Home » Terkini » KH Moh Hasan Mutawakkil Wakil Ra’is Syuriah PWNU Jatim, Jokowi Selektif Memilih Menteri Periode 2
KH Moh Hasan Mutawakkil Wakil Ra'is Syuriah PWNU Jatim, Jokowi Selektif Memilih Menteri Periode 2
KH Moh Hasan Mutawakkil Wakil Ra'is Syuriah PWNU Jatim, Jokowi Selektif Memilih Menteri Periode 2

KH Moh Hasan Mutawakkil Wakil Ra’is Syuriah PWNU Jatim, Jokowi Selektif Memilih Menteri Periode 2

QARAO.com, Probolinggo – Wakil Ra’is Syuriah PWNU Jatim, KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah meminta presiden RI Joko Widodo agar selektif memilih menteri dalam kabinetnya di periode II.

Menurut KH Mutawakkil, saat ini bangsa Indonesia tengah dihadapkan gencarnya gerakan intoleransi. Dimana sangat berbahaya, lantaran menimbulkan disharmoni dan disintegritas bangsa.

KH Mutawakkil meminta, agar menteri yang dipilih Jokowi nantinya adalah menteri yang mengetahui kebutuhan dan budaya bangsanya. Baik menyangkut ideologi, serta keagamaan yang moderat.

“Harapan saya pak Jokowi selektif, memilih menteri dikepimpinan periode keduanya. Utamanya sosok menteri yang berkaitan dengan pembangunan SDM, baik dilingkup pendidikan, ekonomi maupun layanan kesehatan,”terang KH Mutawakkil, Sabtu (27/7/2019).

Baca  VIDEO: Polsek Sidemen Bali Bagikan Cokelat Valentine Bagi Siswa Berpakaian Adat dan Mengenakan Helm

KH Mutawakkil merujuk hasil survei yang dilakukan UIN Syarif Hidayatullah dan Lembaga Ilmu Pengetahui Indonesia (LIPI), dimana diketahui gerakan mengarah intoleransi di Indonesia, sudah sangat kuat dan deras.

“Ruang pendidikan harus mengantisipasi hal ini, Namun peranan pendidik juga harus mendapat dukungan dan kebijakan pemerintah, untuk penanggulangan radikalisme,”tukasnya.

KH Moh Hasan Mutawakkil Wakil Ra'is Syuriah PWNU Jatim, Jokowi Selektif Memilih Menteri Periode 2. (Foto: Risty)
KH Moh Hasan Mutawakkil Wakil Ra’is Syuriah PWNU Jatim, Jokowi Selektif Memilih Menteri Periode 2. (Foto: Risty)

Oleh karenanya, KH Mutawakkil mendorong pemerintah baik di pusat dan daerah, agar berpihak kepada pesantren, komunitas masyarakat dan komponen bangsa yang benar-benar mampu, menangkal ancaman bangsa dari paham radikalisme.

“Caranya dengan membantu keputusan politik anggaran, dimana harus banyak yang diperuntukkan untuk membackup dan melengkapi kebutuhan, dan infrastruktur seluruh pesantren di Indonesia,”pungkas KH Mutawakkil.

Baca  Posisi Papan Dua Pilkada kota/Kabupaten 2020 se NTB tidak boleh disepelekan

Disampaikan KH Mutawakkil, lingkup pesantren dan komunitas merupakan benteng utama menghadapi serangan paham radikalisme. Menurutnya, pesantren sejak awal merupakan bagian pendiri bangsa.

“Bagi pesantren ‘Hubbul Wathon’ atau nasionalisme itu ibadah, menjaga ideologi agama, bangsa, menjaga budaya dan mensejahterakan masyarakat dan umat, adalah sebuah kewajiban,”paparnya.

KH Mutawakkil berharap masyarakat, pesantren dan pemerintah bisa berkolaborasi dalam membendung gerakan radikalisme. Dimana masyarakat dan pesantren memiliki kekuatan kultur, sementara pemerintah melalui kekuatan strukturalnya.

[risty]

Jum'at, 20 September 2019