Home » Pilihan » KPU Tepis Isu Miring Bilangan Biner di Nomor Urut Capres Untuk Manipulasi Suara
KPU Tepis Isu Miring Bilangan Biner di Nomor Urut Capres Untuk Manipulasi Suara. “Komisioner KPU Hasyim Asyari” (Foto: tempo.co)
KPU Tepis Isu Miring Bilangan Biner di Nomor Urut Capres Untuk Manipulasi Suara. “Komisioner KPU Hasyim Asyari” (Foto: tempo.co)

KPU Tepis Isu Miring Bilangan Biner di Nomor Urut Capres Untuk Manipulasi Suara

QARAO.com, Jakarta – Sebagai penyelenggara pemilu, KPU memutuskan nomor urut pasangan capres-cawapres ditambah dengan angka 0 (nol) di depan angka yang sudah diambil masing-masing pasangan calon. 

Artinya, kedua pasangan Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandiaga menggunakan nomor 01 dan 02.

KPU Tepis Isu Miring Bilangan Biner di Nomor Urut Capres Untuk Manipulasi Suara. “Capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto” (Foto: okezone.com)
KPU Tepis Isu Miring Bilangan Biner di Nomor Urut Capres Untuk Manipulasi Suara. “Capres Joko Widodo dan Prabowo Subianto” (Foto: okezone.com)

Komisioner KPU Hasyim Asyari menjelaskan bahwa penambahan angka nol tersebut dari masing-masing calon capres-cawapres merupakan kesepakatan dua kubu.

Hal itu dilakukan untuk membedakan antara nomor urut partai dan nomor pasangan capres-cawapres.

“Pimpinan-pimpinan partai politik mereka lakukan perbincangan dan kebijakan dengan masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden bagaimana teknis penulisan pasangan urut karena kalau ditulis dengan angka 1 atau angka 2 itu ada partai yang nomor urut 1 dan nomor urut 2, sementara yaitu pasangan calon ini diusung oleh kedua pasangan partai politik,” kata Hasyim di KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, (21/9/2018).

Baca Juga  Presiden Salat Gaib untuk Doakan Korban Gempa NTB

Diketahui, penambahan angka 0 di depan nomor urut pasangan capres-cawapres dituding akan berpengaruh terhadap hasil penghitungan suara. Namun KPU membantah tudingan itu dan mengatakan hal itu tidak benar.


“Tidak berpengaruh sama sekali (penambahan angka 0 pada penghitungan suara),” ujar Komisioner KPU Hasyim Asyari, Rabu (26/9/2018).

Anggapan itu bermula karena adanya persepsi bahwa penambahan angka 0 dinilai dapat menimbulkan kesalahan dalam penghitungan suara. 

Hal ini juga dianggap menguntungkan paslon Joko Widodo-Maruf Amin dengan nomor urut 01. Sebab, komputer dengan sistem biner hanya mengenal angka 0 dan 1, sehingga tidak dapat membaca angka 02 atau nomor urut Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Penanggapi polemik ini, Hasyim mengatakan penghitungan suara dilakukan dengan cara manual. Selain itu, hasil penghitungan manual akan dimasukkan ke website KPU. 

“Penghitungan suara Pemilu 2019 dilakukan secara manual dan hasil hitung dalam Formulir C1 di-scan dan diunggah ke website KPU (www.kpu.go.id),” kata Hasyim.

Baca Juga  KPU Ingatkan, Masuk DCT Caleg Tidak Bisa Diganti

Dia menjelaskan penghitungan suara akan disaksikan langsung oleh para saksi. Para saksi dan masyarakat juga dapat mendokumentasikan hasil perhitungan itu.

“Pada saat penghitungan suara wajib terbuka (ditulis dalam Formulir C1 Plano) disaksikan para saksi, pemantau dan warga masyarakat. Semua pihak dapat mendokumentasikan hasil hitung di TPS, dalam Form C1 Plano dengan cara mencatat dan memfoto,” tuturnya.

KPU Tepis Isu Miring Bilangan Biner di Nomor Urut Capres Untuk Manipulasi Suara. “Komisioner KPU Hasyim Asyari” (Foto: tempo.co)
KPU Tepis Isu Miring Bilangan Biner di Nomor Urut Capres Untuk Manipulasi Suara. “Komisioner KPU Hasyim Asyari” (Foto: tempo.co)

Hasyim menambahkan, kesalahan pada hasil penghitungan suara bisa dikoreksi. Koreksi tersebut bisa dilakukan secara langsung atau pun saat rekapitulasi.

“Bila terdapat kesalahan dalam penghitungan dapat dilakukan koreksi saat itu juga. Atau dapat dikoreksi pada proses rekapitulasi oleh penyelenggara, pada tingkat di atasnya (PPK, KPU kabupaten/kota, KPU provinsi dan KPU),” ujar Hasyim.

Baca Juga  Tingkatkan Pemilih Pemula, KPU Sosialisasikan Gerakan Melindungi Hak Pilih

Hasyim juga menampik adanya tudingan pertemuan antara KPU dengan 9 pimpinan parpol koalisi Joko Widodo-Maruf Amin. Dia mengatakan seluruh anggota KPU memiliki agenda masing-masing.

“Tidak benar (ada pertemuan). Lima anggota KPU ada di Cirebon menghadiri pembukaan Rakor Keuangan, saya di Jakarta sejak siang sampai magrib sidang di Bawaslu, Pak Ilham acara di Aceh,” ucapnya.

KPU tepis isu miring ini agar tidak terus menjadi polemik di tengah masyarakat yang akan melakukan pemilihan presiden pada 2019 mendatang. (rnd)

PilihanLeft Menu Icon