Home » Jurnal » Mengenal Lebih Dekat Onta Si Penguasa Padang Pasir
Mengenal Lebih Dekat Onta Si Penguasa Padang Pasir
Mengenal Lebih Dekat Onta Si Penguasa Padang Pasir

Mengenal Lebih Dekat Onta Si Penguasa Padang Pasir

QARAO.com – Padang pasir atau gurun yang dipenuhi pasir nan tandus, memiliki suhu ekstrim. Siang hari suhu dapat melampaui 50 derajat Celcius. Sedangkan di malam hari, suhu dapat turun hingga di bawah 10 derajat Celcius. Selain suhu, berjalan di atas pasir juga bukan perkara mudah. Lebih berat dibandingkan berjalan di atas tanah. Belum lagi sumber air sangat sulit ditemukan di gurun pasir.

Unta atau onta hidup berkelompok, dengan pimpinan kelompok seekor pejantan yang dominan. Onta juga hewan yang pandai bersilaturahmi, bersosialisasi dan suka menyapa satu sama lain jika saling bertemu. Umur onta terbilang panjang antara 30 sampai 50 tahun.

Mengenal Lebih Dekat Onta Si Penguasa Padang Pasir. (Foto: exploringnature.org)
Mengenal Lebih Dekat Onta Si Penguasa Padang Pasir. (Foto: exploringnature.org)

Ada dua jenis onta yang dikenal. Pertama, onta dromedaris, atau disebut juga sebagai onta Arab. Onta dromedaris hanya memiliki satu punuk. Biasa ditemukan di Afrika Utara dan Timur Tengah.

Jenis lainnya adalah onta Baktria yang mempunyai dua punuk. Onta ini hidup di Asia Tengah. Apa pun jenisnya, onta memang penguasa padang pasir yang tahan haus dan memiliki perlindungan debu di matanya. Berikut ini hal yang menakjubkan dari onta:

Kaki lebar dan berkulit tebal

Onta mempunyai kaki yang lebar dan berkulit tebal untuk berjalan di atas pasir dan batu, yang seringkali bersuhu tinggi. Walaupun onta membawa beban ratusan kilogram, kaki onta tidak akan terperosok dan terbenam ke dalam pasir. Di samping itu kaki onta yang panjang juga berguna menjauhkan tubuhnya dari radiasi panasnya pasir.

Baca  Presiden Jokowi Terima Pangeran Arab Saudi Jelang Pembukaan Asian Games

Bagian tertentu pada tubuh onta mempunyai kulit yang lebih tebal. Sehingga jika pada siang hari onta berbaring atau duduk di atas pasir panas, onta tidak akan merasakan panasnya pasir. Sebaliknya, pada malam hari yang sangat dingin, tubuhnya dilindungi juga oleh bulu-bulu di seluruh tubuhnya.

Punuk (punggung)

Ternyata punuk onta bukan untuk menyimpan cadangan air. Sebenarnya punuk onta berfungsi untuk menyimpan lemak yang jika diperlukan dapat diubah menjadi air dengan bantuan oksigen hasil respirasi… canggih bukan?

Mengenal Lebih Dekat Onta Si Penguasa Padang Pasir. (Onta dromedaris. Foto: istimewa)
Mengenal Lebih Dekat Onta Si Penguasa Padang Pasir. (Onta dromedaris. Foto: istimewa)

Refill (isi ulang) cadangan lemak

Jadi, ketika onta menggunakan cadangan lemak, isi punuk akan berkurang. Saat onta berpuasa atau tidak makan dalam jangka waktu lama. Tubuh onta akan memproses lemak di dalam punuk menjadi nutrisi. Proses refill (isi ulang) punuk onta terjadi ketika makan dan minum. Punuknya pun akan diisi kembali dengan persediaan lemak.

Tahan Berpuasa

Menurut penelitian, onta dapat bertahan hidup hingga enam bulan tanpa makanan atau air. Pada saat minum, onta dapat mengonsumsi air hingga 115 liter atau sekitar sepertiga berat badannya hanya dalam 10 menit. Tubuh onta terhidrasi lebih cepat dibandingkan hewan mamalia lain.

