Home » Terkini » Pasca Klenteng Tri Dharma Ludes Terbakar, Jemaat Gelar Perayaan Waisak Sangat Sederhana
Pasca Klenteng Tri Dharma Ludes Terbakar, Jemaat Gelar Perayaan Waisak Sangat Sederhana (Foto: Risty)

Pasca Klenteng Tri Dharma Ludes Terbakar, Jemaat Gelar Perayaan Waisak Sangat Sederhana

QARAO.com, Probolinggo – Sembahyang Perayaan Waisak di Kota Probolinggo, berlangsung berbeda dari biasanya.

Suasa kesedihan nampak jelas dari raut wajah, para Umat Budha yang tengah melakukan ibadah di hari raya Waisak.

Sebelumnya para jemaat Umat Budha di Kota Probolinggo, bisa melaksanakan hari raya Waisak di Klenteng Tri Dharma, Sumbernaga secara baik.

Dan berbeda dengan tahun ini, tempat ibadah kebanggaan mereka porak-poranda setelah musibah kebakaran menghanguskan Klenteng Sumbernaga, Jum’at malam lalu (17/5).

Namun demikian, pelaksanaan ibadah Waisak tetap berlangsung khidmat meski hanya digelar di halaman Klenteng, dan jemaat duduk diatas bentangan tikar.

Baca  Kemenpora Surati Roy Suryo Agar Kembalikan 3.226 Barang Negara
Pasca Klenteng Tri Dharma Ludes Terbakar, Jemaat Gelar Perayaan Waisak Sangat Sederhana (Foto: Risty)

Ratusan jemaat memulai ibadahnya, dengan pembacaan ‘Paritta’ disertai sikap anjali yakni, tanda hormat dengan merapatkan telapak tangan.

Setelahnya sebagai ungkapan rasa berkabung pasca musibah, jemaat Umat Budha lalu melakuka Pradaksina yakni, membawa bunga disertai lilin dengan mengelilingi klenteng sebanyak tiga kali. Serta menyematkan lilin dan bunga melati, di ruangan utama yang terbakar.

Seorang jemaat, Yana Astri Mulya mengungkapkan, jika masih sedih atas musibah yang menimpa tempat ibadahnya.

Namun demikian, ia tetap bersyukur karena masih bisa melaksanakan ibadah hari raya Waisak, walau dengan perlengkapan yang terbatas.

“Sebenarnya masih sedih dengan apa yang terjadi, tapi tetap bersyukur karena bisa melaksanakan ibadah Waisak,”kata Yana, Minggu malam (19/5/2019).

Pasca Klenteng Tri Dharma Ludes Terbakar, Jemaat Gelar Perayaan Waisak Sangat Sederhana (Foto: Risty)

Sementara Ketua Pengurus Klenteng Sumber Naga, Adi Sutanto Saputro mengatakan, dalam hari raya Waisak kali ini, para umat Budha harus menyadari hakikat kebuddhaan dan menyerapnya.

Baca  Sakit Hati Sering Dimaki, Pria Habisi Nyawa Pasutri yang Menjadi Bosnya

Serta berjuang mengembangkan hati Buddha dan potensi kebudhaan, dalam diri masing-masing.

“Kami mengajak umat Buddh di Waisak tahun ini agar menambah level objek umat Budha, dengan menjaga perbuatan menjadi baik sesuai dengan ajaran Guru Agung Sang Buddha Gautama,”katanya.

Dijelaskan Adi, pelaksanaan ibadah di Hari Raya Waisak akhirnya tetap dilakukan, setelah banyaknya permintaan dari jemaat.

Terkait musibah kebakaran melanda Klenteng, Adi menyampaikan, sudah ada sekitar 50 Klenteng di Indonesia yang bersedia menyumbang pembangunannya kembali.

. (Risty)

Jum'at, 20 September 2019