Home » Peristiwa » Mengupas Tuntas Keberadaan Calon Arang Dari Berbagai Sudut Pandang
Mengupas Tuntas Keberadaan Calon Arang Dari Berbagai Sudut Pandang (Foto: dodik)
Mengupas Tuntas Keberadaan Calon Arang Dari Berbagai Sudut Pandang (Foto: dodik)

Mengupas Tuntas Keberadaan Calon Arang Dari Berbagai Sudut Pandang

QARAO.com, Kediri – Bangunan yang tidak begitu besar dan cukup sederhana, dan didalamnya bebatuan peninggalan jaman dulu. 

Situs Calon Arang yang terletak di Dusun Butuh, Desa Sukorejo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, menjadi lokasi Serka Suyata untuk menggali segala informasi yang berkaitan dengan peninggalan masa lalu itu.

Mengupas Tuntas Keberadaan Calon Arang Dari Berbagai Sudut Pandang (Foto: dodik)
Mengupas Tuntas Keberadaan Calon Arang Dari Berbagai Sudut Pandang (Foto: dodik)

Untuk mengetahui lebih dalam terkait keberadaan situs Calon Arang ini, Serka Suyata menggandeng 3 orang nara sumber untuk mengeksorasi segala hal yang mungkin bisa menjadi wawasan ataupun pengetahuan tentang sejarah di masa lalu. senin (4/3/2019).

Dikatakan Haryono, menurut Cerita Calon Arang yang beredar, diceritakan seorang janda tua yang berprofesi sebagai tabib di Desa Girah (sekarang Gurah). 

Ia memiliki satu anak perempuan kesayangan dan belum menikah yakni, Ratna Manggali.

Mengupas Tuntas Keberadaan Calon Arang Dari Berbagai Sudut Pandang (Foto: dodik)
Mengupas Tuntas Keberadaan Calon Arang Dari Berbagai Sudut Pandang (Foto: dodik)

Dari versi yang populer, diceritakan masyarakat sekitar mulai memperbincangkan Ratna Manggali yang belum juga menikah.


Mengetahui anak perempuannya menjadi bahan perbincangan marahlah Calon Arang dan meneluh orang-orang sekitarnya.

Peristiwa ini sampai ketelinga Raja Airlangga yang akhirnya meminta bantuan Mpu Baradah dan Calon arang berhasil ditaklukan.

Mpu Baradah menggunakan relasi ibu dan anak, yaitu antara Calon Arang dengan Ratna Manggali, untuk mencari kelemahan Calon Arang. 

Ratna Manggali menjadi kunci untuk membongkar rahasia kekuatan Calon Arang. Siasat ini dilancarkan lewat pernikahan antara Ratna Manggali dengan Mpu Bahula.

Baca Juga  Lyudmila Pavlichenko, Sniper Legendaris Menewaskan 309 Musuh
Mengupas Tuntas Keberadaan Situs Calon Arang Dari Berbagai Sudut Pandang (Foto: dodik)
Mengupas Tuntas Keberadaan Situs Calon Arang Dari Berbagai Sudut Pandang (Foto: dodik)

Dari sudut pandang yang berbeda, Budi Santoso berpendapat, diawal-awal keilmuan Calon Arang digunakan untuk mengobati segala penyakit yang diderita rakyat, dan Calon Arang mendalami ajaran Tantrayana. 

Seluruh ajaran Tantrayana mampu diserap Calon Arang, dan berada pada level teratas, yaitu bisa berkomunikasi langsung dengan para dewa dewi.

Tantrayana, mengutamakan kebajikan dan kebijakan dengan unsur penyatuan jiwa manusia kepada kekuatan diluar kemampuan manusia, yang divisualisasikan sebagai Pancaran Maha Besar, dalam wujud esensi para dewa dewi. 

Setiap orang yang masuk level atas ajaran Tantrayana, terbebas dari keduniawian, nafsu dan kekuasaan.

Dari sini sudah terlihat, bahwa ada perubahan drastis, dari Calon Arang, dan pasti ada sebab akibat. 

Diduga, arahnya kebaikan air susu dibalas keburukan air tuba, ujung-ujungnya berawal amarah dan berakhir pembalasan.

Tidak ujug-ujug menebar ilmu hitam kepada rakyat, tapi ada proses, dan proses itu mengalami puncaknya, ketika nafsu merasuki Calon Arang, yaitu nafsu amarah dan nafsu pembalasan.