Pengatur suhu tubuh

Punuk onta juga berfungsi untuk mengatur suhu tubuh. Ini merupakan fitur penting yang ada pada onta karena hidup di gurun pasir dengan suhu yang ekstrim antara siang dan malam hari.

Dengan punuk ini, onta dapat meminimalkan penyekat panas di seluruh tubuh ketika suhu gurun tinggi di siang hari. Sehingga suhu tubuh onta tidak terlalu tinggi. Sebaliknya, ketika malam hari penyekat panas akan berfungsi maksimal agar suhu tubuh onta tidak terlalu rendah.

Baca  Menjemur Pakaian di Dalam Rumah Berisiko Asma Hingga Sesak Nafas

Begitu pula jika onta berkeringat. Penguapan keringat hanya terjadi pada kulitnya, bukan pada rambutnya. Dengan cara pendinginan yang efisien itu, onta mampu menghemat air cukup banyak. onta mampu bertahan dengan kehilangan bobot sekitar 33% karena berkeringat.

Herbivora pemakan kaktus

onta adalah herbivora, tapi onta bukan tipe pemilih makanan. Bibirnya yang tebal memungkinkan untuk makan tanaman berduri seperti kaktus.

Mengenal Lebih Dekat Onta Si Penguasa Padang Pasir. (Onta baktria. Foto: istimewa)
Mengenal Lebih Dekat Onta Si Penguasa Padang Pasir. (Onta baktria. Foto: istimewa)

Hemat Air

Berjalan di gurun pasir yang panasnya ekstrim akan membuat tubuh lebih cepat terdehidrasi. Oleh sebab itu, cairan tubuh harus dihemat.

Onta memiliki sistem respirasi yang hanya meninggalkan sedikit sekali jejak uap air. Setiap kali uap air keluar dari paru-paru saat bernafas, uap air akan diserap kembali oleh tubuhnya melalui sel khusus yang terdapat di hidung bagian dalam.

Onta memiliki ginjal dan usus yang sangat efisien menyaring air. Bentuk urin onta sangat kental dan kotorannya sangat kering.

Baca  Sindir Pemerintah di Dunia Maya, Rakyat Arab Saudi Akan Dipenjara 5 Tahun

Anti debu

Mata onta memiliki membran, alis tebal, dan dua lapis bulu mata yang dapat melindungi mata dari badai pasir. Bulu mata onta bekerja mirip seperti dua buah sisir dengan mata sisir yang saling menutup, sehingga tidak ada pasir yang dapat masuk ke bola mata.

Lubang hidung onta juga unik karena dapat ditutup untuk mencegah masuknya debu dan pasir. Telinganya pun memiliki bulu, di bagian dalam dan luar, untuk menghalangi masuknya pasir ke bagian dalam telinga.

Anti dehidrasi

Kebanyakan makhluk hidup hanya mampu bertahan hingga kehilangan bobot sekitar 3% sampai 4% sebelum terjadi gagal jantung akibat mengentalnya darah. Walaupun onta kehilangan banyak cairan tubuh, darahnya tetap terhidrasi.

Jarang Sakit

Sel darah onta yang berbentuk oval, membuat darah onta tidak mengental pada kondisi darah kebanyakan makhluk hidup sudah mengental. Pada makhluk hidup lain sel darahnya berbentuk bulat. Selain itu onta juga memiliki sistem imunitas yang unik dan dapat mengurangi kemungkinan darah mengental.

Tidak peduli kondisi gurun dan tubuhnya yang berat, onta tetap akan berjalan menjelajahi padang pasir yang tandus. Bahkan onta dapat berlari hingga kecepatan 40 km per jam. Manusia atau kendaraan jika berjalan di gurun pasti tersendat terkena debu dan pasir. Jadi tak berlebihan bukan jika onta disebut penguasa padang pasir?

Kamis, 22 Agustus 2019