Home » Global » Menteri Keamanan Inggris Salahkan Vladimir Putin Atas Kasus Peracunan Skripal
Menteri Keamanan Inggris Salahkan Vladimir Putin Atas Kasus Peracunan Skripal. Sergei Skripal (Foto: Tass)
Menteri Keamanan Inggris Salahkan Vladimir Putin Atas Kasus Peracunan Skripal. Sergei Skripal (Foto: Tass)

Menteri Keamanan Inggris Salahkan Vladimir Putin Atas Kasus Peracunan Skripal

QARAO.com, Inggris – Awal pekan ini, polisi Inggris merilis gambar-gambar yang diduga pelaku yang meracuni Sergei Skripal dan putrinya, Yulia Skripal. Inggris menyebut tersangka diduga merupakan warga negara Rusia. 

Menteri Keamanan Inggris Ben Wallace mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memiliki tanggung jawab atas serangan agen saraf terhadap mantan agen ganda Rusia di Inggris pada Maret lalu, dilansir dari Aljazeera, Jumat (7/8).

Menteri Keamanan Inggris Salahkan Vladimir Putin Atas Kasus Peracunan Skripal. Sergei Skripal (Foto: Tass)
Menteri Keamanan Inggris Salahkan Vladimir Putin Atas Kasus Peracunan Skripal. Sergei Skripal (Foto: Tass)

Perdana Menteri Theresa May juga menegaskan keterlibatan intelijen militer Rusia tetapi tidak menuduh Putin secara langsung.

Jaksa Inggris mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Alexander Petrov dan Boshirov Rusia, menuntut mereka atas tuduhan konspirasi pembunuhan.

Baca  Dalam Latihan Perang Rusia, China Kirim Tentara Terbanyak

Duta Besar AS untuk London, Woody Johnson, dan pemerintah Australia juga telah menawarkan dukungan mereka untuk sikap Inggris melawan Rusia.

Rusia mempertanyakan tuduhan tersebut. “Nama-nama yang diterbitkan oleh media, seperti foto-foto mereka, tidak ada artinya bagi kami,” kata Maria Zakharova, juru bicara kementerian luar negeri Rusia, kepada kantor berita TASS.

“Pihak Rusia memiliki banyak pertanyaan untuk London”.

Zakharova menuntut otoritas Inggris bekerja dengan Moskow dalam kasus ini.

“Sekali lagi kami menyerukan pihak Inggris untuk menjauh dari tuduhan publik dan manipulasi informasi ke arah kerja sama praktis dari lembaga penegak hukum,” katanya.


Dikutip dari Sputnik, Skripal bekerja dengan agen-agen intelijen dari Spanyol saat bertugas di Kedutaan Besar Rusia di Madrid pertengahan tahun 1990-an.

Baca  Kue Ulang Tahun Termahal Di Dunia, Harganya Rp. 1 Triliun

Mengutip tulisan dari New York Times seorang pejabat senior Spanyol yang tidak disebutkan namanya dan penulis Spanyol Fernando Rueda mengatakan, bahwa Skripal telah mengadakan sejumlah pertemuan dengan para petugas dari dinas intelijen Spanyol, CNI.

“Dia terus datang ke Spanyol, ujar Rueda.

Media itu menulis bahwa Skripal telah melakukan beberapa kali perjalanan ke Ibu kota Republik Ceko, Praha, pada tahun 2012 dan ke Ibu Kota Estonia, Tallinn, pada tahun 2016 untuk menyingkat petugas intelijen setempat. Perjalanan itu konon diatur dan didukung oleh MI6, yang telah merekrut Skripal sebagai mata-mata pada pertengahan 1990-an. (merdeka.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

GlobalLeft Menu Icon