Home » Terkini » Miris Siswa SD Dan SMP Hamili Siswi SMA Hingga Melahirkan, 2 Pelaku Suka Lihat Film Porno
Miris Siswa SD Dan SMP Hamili Siswi SMA Hingga Melahirkan, 2 Pelaku Suka Lihat Film Porno (Foto: Risty)

Miris Siswa SD Dan SMP Hamili Siswi SMA Hingga Melahirkan, 2 Pelaku Suka Lihat Film Porno

QARAO.com, Probolinggo – Dua remaja di Kabupaten Probolinggo, nekat menghamili remaja usia 18 tahun yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA), gara-gara Keseringan menonton video porno.

Adalah MMH remaja usia 18 tahun, dan MWS bocah berusia 13 tahun yang masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar (SD). Seluruh pelaku merupakan warga Desa Randumerak, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Sementara korban adalah AZ, seorang remaja perempuan yang merupakan keponakan dari ibu MMH. AZ sejak berusia 5 tahun, telah tinggal serumah dengan pelaku MMH dan ibunya.

Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto mengungkapkan, aksi bejat pelaku MMH dmulail usai ia menonton video porno sekitar 2 April 2018 lalu.

Baca  HGN Sebagai Penggerak Perubahan Menuju Indonesia Cerdas Dan Berkarakter

MMH yang telah dirasuki nafsu memuncak, langsung mendatangi AZ. MMH kemudian mengajak AZ, untuk berhubungan badan. AZ pun sempat menolaknya, hingga akhirnya pasrah lantaran MMH terus memaksa dan mengancam AZ akan dikeluarkan dari rumahnya.

Miris Siswa SD Dan SMP Hamili Siswi SMA Hingga Melahirkan, 2 Pelaku Suka Lihat Film Porno (Foto: Risty)

Tak cukup disitu, dilain waktu MMH kembali memaksa AZ untuk berhubungan badan. Namun ironisnya kali ini MMH tak main sendiri, ia mengajak teman mainnya MWS yang masih duduk di bangku SD.

“Pelaku telah menyetubuhi korban sekitar 5 kali, sampai korban hamil. Dan pihak keluarga baru tahu bahwa pelakunya adalah MMH dan MWS, setelah korban melahirkan anaknya,”ujar Kapolres, Senin (15/04/2019).

Baca  TNI Bersama Pemda Kabupaten Probolinggo Distribusikan Beras Untuk Korban Banjir Bandang dan Tanah Longsor

Atas hal itu, polisi pun mendapatkan aduan warga sekitar dan mengambil tindakan. Petugas langsung meringkus kedua pelaku, yang diduga telah melakukan tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur.

“Pelaku terancam pasal 76 D Jo pasal 81 UU RI, nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan perempuan dan anak. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Namun kami akan koordinasikan lagi kepada kejaksaan negeri, karena para pelaku juga masih berusia di bawah umur,” tandas Kapolres Probolinggo.


. (Risty)

TerkiniLeft Menu Icon