Home » Pilihan » Komodo Dijual Rp 500 Juta, Pemprov NTT: BTNK Lemah Dalam Mengawasi TNK
Komodo Dijual Rp 500 Juta, Pemprov NTT: BTNK Lemah Dalam Mengawasi TNK. (ilustrasi, foto: Unesco)
Komodo Dijual Rp 500 Juta, Pemprov NTT: BTNK Lemah Dalam Mengawasi TNK. (ilustrasi, foto: Unesco)

Komodo Dijual Rp 500 Juta, Pemprov NTT: BTNK Lemah Dalam Mengawasi TNK

QARAO.com, Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) menilai Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) lemah dalam mengawasi kawasan Taman Nasional Komodo. 

Komodo Dijual Rp 500 Juta, Pemprov NTT: BTNK Lemah Dalam Mengawasi TNK. (ilustrasi, foto: Unesco)
Komodo Dijual Rp 500 Juta, Pemprov NTT: BTNK Lemah Dalam Mengawasi TNK. (ilustrasi, foto: Unesco)

Hal itu terbukti adanya kasus pencurian komodo yang dibongkar Polda Jatim kemarin.

“Kasus pencurian bayi Komodo adalah salah satu kasus yang membuktikan bahwa BTNK lemah dalam pengawasan di kawasan TNK,” kata Karo Humas Pemprov NTT Marius A Jelamu kepada wartawan di Kupang, yang dilansir Antara, Kamis (28/3/19).

Hal ini disampaikannya berkaitan pembongkaran kasus pencurian bayi Komodo yang berasal dari kawasan Taman Nasional Komodo.

Menurut dia, sudah banyak kasus yang berkaitan dengan eksploitasi di kawasan taman nasional Komodo, seperti perburuan rusa, pemboman ikan, eksploitasi untuk kepentingan shooting, serta yang terakhir adalah pencurian 41 ekor bayi Komodo.

Baca  Diciduk Satpol PP, Ternyata Pengemis Kaya Raya Ini Miliki Kekayaan Rp 1,425 Miliar

Pemprov NTT sendiri kata Marius bertanya-tanya sejauh mana pihak BTNK melibatkan masyarakat di kawasan TNK untuk ikut terlibat dalam menjaga kawasan itu.

“Memang Taman Nasional Komodo itu sangat luas, yakni mencapai puluhan ribu hektar namun tetapi dengan kontrol pengawasan yang baik tentu kawasan luas itu tidak bisa dipakai untuk berbagai tindakan kejahatan,” tutur dia.

Pihaknya juga meminta agar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) secepatnya memberikan TNK untuk dikelola secara penuh oleh Pemprov NTT sehingga berbagai kasus yang sudah terjadi tidak lagi terjadi.

Sebelumnya Polda Jatim menangkap sindikat penyelundupan hewan-hewan langka termasuk komodo yang dijual hingga ke luar negeri. 

Diketahui, seekor komodo bisa dijual hingga Rp 500 juta. Namun ternyata pelaku membeli komodo dari sejumlah oknum hanya seharga Rp 6 juta hingga Rp 8 juta.

Komodo Dijual Rp 500 Juta, Pemprov NTT: BTNK Lemah Dalam Mengawasi TNK. (ilustrasi, foto: Unesco)
Komodo Dijual Rp 500 Juta, Pemprov NTT: BTNK Lemah Dalam Mengawasi TNK. (ilustrasi, foto: Unesco)

Gubernur NTT Viktor B Laiskodat pun geram atas kasus komodo dijual Rp 500 juta ini.

Baca  VIDEO: Macan Tutul Dilepas BKSDA Jabar di Taman Nasional Gunung Ciremai Kuningan

Menurut dia kasus dugaan pencurian bayi Komodo di TNK itu karena memang minimnya pengawasan yang dilakukan oleh BTNK.

Oleh karena itu ia mendesak agar rencana agar NTT mengambil alih TNK itu bisa dilaksanakan secepatnya sehingga NTT mampu menyiapkan ranger-ranger terbaik untuk mengawasi.

“Hal ini karena pengawasannya kurang. Bisa saja juga terjadi adanya permainan karena rentan kendali pengawasan itu terlalu jauh di Jakarta walaupun ada balainya tetapi dengan anggaran terbatas, dan personel yang terbatas hal-hal seperti itu bisa saja terjadi,” tuturnya. (detikcom)

Selasa, 12 November 2019