Home » Inform » Pelaku Sekap Majikan, Akan Diperiksa Ke Psikiater
Pelaku Sekap Majikan, Akan Diperiksa Ke Psikiater. (Foto: Risty)
Pelaku Sekap Majikan, Akan Diperiksa Ke Psikiater. (Foto: Risty)

Pelaku Sekap Majikan, Akan Diperiksa Ke Psikiater

QARAO.com, Probolinggo – Pasca penyekapan Nurhasanah (52) oleh Husni Thamrin (36), pelaku yang akhirnya berhasil dikeluarkan dari rumah korban, langsung diamankan polisi ke Mapolresta Probolinggo.

Pelaku Husni langsung diperiksa ke ruang unit 1, Satreskrim Polresta Probolinggo. Namun demikian, saat anggota penyidik menginterogasi pelaku jawabannya selalu berubah-ubah. Sekedar informasi, pelaku memiliki keterbatasan fisik yakni tunawicara dan tunarungu.

Sementara dari tangan pelaku, polisi menyita senjata tajam berupa pisau lipat milik pelaku. Diketahui pisau dimaksud, digunakan pelaku saat menyekap majikannya Nurhasanah

Kepada media, Korban Nurhasanah mengaku tidak memiliki perasaan terhadap pelaku. Nurhasanah hanya menganggap, layaknya adik sendiri.

Baca  Banyak Cara Peningkatan Ekonomi, Pemkot Probolinggo Gelar Pasar Tradisional Jajanan Dan Minuman Tempo Dulu Laris Manis

Nurhasanah menjelaskan, jika pelaku memang memiliki watak tempramen atau pemarah. Karena sifat itu, pelaku kerap digoda teman-teman kata Nurhasanah.

Pelaku Sekap Majikan, Akan Diperiksa Ke Psikiater. (Foto: Risty)
Pelaku Sekap Majikan, Akan Diperiksa Ke Psikiater. (Foto: Risty)

“Saya merasakan meriang saat di sekap pelaku, pelaku saya anggap adik saya. Selain itu ia (pelaku) suka membantu warga disini untuk memperbaiki kipas angin, mesin cuci dan lainnya. Sama temen saya sering digoda saat jemput disekolahan, ia pun pelaku marah saat ada yang merangkul saya,”papar Nur, Kamis (15/8/19).

Terpisah Wakapolresta Probolinggo, Kompol Imam Pauji menyebut, pihaknya masih melalukan pemeriksaan terhadap pelaku. Apabila nantinya terbukti ada upaya penyekapan, serta dikuatkan bukti dan keterangan saksi.

Baca  Hubungan Harmonis TNI Rakyat Semakin Harmonis Dengan Adanya TMMD

Pelaku kata Imam, tentunya akan diproses pidana atas perbuatannya. “Karena saat diperiksa pelaku sering berubah – ubah, kita akan melakukan pemeriksaan kejiwaanya ke psikiater,”jelas Kompol Imam.

[risty]

— via qarao-post

Senin, 16 Desember 2019