Home » Inform » Pemerhati Pihak PLTU Lalai Akan Masuknya Hiu Tutul Ke Intake Kanal
Pemerhati Pihak PLTU Lalai Akan Masuknya Hiu Tutul Ke Intake Kanal. (Foto: Risty)
Pemerhati Pihak PLTU Lalai Akan Masuknya Hiu Tutul Ke Intake Kanal. (Foto: Risty)

Pemerhati Pihak PLTU Lalai Akan Masuknya Hiu Tutul Ke Intake Kanal

QARAO.com, Probolinggo – Adanya peristiwa Hiu Paus, yang terjebak di saluran air (Inlet) PLTU Paiton Kabupaten Probolinggo sampai lebih sepekan. Memicu perhatian dari sejumlah kalangan, tak terkecuali pemerhati lingkungan.

Seperti disampaikan, Ketua Komunitas Binor Green Community (BGC), Anton Sumarsono.

Menurutnya pihak PLTU Paiton, telah lalai mengantisipasi masuknya Hiu Paus yang memiliki ukuran raksasa, ke saluran air (Inlet) pembangkit listrik PJB Paiton.

Menurut Anton, peristiwa masuknya Hiu Paus ke Inlet PLTU tak hanya terjadi kali ini saja. Namun di tahun 2015 lalu, Spesies Rhincodon Typus itu sempat juga masuk ke inlet pembangkit listrik setempat. Dan sayangnya, Hiu Paus akhirnya mati saat proses evakuasi oleh petugas.

Baca  Pedagang Sapi Menjadi Korban Percobaan Pencurian, Korban Terluka Sabetan Sajam

“Sebagai pecinta lingkungan, kami mempertanyakan kenapa ikan sebesar itu bisa masuk kanal. Karena di kanal kan sudah ada jaring, dimana fungsinya selain menangkal ikan masuk tapi juga kayu,”ujarnya, Jum’at (20/9/2019).

Dijelaskan Anton, jika disekitar areal Pembangkit Listrik Tenaga Uap, Paiton terdapat kekayaan terumbu karang yang luasnya mencapai 2 ribu hektar. Dan di areal terumbu karang tersebut, kerap menjadi lokasi bermain beragam jenis ikan mulai berukura kecil hingga besar.

Pemerhati Pihak PLTU Lalai Akan Masuknya Hiu Tutul Ke Intake Kanal. (Foto: Risty)
Pemerhati Pihak PLTU Lalai Akan Masuknya Hiu Tutul Ke Intake Kanal. (Foto: Risty)

“Hiu Paus memang sering, bermain-main di sekitar PLTU Paiton. Maka dari itu, dengan terulangnya peristiwa terjebaknya Hiu Paus di kanal, kami pecinta lingkungan berharap pihak PLTU melakukan perbaikan terhadap sistem jaring yang dipakai,”pungkasnya.

Baca  VIDEO: Pemilik Rumah Karaoke 888 dan Pop City Wadul DPRD Kota Probolinggo

Terpisah General Manager PLTU Paiton, Mustofa Abdillah mengakui, bahwa ukuran jaring atau skrining penghalau benda yang masuk areal saluran air (Inlet) PLTU, Paiton tak sampai dasar. Dengan terulangnya peristiwa Hiu Paus yang masuk saluran air (Inlet) PLTU, Mustofa menegaskan akan melakukan perbaikan terhadap ukuran jaring atau skrinning.

“Memang yang kemarin, ukuran jaring kami buat tak sampai dasar. Dari kedalaman 8 meter, ukuran jaring hanya 5 meter. Kenapa kami buat demikian, karena kemarin ada pertimbangan jenis-jenis hewan. Hiu itu kan sukanya berenang di atas permukaan, namun saat surut kemarin Hiu akhirnya bisa masuk,”katanya.

Baca  Bersih-Bersih Sungai Dalam Rangka HUT TNI ke 74 Tahun 2019

“Oleh karenanya agar tak terulang kembali, kami buat ukuran jaring kali ini, sampai dasar dan itu permanen,”tandas Mustofa, saat acara press confrence, Kamis (19/9/2019).

Mustofa menjelaskan, areal Kanal atau Inlet merupakan satu-satunya saluran yang digunakan, untuk mengalirkan air laut menuju 8 unit PLTU. Aliran air laut sendiri, nantinya dipompa menuju kondensor untuk pendinginan masing-masing pembangkit listrik.

[risty]

— via qarao-post

Sabtu, 19 Oktober 2019