Calon Arang memuja dan memohon kepada Bhatari Durga, bila merujuk pada ritual yang dilakukannya, dan ini jelas-jelas sesat, karena mengandung unsur “Sinkretisme”. 

Diduga, Calon Arang mampu kontak langsung dengan Bhatari Durga, dan memperoleh ilmu hitam. 

Tapi, pemujaan dan permohonan kepada Bhatari Durga ini, bukan saat ia mendalami ajaran Tantrayana level terbawah hingga masuk level teratas.

Baca Juga  Riwayat Gempa Bumi dan Tsunami yang Mengguncang Palu dan Donggala Dari Masa ke Masa
Mengupas Tuntas Keberadaan Situs Calon Arang Dari Berbagai Sudut Pandang (Foto: dodik)
Mengupas Tuntas Keberadaan Situs Calon Arang Dari Berbagai Sudut Pandang (Foto: dodik)

Logikanya, orang yang mendalami ajaran Tantrayana hingga level atas adalah orang baik, mustahil orang jahat bisa menembusnya, karena ajaran Tantrayana itu mengedepankan kebaikan sikap, sifat, perilaku dan watak diatas segala-galanya.

Diyakini, orang yang menembus level atas, bisa kontak langsung dengan para dewa dewi, siapapun itu, termasuk Bhatari Durga. 

Orang yang masuk level atas, tidak sembarangan, hanya segelintir saja yang mampu, dan rata-rata adalah para guru. Jadi, kalau mengacu pada logika, dulunya Calon Arang itu baik, tapi berubah menjadi jahat.

Berbeda dengan pandangan Riyanto, menurutnya kisah Calon Arang sendiri memiliki banyak versi, baik dari versi ceritanya, tetapi juga dari sumber lontar tertulis mengenai Calon Arang. 

Tercatat ada sekitar tiga lontar yang menceritakan mengenai kisah Calon Arang.

Lontar pertama, naskah mengenai Calon Arang yang bersumber dari tahun 1460 – 1552 Masehi, di masa pemerintahan Raja Dalem Waturenggong di Kerajaan Gelgel dengan nomor lontar Lor. 5387/5279 berangka tahun 1540.

Lontar Kawit Calon Arang adalah lontar yang menyinggung mengenai kelahiran antara Calon Arang dan Empu Baradah. 

Lontar ini terdiri dari dua lembar, dengan ukuran panjang satu meter dengan lebar tiga centimeter, dan merupakan salah satu koleksi pribadi dari I Wayan Sudarta dari Singapadu, Gianyar.

Baca Juga  Inilah Alasan Atlet Menggigit Medali Emas yang Mereka Menangi

Lontar Babad Calon Arang, bernomor 6596, berjumlah 58 lembar dengan panjang 35 centimeter, dan lebar 3 centimeter dengan menggunakan bahasa Jawa Tengahan. 

Lontar ini yang umumnya dipakai sebagai acuan dalam setiap pertunjukkan, dimulai dari perjalanan Calon Arang dari awal menghamba kepada Dewi Durga, sampai pembalasan Calon Arang ke kerajaan Airlangga dengan dibantu delapan orang Sisiya.

Disisi kesusasteraan, dalam Kakawin Calon Arang, karangan Nyoman Adi Putra, terdapat 18 sargah atau pupuh dengan berbagai metrum di dalamnya. 

Adapun bait-bait yang terdapat dalam Kakawin Calon Arang berjumlah 529 bait.

Namun demikian, Kakawin Calon Arang ditulis tidak secara utuh menggunakan naskah LOr 5387/5279 untuk membangun struktur naratifnya, bila dilihat dari hubungan antar teksnya.

Pada naskah Kakawin Calon Arang yang terdiri dari 18 sargah, hanya tiga sargah atau pupuh yang menunjukkan adanya pertalian kesinambungan yang kuat antara naskah LOr 5387/5279 dengan Kakawin Calon Arang.

Mengupas Tuntas Keberadaan Situs Calon Arang Dari Berbagai Sudut Pandang (Foto: dodik)
Mengupas Tuntas Keberadaan Situs Calon Arang Dari Berbagai Sudut Pandang (Foto: dodik)

Penggalian informasi seputar keberadaan situs Calon Arang ini tidak lebih dan tidak kurang hanya untuk mengetahui koneksi antara sejarah dengan benda-benda yang diyakini merupakan peninggalan bersejarah. 

Dengan penggalian informasi seperti ini, setidaknya turut membantu upaya pelestarian benda-benda peninggalan sejarah masa lalu, termasuk situs Calon Arang ini. (dodik).

PeristiwaLeft Menu Icon