Home » Global » Mengenal Teknologi Drone Okhotnik, Drone Siluman Rusia yang Sangat Mematikan
Mengenal Teknologi Drone Okhotnik, Drone Siluman Rusia yang Sangat Mematikan (Foto: The Duran)
Mengenal Teknologi Drone Okhotnik, Drone Siluman Rusia yang Sangat Mematikan (Foto: The Duran)

Mengenal Teknologi Drone Okhotnik, Drone Siluman Rusia yang Sangat Mematikan

QARAO.com, Jakarta – Pesawat tanpa awak (UAV) yang Moskow siapkan untuk menambah persenjataannya bervariasi mulai dari drone kelas ringan hingga ‘monster’ seukuran jet tempur.

Pada Pawai Kemenangan di Moskow bulan Mei lalu, tentara Rusia memamerkan UAV tempur pertamanya. Dulu, militer hanya menggunakan drone untuk misi pengintaian.

Pembunuh baru itu disebut Korsar (Pembajak) dan diproduksi dalam dua varian: sebagai pesawat glider klasik dan UAV dengan baling-baling seperti helikopter. 

Bedanya, UAV dengan baling-baling dapat mendarat hampir di mana saja, sedangkan model glider membutuhkan landasan.

Setiap drone berbobot sekitar 200 kg. Berkat material komposit berkualitas tinggi, peswat ini dapat memetakan medan dan menjatuhkan amunisi ringan yang berpandu atau tidak terarah terhadap musuh dari atas.

Masing-masing UAV juga dirancang untuk menghancurkan target-target kendaraan lapis baja ringan (kendaraan tempur infanteri, pengangkut personel lapis baja/APC, dan benteng-benteng pertahanan kecil), serta mampu mengirimkan bom hingga jarak 200 km dari titik keberangkatannya.


Salah satu drone maut yang dikembangkan Rusia adalah Okhotnik atau Pemburu.

Baca  Polisi Thailand Sita Narkoba Seberat 1 Ton, Politikus yang Terlibat Dikejar Polisi
Mengenal Teknologi Drone Okhotnik, Drone Siluman Rusia yang Sangat Mematikan (Foto: The Duran)
Mengenal Teknologi Drone Okhotnik, Drone Siluman Rusia yang Sangat Mematikan (Foto: The Duran)

Pesawat serang siluman tanpa awak atau Unmanned Combat Air Vehicle (UCAV) terbaru Rusia bernama Okhotnik (Hunter / Pemburu), berhasil menjalani uji penerbangan di Fasilitas Novosibirsk Aircraft Production Association (NAPO), Novosibirsk, Siberia.

Mengutip situs The Drive, Jumat, 25 Januari 2019, drone yang menyerupai RQ-170 milik Amerika Serikat ini terlihat cukup mengesankan dan berukuran besar dengan roda pendarat yang kuat dan terlihat mirip dengan yang digunakan pada desain jet tempur Rusia modern.

Dijelaskan pula bahwa kontrak pengembangan Okhotnik ditandatangani antara Kementerian Pertahanan Rusia dan Sukhoi pada 2011.

Mengenal Teknologi Drone Okhotnik, Drone Siluman Rusia yang Sangat Mematikan (Foto: Business Insider)
Mengenal Teknologi Drone Okhotnik, Drone Siluman Rusia yang Sangat Mematikan (Foto: Business Insider)

Mengenai spesifikasi, Okhotnik memiliki desain sayap terbang, yang mengingatkan kita kepada pembom siluman B-2 Spirit. 

Namun, untuk spesifikasinya sebagai UAV, Okhotnik juga mirip dengan Tian Ying milik China, selain RQ-170.


Baca  Google Chrome Terbaru Memiliki Tampilan Modern Dan Memanjakan Pengguna

Konfigurasi ini juga mirip dengan Northrop Grumman X-47B dan Boeing X-45C Phantom Ray, serta desain UCAV internasional lainnya.

Analis militer Rusia, Dmitry Safonov mengatakan, sebenarnya ukuran pesawat tanpa awak yang sedang dikembangkan Rusia ini akan sebesar jet tempur. 

Namun bedanya adalah bahwa drone itu akan dikendalikan oleh operator yang duduk di depan monitor komputer di pangkalan militer.

Drone Okhotnik menampilkan teknologi siluman dan desain sayap terbang, namun tidak memiliki ekor, serta memiliki berat take-off 20 ton. 

Mengenal Teknologi Drone Okhotnik, Drone Siluman Rusia yang Sangat Mematikan (Foto: The Duran)
Mengenal Teknologi Drone Okhotnik, Drone Siluman Rusia yang Sangat Mematikan (Foto: The Duran)

Pesawat serang tak berawak ini juga memiliki mesin jet dan mampu mengembangkan kecepatan sekitar 1.000 km / jam.

Baca  Suhu 100 Juta Derajat Celcius, Matahari Buatan China Panasnya 6 Kali dari Inti Bumi

“Mengingat perkembangan teknologi modern dan penerapan algoritma kecerdasan buatan pertama untuk perangkat militer, jadi bisa diasumsikan bahwa teknologi komputer yang digunakan pada Okhotnik akan memiliki fungsi pengambilan keputusan secara mandiri dalam menghancurkan target-target individu,” ungkap Safonov.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan bahwa pengintai jarak menengah / penyerang akan mulai resmi beroperasi penuh untuk mendukung mobilitas pasukan pada 2019.

Selain Okhotnik, Rusia sedang mengembangkan beberapa jenis serangan drone. Hal ini adalah versi penyerang dari Forpost medium reconnaissance drone, Orion medium-altitude long-endurance UAV, Altair reconnaissance and strike drone, dengan berat hingga 5 ton. (rbth)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GlobalLeft Menu Icon