Home » Terkini » Pemkot Probolinggo Studi Banding Ke Bekasi Terkait Kartu Sehat Berbasis Nomer Induk Keluarga (KS-NIK)
Pemkot Probolinggo Studi Banding Ke Bekasi Terkait Kartu Sehat Berbasis Nomer Induk Keluarga (KS-NIK) (Foto: Risty)

Pemkot Probolinggo Studi Banding Ke Bekasi Terkait Kartu Sehat Berbasis Nomer Induk Keluarga (KS-NIK)

QARAO.com, Probolinggo- Pemerintah Kota (pemkot) Probolinggo, terus mencari solusi agar tak terjebak sengkarut program layanan medis akibat tersendatnya suplai anggaran dari Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Menurut Walikota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin, selain mengkaji sejumlah skenario tim dinas kesehatan setempat, pemkot juga melakukan sharing dengan sejumlah daerah dinilai mampu mengatasi problem dimaksud.

Pemkot Probolinggo Studi Banding Ke Bekasi Terkait Kartu Sehat Berbasis Nomer Induk Keluarga (KS-NIK) (Foto: Risty)

Pemkot Bekasi, Jawa Barat misalnya. Kata Hadi, program kesehatan menggunakan Kartu Sehat Berbasis Nomor Induk Keluarga (KS-NIK) di sana, perlu dikaji apakah ideal diterapkan di Kota Probolinggo.

“Hari ini Pemkot Probolinggo mengunjungi Kota Bekasi. Kita studi banding terkait program jaminan kesehatan. Suksesnya Pemkot Bekasi menggunakan kartu sehat berbasis NIK menjadi pertimbangan sebagai wujud peningkatan pelayanan kesehatan,” katanya Jumat (14/6/2019) via Whatsapp.

Baca  Pendukung Persib Bandung The Viking Dukung Pasangan Jokowi-Ma'ruf
Pemkot Probolinggo Studi Banding Ke Bekasi Terkait Kartu Sehat Berbasis Nomer Induk Keluarga (KS-NIK) (Foto: Risty)

Bila memang memungkinkan, lanjut pria 40 tahun itu, program KS-NIK bakal diterapkan pula di Kota Probolinggo. “Kita lihat dulu bagaimana teknisnya. Mengingat Bekasi,dan Kota Probolinggo, memiliki wilayah yang berbeda,” katanya. “Yang jelas agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat maksimal dan dapat dirasakan oleh semuanya,” tutup Hadi Zainal Abidin.

Pemkot Probolinggo Studi Banding Ke Bekasi Terkait Kartu Sehat Berbasis Nomer Induk Keluarga (KS-NIK) (Foto: Risty)

Flashback kebelakang, pada 2018 lalu, pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Mohamad Saleh, Kota Probolinggo, sempat kecewa karena stok obat-obatan sedang langka. Beberapa jenis obat bahkan tidak tersedia di apotek rumah sakit. Akibatnya, banyak dari keluarga pasien terpaksa harus membeli obat di luar area rumah sakit.

Baca  Pelawak Qomar Palsukan Ijazah Saat Calonkan Diri Sebagai Rektor, Ditangkap Polisi

Plt. Wakil Direktur RSUD Dr Mohamad Saleh, saat itu, Retno Febrihariati mengatakan, permasalahan terjadi karena sejak Oktober sampai Desember 2017, anggaran rumah sakit sebesar Rp 6 miliar, terserap untuk biaya operasional dan pelayanan. Sementara klaim dari BPJS tak kunjung turun.

Sekedar diketahui, dalam lawatan ke Bekasi, walikota ditemani Asisten Administrasi Pemerintahan Gogol Sudjarwo, Kepala Bappeda Rey Suwigtyo, Kepala Dinkes drg Ninik Ira Wibawati, dan Direktur RSUD dr. Mohamad Saleh drg Rubiati, serta Kepala Dinas PU Amin Freddy.

Tak hanya soal kartu sehat, dalam kesempatan itu Pemkot Probolinggo, juga melihat jalannya pelayanan Call Center 24 jam bernama Patriot Operation Center (POC). Program ini sudah berjalan tiga tahun di Bekasi sebagai aplikasi dari Smart City.

Baca  Buni Yani Senang Diajak Gabung Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno

. (Risty)

Jum'at, 20 September 2019