Home » Pilihan » Kesalahan Entry Data Scan C1 Ditemukan KPU Sebanyak 105 Kali
Kesalahan Entry Data Scan C1 Ditemukan KPU Sebanyak 105 Kali (Foto: IG @kpu_ri)
Kesalahan Entry Data Scan C1 Ditemukan KPU Sebanyak 105 Kali (Foto: IG @kpu_ri)

Kesalahan Entry Data Scan C1 Ditemukan KPU Sebanyak 105 Kali

QARAO.com, Jakarta – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan mengungkapkan bahwa KPU menemukan 105 kali kesalahan entry data scan C1 ke sistem penghitungan (situng) KPU. Jumlah kesalahan tersebut merupakan yang terdata hingga Rabu (24/4/19) malam.

Kesalahan Entry Data Scan C1 Ditemukan KPU Sebanyak 105 Kali (Foto: IG @kpu_ri)
Kesalahan Entry Data Scan C1 Ditemukan KPU Sebanyak 105 Kali (Foto: IG @kpu_ri)

Viryan mengatakan, dari jumlah tersebut, terdapat 26 kejadian berdasarkan laporan masyarakat dan 79 kejadian hasil monitoring internal. 

Merespons hal itu, KPU telah memperbaiki 64 kekeliruan dan 41 yang masih dalam proses perbaikan. 

“Setiap ditemukan kesalahan entry data, kita langsung koreksi atau perbaiki. KPU bersungguh-sungguh menjaga proses situng yang sedang berjalan,” tandas Viryan di Jakarta, Kamis (25/4/19).

Baca  Kyai Maman Imanulhaq Pimpin Doa Bersama Relawan Jokowi

Viryan menjelaskan bahwa entry data scan C1 terdapat dua aktivitas, yakni upload scan C1 ke Situng KPU dan meng-entry data-data yang terdapat di form C1 ke situng KPU.

Kesalahan Entry Data Scan C1 Ditemukan KPU Sebanyak 105 Kali (Foto: IG @kpu_ri)
Kesalahan Entry Data Scan C1 Ditemukan KPU Sebanyak 105 Kali (Foto: IG @kpu_ri)

 

Menurut dia, kekeliruan biasanya terjadi saat memasukkan data-data yang terdapat pada form C1 ke situng.

“Makanya, bisa diketahui terjadi kekeliruan karena data yang di-entry berbeda dengan scan C1-nya. Ini juga karena publik yang memberi masukan pada kami, kami ucapkan terimakasih. Jadi, karena keterbukaan KPU itu maka kekeliruan itu diketahui,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Viryan menegaskan bahwa hasil situng bukan dasar bagi KPU menetapkan hasil pemilu 2019. Situng merupakan salah satu bentuk transparansi KPU agar publik bisa mengakses dan mengawal kemurnian suara rakyat. 


“Perlu kami sampaikan sekali lagi situng KPU ini bukan hasil yang ditetapkan KPU. Namun demikian situng merupakan bentuk transparansi dan keterbukaan kami,” pungkas Viryan. (beritasatu)

PilihanLeft Menu Icon