Home » Terkini » Kasus Peredaran Pil Koplo di Kota Probolinggo Meningkat 30 Persen
Kasus Peredaran Pil Koplo di Kota Probolinggo Meningkat 30 Persen. (Foto: Risty)
Kasus Peredaran Pil Koplo di Kota Probolinggo Meningkat 30 Persen. (Foto: Risty)

Kasus Peredaran Pil Koplo di Kota Probolinggo Meningkat 30 Persen

QARAO.com, Probolinggo – Kasus peredaran dan penggunaan obat-obatan keras, berbahaya di Kota Probolinggo naik sekitar 30 % sejak awal tahun hingga September tahun 2018.

Informasi itu disampaikan, Kajari Kota Probolinggo, Martiul Chaniago, saat melakukan pemusnahan barang bukti hasil tindak kejahatan, di halaman kantor kejaksaan negeri setempat, Selasa (25/09/2018).

Kajari mengatakan, tindak kejahatan utamanya menyangkut peredaran dan penggunaan obat-obatan keras berbahaya, yang diatur UU NO 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan, terpantau meningkat signifikan.

Sejak awal tahun, jumlah kasus yang berkaitan UU Kesehatan ada sekitar 51 kasus, Narkotika 20 kasus, Tembakau Gorila 1 kasus, dan Ganja 1 kasus.

Baca Juga  Hotel Tempat Ahmad Dhani Menginap Dikepung Massa Tolak #2019GantiPresiden

“Di tiap bulannya, kasus edar serta penggunaan obat keras berbahaya meningkat. Dan rata-rata pelakunya, merupakan kalangan remaja,” tutur Kajari.

Kasus Peredaran Pil Koplo di Kota Probolinggo Meningkat 30 Persen. (Foto: Risty)
Kasus Peredaran Pil Koplo di Kota Probolinggo Meningkat 30 Persen. (Foto: Risty)

“Untuk rincian barang bukti Narkoba itu diantaranya, Pil Trihexiphenidyl 4. 087 butir, Dextro 1. 164 butir, Shabu 10 gram, Ganja 1,6 kilogram, dan Tembakau Gorila 4 gram,” terangnya.


Ribuan barang haram tersebut, kemudian dimusnahkan petugas dengan cara diblender serta dibakar. Selain pihak Kejaksaan, hadir juga Kadis Kesehatan, perwakilan Polresta, dan Pengadilan Negeri Kota Probolinggo.

Tak hanya kasus Narkoba, pemusnahan juga dilakukan terhadap tindakan kejahatan lainnya, dimana barang bukti yang diamankan meliputi 25 buah senjata tajam dengan 25 kasus, dan 53 buah handphone.

Baca Juga  494 Paket Conventer Kit (CT) ke Nelayan Kecil Probolinggo

Seluruh barang bukti itu, juga dimusnahkan petugas dengan cara dihancurkan menggunakan Palu, ataupun dipotong-potong memakai Gerinda.

“Jadi pemusnahan untuk seluruh barang bukti ini, merupakan bagian kasus kejahatan yang telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo, dan sudah diselesaikan atau Inkrah,” tandasnya. (Risty)

TerkiniLeft Menu Icon