya Rokok dengan Menukar Nasi Bungkus. (Foto: Risty)
Indonesia Urutan 2 Penderita TBC di Dunia, Tim Medis Puskesmas Kampayekan Bahaya Rokok dengan Menukar Nasi Bungkus. (Foto: Risty)

Indonesia Urutan 2 Penderita TBC di Dunia, Tim Medis Puskesmas Kampanyekan Bahaya Rokok dengan Menukar Nasi Bungkus

QARAO.com, Probolinggo – Mengkampanyekan dengan melakukan gerakan masyarakat untuk selalu hidup sehat sering di dengungkan dengan berbagai cara, salah satunya adalah yang dilakukan oleh sejumlah ibu-ibu staf Puskesmas Jati, kader lingkungan serta para pelajar yang ada di Kota Probolinggo dengan memakai kostum unik.

Indonesia Urutan 2 Penderita TBC di Dunia, Tim Medis Puskesmas Kampayekan Bahaya Rokok dengan Menukar Nasi Bungkus. (Foto: Risty)
Indonesia Urutan 2 Penderita TBC di Dunia, Tim Medis Puskesmas Kampayekan Bahaya Rokok dengan Menukar Nasi Bungkus. (Foto: Risty)

Puluhan ibu ibu, kader lingkungan serta para pelajar di Kota Probolinggo melakukan aksi turun ke jalan pada pagi hari. Mereka mengkampanyekan bebas asap rokok. Uniknya pengendara yang kedapatan sedang merokok langsung dirazia dan rokok yang dihisap diminta dan ditukar dengan sebungkus nasi. Jumat (7/9/2018).

Kampanye bebas asap rokok tersebut digelar pertigaan jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. 

Baca  Natal dan Tahun Baru Aman dan Damai, Polisi bersama Forkopimda Kota Probolinggo, Musnahkan 3972 Botol Miras dan 12 Penjual Diamankan

Kostum yang dikenakan juga unik, mulai miniatur bungkus rokok dengan merek diplesetkan, yakni “maraiboros”, “sepurane gus”, “jarum pentul” Dan masih banyak lagi. Berbagai miniatur puntung rokok juga ditampilkan dalam kampanye ini.

Indonesia Urutan 2 Penderita TBC di Dunia, Tim Medis Puskesmas Kampayekan Bahaya Rokok dengan Menukar Nasi Bungkus. (Foto: Risty)
Indonesia Urutan 2 Penderita TBC di Dunia, Tim Medis Puskesmas Kampayekan Bahaya Rokok dengan Menukar Nasi Bungkus. (Foto: Risty)

Dalam aksinya mereka melakukan teatrikal dengan berbusana yang menggambarkan bahaya rokok. Terlihat juga para ibu-ibu yang ‘merazia’ para pengendara yang kedapatan merokok atau membawa rokok. Mereka kemudian diberhentikan dan diminta menukar rokok dengan sebungkus nasi.

Kepala Puskesmas Jati, drg Endah Ayu Lestari mengatakan, aksi ini merupakan upaya mewujudkan gerakan hidup sehat di tengah kehidupan masyarakat terutama tentang bahaya rokok bagi kesehatan dan lingkungannya. 

Asap rokok yang mengandung zat adictif bila masuk kedalam tubuh akan menyebabkan dampak negatif terutama pada organ seperti paru-paru dan jantung,” ujarnya.

Baca  Sandiaga di Malang: Pesan Pak Haji Prabowo, Kampanye Harus Sejuk Jangan Dipecah-Belah
Indonesia Urutan 2 Penderita TBC di Dunia, Tim Medis Puskesmas Kampanyekan Bahaya Rokok dengan Menukar Nasi Bungkus. (Foto: Risty)
Indonesia Urutan 2 Penderita TBC di Dunia, Tim Medis Puskesmas Kampanyekan Bahaya Rokok dengan Menukar Nasi Bungkus. (Foto: Risty)

“Alasan aksi ini, pengguna atau penghisap rokok kian hari semakin menghawatirkan. Bahkan penggunanya hingga anak-anak. Dengan kondisi tersebut, staf dan kader Puskesmas Jati, Kota Probolinggo, menggelar kampanye bebas rokok.

Dengan mengkampanyekan bebas asap rokok ini, diharapkan ke depan Indonesia yang menempati peringkat ke 2 pengidap TBC terbanyak di dunia bisa terus turun.


Indonesia Urutan 2 Penderita TBC di Dunia, Tim Medis Puskesmas Kampayekan Bahaya Rokok dengan Menukar Nasi Bungkus. (Foto: Risty)
Indonesia Urutan 2 Penderita TBC di Dunia, Tim Medis Puskesmas Kampayekan Bahaya Rokok dengan Menukar Nasi Bungkus. (Foto: Risty)

Peserta Aksi, Fauzi Iskandar yang juga Ketua RT setempat, mengatakan, kami sangat senang bisa mengikuti aksi bebas asap rokok ini.

“Kita harus terbebas dari asap rokok di lingkungan dan keluarga kita karena sangat berbahaya, kami mengajak kader posyandu binaannya.

Baca  Patuhi Aturan Kampanye, Presiden Jokowi Stop Bagikan Sepeda Sementara

“Diharapkan masyarakat dan keluarga bisa berperilaku hidup sehat tanpa asap rokok,” terangnya. (Risty)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TerkiniLeft Menu Icon