Home » Terkini » Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo Tolak Aksi People Power
Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo Tolak Aksi People Power (Foto: Risty)

Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo Tolak Aksi People Power

QARAO.com, Probolinggo – Isu people power atau pergerakan massa yg bergulir selama ini jujur saja membuat sebagian besar ulama dan para kyai di Kabupaten Peobolinggo, sangat prihatin dan membahayakan kerukunan berkehidupan dalam bermasyarakat pecah. Sabtu (18/5/19).

Salah satunya seruan tolak aksi people power dari salah satu Ponpes terbesar, Pondok Pesantren Zainul Hasan Gengong, di Desa Karang Bong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Pasalnya, aksi tersebut sesuatu bisa berpotensi menimbulkan kegaduhan dan mencederai persaudaraan bangsa di Indonesia tercinta ini.

Harapan kami, para elite politik bangsa ini menunjukkan sikap lebih dewasa, sikap uswatun hasanah dgn melakukan rekonsiliasi sebagai solusi persoalan Pemilu 2019. Untuk mengedepankan musyawarah mufakat sebagaimana ciri khas bangsa ini, dalam menyelesaikan tiap persoalan. paling tidak, masih ada jalur konstitusi yang bisa ditempuh jikapun tidak ada titik temu.

Baca  Satgas Dana Desa Beri Jangka Waktu 60 Hari Untuk Perbaiki Proyek Tidak Sesuai RAB, Saat Monitoring

Bangsa ini sudah baik, tentram dan nyaman. jangan bikin Gaduh hanya karena kepentingan politis. jikapun ada kecurangan, masih ada mekanisme hukum yg bisa ditempuh. jangan kemudian jalur konstitusional belum tempuh sudah ribut gelar kegiatan penggalangan massa dengan sebutan people power.

Jika hal ini terjadi maka sangat rawan ditunggangi oleh pihak-pihak yang memang tidak pernah menginginkan bangsa ini jadi baik, hingga menjadi bangsa yg suka perang seperti halnya yang terjadi di beberapa negara jazirah Arab.

Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo Tolak Aksi People Power (Foto: Risty)

Menurut Harris Maliki, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, saya masih Yakin jika jiwa kenegarawanan masih menjadi karakter kolektif para elite politik bangsa dalam mengambil sikap.

Baca  Presiden Jokowi Tiba Di Lombok Dalam Rangka Kunker Tinjau Rehabilitasi Pasca Gempa.

Selebihnya kami hanya berharap ketentraman dan persatuan bangsa ini tetap terjaga santun dengan satu ideologi yaitu Pancasila. Semoga Bangsa ini istiqamah dalam lindungan Allah SWT.

“Sangat menyanyangkan hasil keputusan dari KPU Pusat tentang pemilihan Presiden, ditolak dengan cara menggelar aksi people power, bukan dengan cara yang sesuai dengan hukum yang berlaku, jangan menggelar aksi yang membuat kondusifitas NKRI runtuh” tegas Haris saat dihubungi.

Harapan para ulama dan kyai di tapal kuda, jangan menggelar aksi yang merugikan dan merusak ketentraman dan kondusifitas di negara tercinta ini.

dr harris, pesantren Zainul Hasan Genggong.

. (Risty)

Jum'at, 20 September 2019