Home » Inform » Pagelaran Posyandu Award Kecamatan Wonoasih Dan Pasar Tradisional Bayar Dengan Koin, Cara Menyadarkan Masyarakat Hidup Sehat
Pagelaran Posyandu Award Kecamatan Wonoasih Dan Pasar Tradisional Bayar Dengan Koin, Cara Menyadarkan Masyarakat Hidup Sehat. (Foto: Risty)
Pagelaran Posyandu Award Kecamatan Wonoasih Dan Pasar Tradisional Bayar Dengan Koin, Cara Menyadarkan Masyarakat Hidup Sehat. (Foto: Risty)

Pagelaran Posyandu Award Kecamatan Wonoasih Dan Pasar Tradisional Bayar Dengan Koin, Cara Menyadarkan Masyarakat Hidup Sehat

QARAO.com, Probolinggo – Posyandu Award digelar Kecamatan Wonoasih, di alam terbuka di Blok Kongsi, Kampung Grajakan, Kelurahan Wonoasih, diikuti kelurahan se Wonoasih.

Lomba Posyandu Award dikuti 6 kelurahan se Kecamatan Wonoasih, yakni Kelurahan Pakistaji, Kelurahan Wonoasih, Kelurahan Kedungasem, Kelurahan Jrebeng Kidul, Kelurahan Sumber Taman dan Kelurahan Kedunggaleng, menampilkan perwakilan para kader terbaiknya di acara Posyandu Award ini. Minggu (1/12/2019).

Tak hanya itu, ada yang unik dipagelaran Posyandu Award ini, membuka pasar tradisional hanya menjual cemilan dan minuman kuno, seperti Sawud, Doksondok, Ketan Kratok, Klepon dan minuman Pokak serta jamu Sinom.

Juga cara pembeliannya juga unik, bukan dengan uang pada umumnya, melainkan dengan koin bambu yang sudah disediakan pihak panitia, untuk bisa menikmati jajanan tradisional tempo dulu, yang menyehatkan tanpa ada bahan campuran kimia, dan proses pembuatannya juga dengan cara alami.

Baca  Sebanyak 700 Kontainer Sampah Plastik Berbahaya Masuk Indonesia Pada 2019

Menurut Deus Nawandi, Camat Wonoasih, acara Posyandu Award kita gelar, selain menekan angka penderita Stunting, juga menyadarkan masyarakat untuk mengimunisasi balitanya dan rajin datang ke posyandu dan puskesmas untuk mengontrol kesehatan dan perkembangan balitanya, guna memuwujudkan tahun 2020 Indonesia bebas Stunting dan menuju penguatan SDM bagi generasi penerus bangsa nantinya.

Juga kita selingi hiburan musik tradisional dari kelompok masyarakat di Wonoasih, juga sengaja kita gelar pasar jajanan tradisional dengan cara pembelian dengan tukar koin bambu.

“Kegiatan Posyandu Award 2019 ini, kita gelar untuk menekan angka Stunting, dan menyuarakan agar warga sadar kesehatan untuk rajin datang ke pos – pos kesehatan, posyandu dan puskesmas, untuk memeriksakan kesehatan balitanya, menuju Indonesia Sehat dan Bebas Stunting di tahun 2020 nanti” ujar di lokasi kegiatan.

Baca  DKI Gelontorkan Lebih Rp82 M untuk Beli Lem Aibon bagi Sekolah Dasar

Mutmainah (47), Salah satu pengunjung Posyandu Award, sangat bermanfaat dan positif kegiatan acara ini, selain bisa menyadarkan masyarakat untuk hidup sehat, dan juga di penghujung Weekend saat hari libur Minggu ini, bisa menjadi hiburan masyarakat dan pasar tradisionalnya keren, mengingatkan masa – masa kecil dulu.

“Sangat positif kegiatan ini bisa dirasakan masyarakat, untuk menyadarkan warga untuk hidup sehat dan rajin periksakan perkembangan dan kesehatan balitanya, dan juga pasar tradisional jajanan dan minuman tempo dulu, mengingatkan saat masa – masa kecil” jelas Mutmainah.

Kegiatan yang dihadiri Wakil Walikota Probolinggo, MS Subri, Sekdakot Probolinggo Drg Ninik Irawibawati, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tutang Heru Aribowo, Camat Wonoasih Deus Nawandi, Toga/ Tomas, dan Kader Posyandu Se- Kecamatan Wonoasih serta Muspika Wonoasih.

Rencana inovasi pasar tradisional dengan cara pembelian dengan koin bambu, akan terus digelar di setiap kegiatan Pemerintah Probolinggo, dan acara rakyat baik di tingkat kecamatan maupun di kelurahan kedepannya, agara kuliner tempo dulu punah digerus kuliner modern yang kurang menyehatkan, dan berisiko bagi konsumsinya.

Baca  Dinas Peternakan Kabupaten Probolinggo Sidak Penjual Hewan Kurban di Jalanan

[risty] — via qarao-post

Minggu, 8 Desember 2019