Home » Terkini » JakartaAnimalAidNetwork Sesalkan Pembunuhan Massal Anjing Rabies di Lombok
JakartaAnimalAidNetwork Sesalkan Pembunuhan Massal Anjing Rabies di Lombok (Foto: kicknews)
JakartaAnimalAidNetwork Sesalkan Pembunuhan Massal Anjing Rabies di Lombok (Foto: kicknews)

JakartaAnimalAidNetwork Sesalkan Pembunuhan Massal Anjing Rabies di Lombok

QARAO.com, Lombok – Sebagai lanjutan dari pemberitaan media minggu lalu tentang penyebaran wabah rabies di Indonesia, kemarin Jakarta Post akhirnya memberitakan pesan yang selama ini kami coba sebarkan: bahwa perdagangan daging anjing dan pengawasan serta pencegahan rabies merupakan 2 hal yang sangat bertentangan!

JakartaAnimalAidNetwork Sesalkan Pembunuhan Massal Anjing Rabies di Lombok (Foto: kicknews)
JakartaAnimalAidNetwork Sesalkan Pembunuhan Massal Anjing Rabies di Lombok (Foto: kicknews)

Koalisi Dog Meat Free Indonesia berkomitmen untuk meneruskan proses perundingan dengan Pemerintah dan kampanye menyebarkan kesadaran publik untuk memastikan bahwa respon yang manusia atas penyebaran rabies ditindaklanjuti dan tautan dokumentasi tentang perdagangan daging anjing dan wabah rabies semakin dipahami dan diikuti dengan tindakan yang mendukung.

“Kami tahu dari puluhan tahun pengalaman di seluruh dunia bahwa cara paling efektif dan cara satu-satunya untuk menghindari virus rabies ini adalah dengan melakukan vaksinasi kepada 70% populasi anjing. Tapi hal ini juga memerlukan pengawasan proses transportasi anjing dan menghentikan pembunuhan anjing massal karena hal ini akan memperburuk keadaan” – Lola Webber, co-founder Change For Animald Foundation

Baca  Relawan Jokowi Gelar Mancing Gratis, Ribuan Orang Berduyun–duyun ke Selokan Mataram

Kami juga mengetahui dari penyelidikan selama bertahun-tahun bahwa salah satu penyebab berlangsungnya perdagangan anjing antar propinsi dan antar pulau tanpa adanya peraturan yang tegas adalah untuk dagingnya.

Hal ini menyebabkan penularan rabies dan berpotensi dalam penyebaran wabah rabies dengan konsekuensi yang akan ditanggung baik oleh manusia maupun hewan.

“Perdagangan daging anjing tidak ada hubungannya dengan budaya atau tradisi. Ini adalah mengenai kesehatan dan keamanan publik dan Pemerintah perlu menanggapi hal ini dengan serius” – Karin Franken, co-founder Jakarta Animal Aid Network

Walaupun hanya 7% penduduk Indonesia yang mengkonsumsi daging anjing, perdagangan ini 100% mengancam kesehatan dan keamanan penduduk dan anjing di Indonesia.

Baca  VIDEO: Dalam 4 Tahun Masa Jokowi, Jumlah Desa Tertinggal Berkurang Signifikan

Pesan yang kami sampaikan sudah mulai beredar dan sebagai salah satu pendiri koalisi Dog Meat Free Indonesia, kami tidak akan berhenti berjuang sampai dilakukan tindakan untuk melarang perdagangan daging anjing, mengakhiri pembunuhan anjing massal dan pemberian vaksinasi dan edukasi secara massal untuk memastikan lingkungan yang aman dan penuh kasih untuk kita semua.

(Jakartaanimalaidnetwork)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TerkiniLeft Menu Icon