Home » Terkini » Keluh Kesah Pengusaha Ikan Asin Saat Musim Hujan, Merugi
Keluh Kesah Pengusaha Ikan Asin Saat Musim Hujan, Merugi (Foto: Risty)

Keluh Kesah Pengusaha Ikan Asin Saat Musim Hujan, Merugi

QARAO.com, Probolinggo — Sejumlah pelaku usaha pengeringan ikan di kampung nelayan Mayangan, Kota Probolinggo, mulai kelimpungan seiring intensitas hujan yang kerap mengguyur wilayah setempat.

Kondisi tersebut, diketahui sudah terjadi semenjak sepekan terakhir. Hujan yang kerap turun, membuat proses pengeringan ikan semakin lama.

Seperti dialami Hasan (27), pemilik usaha pengeringan ikan. Akibat hujan yang sering turun, membuat proses pengeringan ikan yang biasanya selesai selama 2 hari, molor menjadi 4 hingga 5 hari kerja.

Kondisi itu membuat biaya operasional membengkak, serta mengurangi untung yang didapat. Dalam sehari Saodah menyebut, harus mengeluarkan biaya pegawai sebesar Rp 25 ribu untuk 5 orang pekerjanya.

Baca Juga  Neno Warisman Gunakan Mikrofon Pesawat, Lion Air periksa Pilot dan Kru Pesawat

“Biasanya biaya produksi hanya Rp 500 ribu untuk 5 orang pegawai untuk 2 hari, sekarang bisa Rp 1 juta lebih pak. Ya karena proses pengeringan semakin lama. Karena kurang panas, sebagian ikan juga ada yang cepat membusuk,”ungkapnya, Senin (21/01/19).

Hasan menyampaikan, dalam sekali melakukan pengeringan, jumlah ikan yang dikeringkan sekitar 1 hingga 2 ton. Sementara jenis ikan yang dikeringkan diantaranya ikan kuniran, ikan Jenggelek, ikan Punti, dan ikan Kapasan.


Keluh Kesah Pengusaha Ikan Asin Saat Musim Hujan, Merugi (Foto: Risty)

Jika dijual ke pasaran ikan Kuniran dihargai Rp 30 ribu perkilogram, Ikan Jenggelek Rp 45 ribu perkilogram, Ikan Punti Rp 30 ribu perkilogram dan Ikan Kapasan Rp 20 ribu perkilogram.

Baca Juga  PKL Bakal Tempati Relokasi Sementara GOR Kedopok

Disebutkannya, jika tak hanya dirinya yang kelimpungan lantaran pengaruh musim hujan yang terjadi saat ini. Ada sekitar 4 pemilik pengeringan ikan lainnya di kampungnya, yang juga mengalami kondisi sama.

Sementara Saodah (35), pemilik usaha pengeringan ikan lainnya. Menurutnya guna menyiasati tingginya biaya produksi, Hasan mengaku terpaksa menaikkan harga jual ikan kering antara Rp 5 hingga Rp 10 ribu perkilogram. Langkah itu diambilnya, agar dirinya tidak merugi.

“Kalo musim hujan gini, ya harganya dinaikkan pak. Karena kalo tidak dinaikkan, kita yang bingung untuk menutupi biaya produksi biar gak merugi,”tandasnya.

Para usaha kecil menengah (UKM) ikan asin kering, berharap bantuan Pemerintah Kota Probolinggo, untuk memberi alat untuk pengeringan ikan asin, agar usahanya terus beraktifitas di saat musim hujan.

Baca Juga  VIDEO: Langgar Aturan Imigrasi, Tujuh WNA Diamankan Polres Padang Pariaman

. (Risty)

TerkiniLeft Menu Icon