Home » Inform » Pelaku Tidak Menyesal Membunuh Pemerkosa Istrinya, Karena Perbuatan Korban Menjadi Penghianat
Pelaku Tidak Menyesal Membunuh Pemerkosa Istrinya, Karena Perbuatan Korban Menjadi Penghianat. (Foto: Risty)
Pelaku Tidak Menyesal Membunuh Pemerkosa Istrinya, Karena Perbuatan Korban Menjadi Penghianat. (Foto: Risty)

Pelaku Tidak Menyesal Membunuh Pemerkosa Istrinya, Karena Perbuatan Korban Menjadi Penghianat

QARAO.com, Probollinggo – Sempat santer beredar isu di masyarakat, jika Slamet Widodo (29) menjalin hubungan gelap, dengan Juliana (22) yang tak lain istri dari Nanang Budianto (21), Warga Desa Leces, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Isu tersebut nyatanya ditepis oleh Nanang Budianto, saat dikonfirmasi kembali Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto, saat ungkap kasus di Halaman Mapolres, Rabu (27/11/2019).

Menurut Nanang, tak ada hubungan apapun antara korban dan istrinya selama ini. Hal itu dibuktikan dengan keseharian Juliana, yang normal-normal saja. “Gak ada perselingkuhan, di chat whatsapp pun demikian. Tak ada tanda perselingkuhan,”ungkap Nanang.

Baca  Halte Bus Jadi Warung Makan di Tanah Abang, Warganet: Gubernur Jabar Mana Bisa Seperti ini?

Istrinya, kata Nanang, tak langsung bercerita jika telah diperkosa korban, lantaran takut setelah mendapat ancaman akan dibunuh, apabila meneceritakan apa yang dialaminya.

Disinggung terkait sebilah clurit yang dibawanya, Nanang mengaku, bahwa setiap kemanapun dirinya memang selalu membekali dirinya dengan sebilah clurit, untuk berjaga-jaga termasuk saat bekerja sebagai sales.

Pelaku Tidak Menyesal Membunuh Pemerkosa Istrinya, Karena Perbuatan Korban Menjadi Penghianat. (Foto: Risty)
Pelaku Tidak Menyesal Membunuh Pemerkosa Istrinya, Karena Perbuatan Korban Menjadi Penghianat. (Foto: Risty)

“Kalo clurit, memang saya kemana-mana saya bawa. Berhubung saat kejadian, saya pergoki langsung korban hendak perkosa istri, saya langsung bertindak dengan membacoknya,”terangnya.

Meski sudah membunuh sahabatnya sejak kecil, Nanang mengaku tidak menyesali perbuatannya. Hanya saja, Nanang meras sedih atas apa yang dialaminya saat ini. apalagi teman yang ia percaya, tegasnya.

Baca  Koramil 0820/11 Sumber Bersinergi Mencegah Dan Mensosialisaikan Karhutlah

menghianatinya. Dijelaskan Nanang, bahwa korban sebenarnya sudah memiliki istri. Namun dari informasi yang diterimanya, hubungan korban dan istrinya akan bercerai.

Sementara atas perbuatannya tersebut, Nanang terancam Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup, karena telah menghilangkan nyawa seseorang.

[risty] — via qarao-post

Minggu, 8 Desember 2019