Home » Inform » Pemkot Dan Forkopimda Kota Probolinggo Gelar Sidak Penjual Hewan Qurban Dadakan
Pemkot Dan Forkopimda Kota Probolinggo Gelar Sidak Penjual Hewan Qurban Dadakan. (Foto: Risty)
Pemkot Dan Forkopimda Kota Probolinggo Gelar Sidak Penjual Hewan Qurban Dadakan. (Foto: Risty)

Pemkot Dan Forkopimda Kota Probolinggo Gelar Sidak Penjual Hewan Qurban Dadakan

QARAO.com, Probolinggo – Petugas gabungan menggelar sidak hewan qurban. Sedikitnya 20 titik lokasi penjualan hewan qurban pinggir jalan, di Kota Probolinggo Jawa Timur, disidak petugas gabungan dari Dinas Pertanian dan Peternakan, MUI, serta Kepolisian Resort Probolinggo Kota, Kamis (08/8/2019).

Petugas memeriksa satu persatu hewan qurban jenis kambing yang dijual pedagang. Mulai dari kondisi fisik, kesehatan hingga syarat tertentu yang memenuhi kriteria hewan layak qurban seperti faktor usia hewan.

Dari data Dinas Pertanian dan Peternakan mencatat ada sekitar kurang lebih 1000 hewan dengan dominan jenis kambing, yang telah dilakukan pemeriksaan. Secara umum mayoritas hewan tersebut dinyatakan layak qurban meski sebagian kecil masih ditemukan menderita sakit mata.

Baca  Kemeriahan HUT Kemerdekaan RI yang ke 74 Mulai Tampak di Pelosok Negeri

Penyakit mata pada hewan qurban ini, dijelaskan terjadi akibat kurang bersihnya kandang hewan, cuaca panas yang menyengat, serta kadar amoniak tinggi, serta pakan yang kurang baik.

Petugas juga menemukan hewan qurban dibawah umur yang tetap dijual pedagang di pinggir jalan. Padahal, secara fiqih salah satu syarat hewan qurban adalah cukup usia, yakni 1 tahun untuk kambing dan 2 tahun untuk sapi, atau dengan ditandai salah satu gigi yang telah tanggal.

Menurut MS Subri Wakil Walikota Probolinggo, pihaknya menghimbau agar hewan yang sakit dan belum cukup umur untuk tidak dijual.

Pemkot Dan Forkopimda Kota Probolinggo Gelar Sidak Penjual Hewan Qurban Dadakan. (Foto: Risty)
Pemkot Dan Forkopimda Kota Probolinggo Gelar Sidak Penjual Hewan Qurban Dadakan. (Foto: Risty)

“Dari itu kami melakukan sidak terhadap hewan qurban seperti kambing ini. alhasil kami menemukan hewan qurban yang sudah tua dan masih muda, yang tak layak dibuat qurban, baik dari segi materi dan hukum agama Islam,”ujar Subri, usai melakukan sidak.

Baca  Bayi Laki - Laki Berat 3,8 Kilogram Lahir Bertepatan HUT RI Ke 74 Pukul 07:05 WIB

Juga dikatakan Habib Hadi Zainal Abidin, Walikota Probolinggo, sebaiknya penjual hewan Qurban harus mengerti tentang aturan-aturan yang ditetapkan oleh Agama Islam, tentang tata cara yang benar menjual hewan untuk Qurban, agar yang jual tidak salah yang menyebabkan dosa.

” Kami berharap para penjual hewan Qurban di Kota Probolinggo, mengerti tentang ajaran tentang tata cara menjual hewan Qurban yang benar, agar tidak menimbulkan dosa dan tidak merugikan para penqurban agar niat baiknya di terima oleh Allah SWT, dan kami himbau tahun depan para penjual sudah terverifikasi dan memiliki sertifikasi dari MUI dan Dinas Peternakan” tegas Habib Hadi.

Baca  Truk Tabrak Rombongan Mobil Penumpang Pulang Hajatan di Jalur Pantura Probolingg, Sopir Mobil L300 Tewas, 17 Luka - Luka

Hingga sejauh ini, kambing kambing yang ada di kota tidak mengalami tanda-tanda sakit seperti yang terjadi di daerah lain.

[risty] — via qarao-post

Rabu, 22 Januari 2020