Home » Pilihan » Meiliana Dibui Karena Mengeluh Volume Adzan, Hakim Pakai Kacamata Kuda
Meiliana Dibui Karena Mengeluh Volume Adzan, Hakim Pakai Kacamata Kuda. (ANTARA FOTO / Septianda Perdana)
Meiliana Dibui Karena Mengeluh Volume Adzan, Hakim Pakai Kacamata Kuda. (ANTARA FOTO / Septianda Perdana)

Meiliana Dibui Karena Mengeluh Volume Adzan, Hakim Pakai Kacamata Kuda

QARAO.com, Jakarta – Meiliana, wanita asal Tanjung Balai ini divonis hukuman penjara selama 18 bulan karena memprotes suara adzan terlalu keras. 

Pengadilan dinilai mencari aman dalam kasus ini, karena menjatuhkan vonis dengan menggunakan pasal penistaan terhadap agama terhadap Meiliana.

Prof Hibnu Nugroho yang merupakan Guru Besar Hukum Acara Pidana Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengatakan, “Saya kira memang kalau putusan pengadilan terlalu melihat dengan kacamata kuda. Kita harus melihat aspek sosial. Rupanya pengadilan mencari aman. Masalah sudah selesai, nanti tergantung banding. Jadi ada dua kubu, saya melihatnya hakim dalam hati kecilnya tidak. Tapi dalam keadaan seperti ini diputus.”

Baca  Presiden Jokowi Saksikan Pengucapan Sumpah Jabatan Hakim Konstitusi

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap Meiliana sesuai dengan tuntutan yang dijatuhkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Menurut Hibnu, bisa saja majelis hakim menjatuhkan vonis bebas atau vonis yang lebih ringan terhadap Meiliana.

Meiliana Dibui Karena Mengeluh Volume Adzan, Hakim Pakai Kacamata Kuda. (ANTARA FOTO / Septianda Perdana)
Meiliana Dibui Karena Mengeluh Volume Adzan, Hakim Pakai Kacamata Kuda. (ANTARA FOTO / Septianda Perdana)

Hibnu menambahkan, “Bisa, tapi kan sekarang kadang-kadang putusan pengadilan yang tidak sesuai masyarakat berisiko juga. Berisiko didemo dan sebagainya.”

Hibnu berpendapat bahwa delik pasal penistaan terhadap agama alias pasal 156 dan 156a KUHP tidak tepat dijatuhkan terhadap Meiliana. Ia juga berharap kasus seperti yang menimpa Meiliana tersebut semestinya tidak dibawa ke meja hijau.

Hibnu juga menganggap bahwa kasus ini terlalu jauh dari masalah penodaan agama.

Baca  Ahok Tolak Hak Asimilasi Demi Hindari Kegaduhan di Masyarakat

Saya melihat kalau dikatakan suatu, itu kok penodaan agama, itu terlalu jauh. Karena di Medan itu kondisi masyarakat sangat plural jumlah pemeluk agama. Kita melihat situasi dan kondisi. Sebetulnya kalau bisa tidak sampai masuk ke ranah peradilan,” tutur Hibnu.

 

Meiliana Dibui Karena Mengeluh Volume Adzan, Hakim Pakai Kacamata Kuda. (rnd)

Selasa, 12 November 2019