Home » Terkini » Maman Imanulhaq : Hentikan Hoax, Jangan Terulang
Maman Imanulhaq : Hentikan Hoax, Jangan Terulang (Foto: Charles)

Maman Imanulhaq : Hentikan Hoax, Jangan Terulang

QARAO.com, Jakarta – Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin, Maman Imanulhaq, mengajak semua pihak menghentikan penyebaran berita bohong atau hoax di media.

“Terutama di tahun politik sekarang ini, hoax akan memanaskan situasi dan memicu pertikaian di masyarakat,” kata Maman merespon hasil survei Polmark Indonesia bahwa hoax menjangkau mayoritas pengguna media sosial.

Polmark memaparkan hasil sejumlah survei yang dilakukan sejak 15 Januari 2016 sampai 11 Juni 2018 dalam forum diskusi bertajuk “Pemilu dan Potensi Retaknya Kerukunan Sosial” di Jakarta, Rabu (29/8/2018).

Tampil sebagai narasumber antara lain pengamat politik, Roy Gerung, peneliti LIPI Siti Zuhro, politikus PDIP, Maruarar Sirait dan Maman Imanulhaq.

Baca  Ditabrak Bus, Sopir Mobil Minibus Tewas Terjepit
Maman Imanulhaq : Hentikan Hoax, Jangan Terulang (Foto: Charles)
Maman Imanulhaq : Hentikan Hoax, Jangan Terulang (Foto: Charles)

Hasil survei menunjukkan, sebanyak 21,2 persen responden sering menemukan hoax di media sosial, 39,6 persen responden mengaku jarang mendapati hoax dan sisanya tidak menjawab. Dengan demikian hoax menjangkau 60,8 persen pengguna media sosial dengan intensitas berbeda.

Maman menegaskan, hasil survei tersebut menunjukkan betapa hoax sudah begitu marak di media sosial. Karenanya, ia mengajak semua pihak untuk menyejukkan tahun politik sekarang ini dengan mengakhiri penyebaran hoax.

“Kalau hoax dibiarkan terus semakin menjadi-jadi berarti kita sengaja menunggu keadaan bertambah genting dan perselisihan di masyrakat semakin meruncing,” ujar dia.

Maman Imanulhaq : Hentikan Hoax, Jangan Terulang (Foto: Charles)

Maman Imanuhaq mengingatkan, jika pertentangan di masyarakat begitu tajam, maka Pilpres akan menyisakan ‘luka’ yang pemulihannya memakan waktu lama.

Baca  VIDEO: Tradisi Unan-Unan Tentukan Bulan dan Tahun Penanggalan Tengger dan Ajang Silaturahim Warga Suku Tengger Gunung Bromo

“Kita tidak ingin terjadi polarisasi yang mencolok di Pilpres tahun depan, karena itu marilah dengan kesadaran penuh kita hentikan pembuatan dan penyebaran hoax,” kata anggota Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Ia mencontohkan terjadinya keretakan kerukunan warga Ibu Kota selama dan sesudah pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta 2017. Maman berharap apa yang terjadi di Pilkada Jakarta tak terulang pada Pilpres tahun depan.

Hasil survei Polmark menunjukkan, Pilkada DKI Jakarta 2017 menyebabkan hubungan pertemanan sesama warga rusak.

Memang sebagian besar responden, 93,8 persen, mengaku hubungan pertemanan mereka tak terganggu dengan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta, namun ada 5,7 persen responden yang menyatakan hubungan pertemanan mereka menjadi rusak.

Baca  Hadapi Pengamanan Pemilu, Polres Probolinggo Kota Gelar Latihan Pra-Operasi Mantap Brata Semeru 2018

“Satu saja keretakan hubungan sosial adalah tragedi demokrasi. Dalam demokrasi yang mapan dipersyaratkan Pemilu sebagai cara bermain yang diterima semau orang. Proses dan hasil Pemilu semestinya tak boleh membuat luka sosial bagi siapapun,” demikian kesimpulan Polmark Indonesia. (Charles)

Selasa, 20 Agustus 2019