Home » Inform » Maraknya Pembunuhan Motif Asmara, Kapolres Probolinggo Himbau Masyarakat Tidak Main Hakim Sendiri, Laporkan Polisi Aja
Maraknya Pembunuhan Motif Asmara, Kapolres Probolinggo Himbau Masyarakat Tidak Main Hakim Sendiri, Laporkan Polisi Aja. (Foto: Risty)
Maraknya Pembunuhan Motif Asmara, Kapolres Probolinggo Himbau Masyarakat Tidak Main Hakim Sendiri, Laporkan Polisi Aja. (Foto: Risty)

Maraknya Pembunuhan Motif Asmara, Kapolres Probolinggo Himbau Masyarakat Tidak Main Hakim Sendiri, Laporkan Polisi Aja

QARAO.com, Probolinggo – Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto maraknya kasus pembunuhan berlatar belakang asmara atau selingkuh, mengimbau masyarakat agar tak main hakim sendiri, utamanya yang menyangkut masalah asmara atau aksi perselingkuhan.

Menurutnya bertindak sendiri dalam sebuah permasalahan, apalagi sampai berujung aksi penganiayaan dan pembunuhan, tidak dibenarkan oleh hukum. Kapolres meminta, agar masyarakat lebih baik melaporkan ke pihak kepolisian, dalam menghadapi sebuah masalah.

“Tidak dibenarkan dalam sebuah perkara, masyarakat main hakim sendiri. Apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang, seperti kasus baru-baru ini yang dialami Warga Leces. Karena istrinya diperkosa, suami lantas menghabisi pelakunya. Dan ini melanggar aturan, dalam hukum,”jelas Eddwi, Jumat (29/11/19).

Baca  Unik Apel HUT Kota Probolinggo Mengenakan Busana Adat Se - Nusantara Dan Menggunakan 5 Bahasa

Lanjut Eddwi, masyarakat hendaknya saling menjaga keamanan dan ketertiban. Saling menghargai dan menghormati, utamanya dalam hubungan keluarga, pasangan suami istri semestinya saling setia dan menjaga keharmonisan.

Kapolres juga menyinggung, terkait kebiasaan masyarakat Kabupaten Probolinggo, dimana kerap membawa senjata tajam dalam aktifitas sehari-hari. Dan hal tersebut, kata Eddwi tidak dibenarkan karena melanggar undang-undang darurat. Kapolres Eddwi meminta, agar masyarakat bisa menempatkan diri, kapan waktunya membawa senjata tajam.

“Banyak masyarakat Probolinggo membawa Sajam saat keluar rumah untuk jaga-jaga, ini tidak dibenarkan. Sajam seperti clurit, golok atau lainnya boleh dibawa saat bekerja saja, seperti ke sawah atau ladang,”imbaunya.

Baca  Dilarang Tulis Ucapan Natal di Kue, TOUS les JOURS Beri Klarifikasi

Diberitakan sebelumnya, Warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terancam dijatuhi hukuman mati atau seumur hidup, lantaran terbukti membunuh sahabatnya. Meski pelaku melakukannya atas dasar membela kehormatannya, tak lain karena istrinya diperkosa korban. Pelaku tetap dijatuhi hukuman berat, lantaran telah sengaja menghilangkan nyawa seseorang.

[risty] — via qarao-post

Minggu, 8 Desember 2019