Home » Pilihan » Kesaksian TGB Soal Bacaan Sholat Maghrib Jokowi: Sangat Terang
Kesaksian TGB Soal Bacaan Sholat Maghrib Jokowi: Sangat Terang. (Foto: Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden / Bey Machmudin)
Kesaksian TGB Soal Bacaan Sholat Maghrib Jokowi: Sangat Terang. (Foto: Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden / Bey Machmudin)

Kesaksian TGB Soal Bacaan Sholat Maghrib Jokowi: Sangat Terang

QARAO.com, Lombok – Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi mengaku menjadi saksi bagaimana Presiden Jokowi melantunkan ayat suci Al-Quran saat menjadi imam sholat maghrib di tenda posko darurat gempa Lombok. Menurut TGB bacaan Salat Jokowi cukup baik dan jelas.

TGB menceritakan bahwa Presiden Jokowi sempat menggelar rapat terbatas di posko utama penanganan gempa Lombok. Lima menit setelah mendengar paparan, mantan Walikota Solo itu memanggilnya, dan mengutarakan keinginannya untuk menjenguk warga yang menjadi korban gempa.

“Beliau tengok saya lalu bilang, “Kita jenguk masyarakat saja, Tuan Guru”. Saya tanya, Pak Presiden mau jenguk di lokasi mana? Beliau jawab, terserah Tuan Guru. Lantas semua kalang kabut. Naik mobil, lalu turun di salah satu lokasi dekat pinggir selokan,” ucap TGB.

Baca  Jokowi: TNI Nomor Satu di Asean, Nomor 15 di Dunia, Jangan Ada yang Meremehkan
Kesaksian TGB Soal Bacaan Sholat Maghrib Jokowi: Sangat Terang. (Foto: Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden / Bey Machmudin)
Kesaksian TGB Soal Bacaan Sholat Maghrib Jokowi: Sangat Terang. (Foto: Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden / Bey Machmudin)

Presiden Jokowi pun berbincang-bincang dengan sejumlah warga yang rumahnya hancur karena gempa. Presiden menanyakan tentang kondisi terakhir sambil bagi-bagi buku, kerudung dan sembako. Menjelang malam, beliau memutuskan untuk kembali ke tenda. Di tengah jalan, Presiden Jokowi mampir ke tenda yang ada di tengah lapangan. Saat berada di sebuah tenda pengungsi, Jokowi lalu mengajak rombongannya untuk salat Magrib terlebih dahulu sebelum meninggalkan lokasi.

“Saat itu ajudan beliau mengingatkan, Musalah tidak layak dan air minum untuk wudhu, beliau tetap berkeras. Jadilah, kami salat disitu,” ucap TGB.

Semua telah siap untuk menunaikan sholat magrib. Hanya satu yang belum dipastikan, yakni siapa yang menjadi imam sholat. Presiden Jokowi sendiri mempersilakan TGB untuk menjadi imam.

Baca  Daftar Bursa Menteri Muda Jokowi Beredar, Ferdinand: Ada yang Belum Layak

“Tiga kali Pak Jokowi mempersilakan saya jadi imam, ‘Ayo, Tuan Guru,”. “Saya minta Beliau yang jadi imam, menghormati tamu. Sekaligus ingin tahu bacaan sholat sehari-hari Beliau”, kata TGB menceritakan kembali saat Jokowi memintanya untuk menjadi imam salat magrib kemarin.

Namun, TGB berkilah dan mempersilahkan Jokowi memimpin sholat. Hal itu dilakukan sebagai adab menghormati Presiden Jokowi sebagai tamu dan kepala negara.

Kesaksian TGB Soal Bacaan Sholat Maghrib Jokowi: Sangat Terang. (Foto: Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden / Bey Machmudin)
Kesaksian TGB Soal Bacaan Sholat Maghrib Jokowi: Sangat Terang. (Foto: Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden / Bey Machmudin)

Jokowi lalu maju dan mulai mengimami. Maka terungkaplah bagaimana Jokowi melafalkan bacaan sholat, ayat demi ayat.

“Ternyata bacaan beliau sangat terang. Rakaat pertama membaca surat Al-Humazah dan rakaat kedua membaca surat Al-Quraish,” ucap mantan politikus Partai Demokrat sekaligus Gubernur Nusa Tenggara Barat itu.

Sehabis sholat, Presiden Jokowi menutup zikir dengan bacaan, “Allahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anna.” Bacaan itu dilanjut dengan doa, “Rabbana aatinaa min ladunka..” yang dikenal juga dengan doa Ashabul Kahfi, dan ditutup dengan doa sapujagat. Terakhir mushafahah dengan jamaah.

Baca  VIDEO: Polsek Narmada Berhasil Amankan 13 Unit Motor Bodong dari Jual Beli Online

“Terima kasih Bapak Presiden. Maghrib yang berkesan,” tutup TGB mengakhiri cerita. Itulah kesaksian TGB soal bacaan sholat maghrib Jokowi. (Virendra)

Jum'at, 20 September 2019