Home » Peristiwa » Membedah Serba Serbi Icon Religi Kota Kediri
Membedah Serba Serbi Icon Religi Kota Kediri (Foto: Dodik)
Membedah Serba Serbi Icon Religi Kota Kediri (Foto: Dodik)

Membedah Serba Serbi Icon Religi Kota Kediri

QARAO.com, Kediri – Salah satu bangunan ibadah yang terletak di jantung Kota Kediri atau tepatnya didepan alun-alun Kota Kediri, disambangi Babinsa Koramil Kota, Serma Mujita. 

Membedah Serba Serbi Icon Religi Kota Kediri (Foto: Dodik)
Membedah Serba Serbi Icon Religi Kota Kediri (Foto: Dodik)

Masjid Agung Kota Kediri yang sangat megah dan luas ini, menarik untuk ditelusuri, baik sejarah maupun bentuk maupun desain bangunannya. Rabu (27/3/19)

Dari pengamatan Serma Mujita, Masjid ini dilengkapi satu menara yang sangat tinggi di sisi tenggara, dan di puncak tertingginya terdapat sebuah kubah berwarna hijau. 

Kubah tersebut berbahan enamel dan merupakan kubah yang dibuat dari bahan plat baja ringan dengan ketebalan berbeda.

Jenis kubah ini sangat mencolok dengan warna yang lebih cerah dan desainnya sangat bervariasi. Warna yang bervariasi menjadi keindahan kubah dan memiliki ciri khas.

Membedah Serba Serbi Icon Religi Kota Kediri (Foto: Dodik)
Membedah Serba Serbi Icon Religi Kota Kediri (Foto: Dodik)

Sedangkan di sisi selatan, tersedia satu gedung yang khusus dijadikan sebagai perpustakaan. Anak tangga yang berderet ditempatkan di bagian depan Masjid dan menghadap langsung ke jalan Panglima Sudirman. 

Tangga ini merupakan akses utama bagi para jamaah untuk menuju ke ruang utama Masjid.

Baca  Eksplorasi Riwayat Air Terjun Irenggolo

Identitas nusantara dari Masjid ini bisa dilihat dari struktur atapnya yang menggunakan model Joglo bersusun tiga. 

Atap yang bersusun tiga ini tidak dirancang sejajar melainkan bersilangan antara atap yang satu dengan yang lainnya.


Tiga tumpukan atap ini jika dilihat melalui udara akan menghasilkan atap masjid yang berdenah seperti bintang delapan. 

Segi delapan dikenal sebagai salam satu simbol dalam Islam dan simbol delapan arah mata angin.

Selain itu, Masjid ini dilengkapi dengan lantai basemen, dan basemen ini digunakan sebagai area pendukung operasional, seperti kamar mandi, tempat wudhu hingga tempat parkir kendaraan bermotor. 

Sedangkan lantai dasar dari masjid ini dijadikan ruang serbaguna yang bisa digunakan sebagai tempat diselenggarakannya berbagai acara keagamaan.

Di dalam masjid, akan terlihat sebuah mimbar kayu dengan ukiran indah ditempatkan di ruang mihrab. Ruang mihrab sendiri juga dihiasi dengan seni kaligrafi dari ukiran kayu yang sangat khas.

Baca  Menguak Candi Bersejarah Di Era Kerajaan Majapahit

Berdasarkan prasasti kayu jati yang pertama, tertulis di mahkota yang dipasang di atas joglo Masjid lama terukir tahun 1771 M, dan diduga Masjid ini dibangun  pertama kali pada tahun 1771 M.

Merujuk prasasti yang kedua, mimbar atau tempat khotib berkhothbah di Masjid ini dibuat dan digunakan pada tahun 1261 H atau 1841 M, dan prasasti kayu jati yang dimaksud berbunyi, “Kolo adegipun minbar Mesjid Ageng ing Kediri sabtu pahing wulan haji kaping lima tahun alif 1261 Min Hijrotin Nabiyyi Min Makkata Ilal Madinah”.

Membedah Serba Serbi Icon Religi Kota Kediri (Foto: Dodik)
Membedah Serba Serbi Icon Religi Kota Kediri (Foto: Dodik)

Pada prasasti ketiga yang terbuat dari bahan marmer, pada tahun 1347 H atau 1928 M, Masjid ini dilakukan pemugaran oleh Bupati Kediri yang bernama KRA (Kanjeng Raden Adipati) Haryo Danudiningrat, adapun bunyi prasasti tersebut, “Mesji Ageng Kediri kamulya aken amarengi dinten rebo wage ping 6 wulan sapar Hijroh 1347 utawi ping 25 juli 1928 saking kerso dalem Kanjeng Raden Adipati Hariyo Danuningrat bupati kaping wolu ing Kediri sarembeg kaliyan poro Muslimin kanthi panyuwun dating Gusti Alloh mugi mugi tiyang Kediri sami pinaringan iman sempurno tebih dating tindak duroko anetepi pangandikanipun Gusti Alloh kadyo ingkang kadhawuhaken ing salebeting alam arwah”.

Baca  Berbagai Penghargaan Bergengsi Aung San Suu Kyi Yang Telah Dicabut

Dari keterangan dilapangan, Masjid Agung Kota Kediri memiliki luas 1388,8 meter persegi untuk lantai dasarnya, sementara lantai satu seluas 1335,1 meter persegi dan lantai dua seluas 396,8 meter persegi.

Akses darat menuju Masjid Agung Kota Kediri mudah dan berbagai arah bisa dilakukan, baik dari arah Ngadiluwih menuju alun-alun Kota Kediri, dari arah Mojoroto menuju jembatan Kediri, dari arah Pesantren menuju alun-alun Kota Kediri maupun dari arah Ngasem menuju Ngadiluwih.

Yang jelas, bangunan ini banyak meninggalkan nilai historis maupun religi, dan Masjid Agung ini merupakan salah satu icon yang tidak dapat dipisahkan dari riwayat keberadaan Kota Kediri. (dodik)

PeristiwaLeft Menu Icon