Home » Terkini » Membangun Karakter Toleran dari Pesantren Kilat Ramadhan

Membangun Karakter Toleran dari Pesantren Kilat Ramadhan

QARAO.com, Jakarta – The Nusa Institute, lembaga yang concern pada penguatan masyarakat sipil yang toleran, ramah, dan menghargai perbedaan ini kembali menggelar Pesantren Kilat (Sanlat) selama 3 hari dari 17-19 Mei 2019.

Membangun Karakter Toleran dari Pesantren Kilat Ramadhan (Foto: Syahrullah)
Membangun Karakter Toleran dari Pesantren Kilat Ramadhan (Foto: Syahrullah)

Tema yang diusung adalah “Membangun Karakter Toleran dalam Bingkai Semangat Berbagi” ini sebanyak 37 peserta dari tingkatan usia TK hingga SD.

Aneka program kegiatan atraktif dan edukatif disajikan untuk mengasah kedisiplinan dan daya kritis anak.

Karim Bakri, selaku koordinator kegiatan, menyampaikan bahwa tema yang diusung dijabarkan dalam bentuk kegiatan yang mudah dan menyenangkan bagi peserta, mulai dari praktik thaharah, shalat berjamaah, hafalan surah pendek, shalawatan bersama, kisah islami yang inspiratif, games, dan varian praktikum lainnya.

Baca  VIDEO: Kebakaran di ITC Depok, 4 Gerai Makan Ludes Diamuk Si Jago Merah
Membangun Karakter Toleran dari Pesantren Kilat Ramadhan (Foto: Syahrullah)
Membangun Karakter Toleran dari Pesantren Kilat Ramadhan (Foto: Syahrullah)

Direktur The Nusa Institute, Saifuddin Zuhri, juga mengutarakan bahwa sanlat tahun ini adalah yang kelima yang digagas oleh The Nusa Institute sejak 2015.

“Nilai kesederhanaan dan wasathiyyah sudah harus ditanamkan kepada anak-anak sejak dini, dan ini memang menjadi konsen The Nusa Institute sebagai salah satu lembaga di bawah naungan Nasaruddin Umar Office (NUO)”, imbuhnya.

Lembaga yang berdiri sejak 2008 ini memiliki gagasan bahwa masyarakat sipil harus terus didorong agar mampu berperan sebagai pelaku (main subjects) pembangunan untuk menciptakan masyarakat yang berkeadaban (civilized community).

Membangun Karakter Toleran dari Pesantren Kilat Ramadhan (Foto: Syahrullah)
Membangun Karakter Toleran dari Pesantren Kilat Ramadhan (Foto: Syahrullah)

Masyarakat berkeadaban memiliki penghargaan yang tinggi terhadap keragaman serta kesepakatan terhadap nilai-nilai dasar universal dalam dimensi sosial, politik, budaya, dan agama.

Baca  Ramadhan Ceria dengan Sanlat di Sawangan Village

Narasumber dan instruktur yang dilibatkan dalam sanlat ini terbilang berpengalaman mengampu kegiatan sejenis sehingga suasana kegiatan terkesan menyenangkan bagi peserta.

Membangun Karakter Toleran dari Pesantren Kilat Ramadhan (Foto: Syahrullah)
Membangun Karakter Toleran dari Pesantren Kilat Ramadhan (Foto: Syahrullah)

Kegiatan ini terlaksana atas dukungan Yayayasan Paguyuban Ikhlas dan sejumlah donatur perorangan lainnya. Besarnya antusiasme peserta mengikuti kegiatan terlihat dengan keceriaan dan keaktifan mereka mengikuti tahap demi tahap kegiatan yang disajikan.

Semoga ide kreatif The Nusa Institute berusaha memberi kontribusi pada sektor kajian, riset, pelatihan dan publikasi dan informasi serta memfasilitasi berbagai inisiatif untuk penguatan masyarakat sipil yang berorientasi pada interaksi yang inklusif dan konstruktif bagi terciptanya kultur masyarakat yang damai, adil, toleran, dan demokratis. (Fitrah)

Kamis, 22 Agustus 2019