Home » Inform » MUI Dukung Kebijakan Walikota Tutup 2 Hiburan Malam
MUI Dukung Kebijakan Walikota Tutup 2 Hiburan Malam. (Foto: Risty)
MUI Dukung Kebijakan Walikota Tutup 2 Hiburan Malam. (Foto: Risty)

MUI Dukung Kebijakan Walikota Tutup 2 Hiburan Malam

QARAO.com, Probolinggo – Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo, akhirnya angkat bicara atas tidak diperpanjangnya ijin 2 tempat hiburan karaoke yang ada di kota setempat.

Jika sebelumnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) memaksa walikota memperpanjang izin, melalui rekomendasi dewan hasil rapat dengar pendapat dengan para pengusaha hiburan malam.

MUI Kota Probolinggo malah mendukung pemerintah kota, untuk memberantas tempat-tempat yang ditengarai menjadi sarang maksiat.

Ketua MUI Kota Probolinggo, Nizar Irsyad mengatakan, sebenarnya MUI sejak 2016 lalu telah merekomendasikan pemberantasan tempat maksiat. Namun baru terealisasi, saat pemerintah Kota Probolinggo dipimpin Hadi Zainal Abidin, secara resmi sikap tersebut disampaikan ke publik.

Baca  TPA Antang Makassar Terbakar, Tetap Tampung Sampah

“Bagi MUI dukungan penutupan, tak hanya berlaku bagi dua tempat hiburan malam karoke. Tapi juga berlaku untuk semua tempat maksiat,” tegas Nizar, Di sebuah kafe, di Jl. Slamet Riyadi, Kota Probolinggo, tempat berlangsungnya acara pers rilis, Senin (19/8/19).

MUI Dukung Kebijakan Walikota Tutup 2 Hiburan Malam. (Foto: Risty)
MUI Dukung Kebijakan Walikota Tutup 2 Hiburan Malam. (Foto: Risty)

Sementara Ketua Komisi Hukum MUI Kota Probolinggo, Habib Tirmidzi Husain, menyatakan, MUI siap pasang badan terhadap keputusan kepala daerah.

“Semisal nantinya kami digugat secara hukum oleh pengusaha hiburan malam, kami siap untuk proses litigasi,” katanya

Dukungan MUI sendiri, tak hanya tertuang dalam pers rilis.Namun juga disampaikan secara tertulis, melalui 5 poin pernyataan sikap di antaranya ;

  1. Mendukung segala bentuk upaya pemberantasan praktik kemaksiatan di Kota Probolinggo.
  2. Tidak setuju dengan segala bentuk praktik kemaksiatan.
  3. Mendorong Pemerintah dan aparat terkait untuk disiplin dan tegas melakukan penegakan hukum terkait penataan, pengawasan, dan pengendalian usaha tempat hiburan.
  4. Menolak secara tegas segala bentuk upaya membangkitkan kembali praktik-praktik yang merusak moralitas masyarakat.
  5. MUI bersama organisasi masyarakat yang tergabung di dalamnya berkomitmen untuk senantiasa mendorong terwujudnya masyarakat yang bermoral.
Baca  VIDEO: Kasrem 162/WB Pimpin Upacara Penerimaan Jenazah Almarhum Praka Anumerta Sirwandi M. Zahidillah

Pernyataan sikap dimaksud juga ditandatangani sedikitnya 11 organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Di antaranya Muhammadiah, KAHMI, NU dan Dewan Dakwah.

[risty] — via qarao-post

Jum'at, 20 September 2019